Politik Golkar Sumut Memanas: Isu Konspirasi Singkirkan Ijeck oleh Tangan Tangan Kotor Politik Demi Ambisi Bobby Nasution di 2029 Mencuat.

News440 Dilihat

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Tensi politik di Sumatera Utara mendadak membara menjelang penghujung tahun 2025. Penunjukan Ahmad Doli Kurnia (ADK) sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Sumut menggantikan Musa Rajekshah (Ijeck) memicu gelombang protes dan pengunduran diri pengurus teras, serta memunculkan dugaan adanya konspirasi besar yang melibatkan tokoh-tokoh nasional.

Prestasi Yang Dikebiri

Mundurnya Sekretaris Golkar Sumut: “Prestasi Dikebiri” Menyusul terbitnya SK DPP Golkar Nomor: Skep-132/DPP/GOLKAR/XII/2025, Sekretaris DPD Golkar Sumut, Ilhamsyah, secara resmi menyatakan mundur dari jabatannya. Ilhamsyah menilai pencopotan Ijeck adalah tindakan tidak demokratis dan bentuk pengkebirian terhadap prestasi yang telah ditorehkan Ijeck dalam membesarkan partai di Sumut.

“Ada upaya sengaja melakukan framming agar Ketua Ijeck disingkirkan dengan segala cara. Ini bukan demokrasi, tapi pengelolaan organisasi berdasarkan kemauan pribadi,” tegas Ilhamsyah dalam pernyataannya di Medan, Kamis (18/12).

BACA JUGA :  Musa Rajekshah: Tidak Pernah Ada Komunikasi dengan Plt Ketua Golkar Sumut.

Operasi Senyap DiBalik Geng Solo yang Haus Kekuasaan

Tudingan “Operasi Senyap” Jokowi dan Bobby Nasution beserta Geng Solo sudah mulai terbuka lebar. Gonjang-ganjing ini disebut-sebut bukan sekadar urusan internal partai. Analisis dari berbagai pengamat, termasuk Azhari A.M Sinik, Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembanguunan Sumatera Utara (LIPPSU), menuding ada peran mantan Presiden Joko Widodo beserta tangan tangan kotor Geng Solo di dalam tubuh Partai Golkar yang haus kekuasaan bermain di balik layar.

Langkah Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia yang merupakan Tokoh Geng Solo, mendepak Ijeck disinyalir kuat untuk mengamankan jalur Bobby Nasution (Gubernur Sumut petahana) menuju Pilkada 2029. Sebelumnya Ijeck, yang secara terbuka menyatakan niatnya maju sebagai calon Gubernur 2029, dianggap sebagai “batu sandungan” bagi ambisi Bobby untuk mempertahankan kekuasaan, walaupun Bobby Nasution Gubernur yang Gagal dan terburuk sepanjang masa, dengan ambisiusnya untuk mempertahankan kekuasaannya. Mengingat keretakan hubungan antara Ijeck dan Bobby, pengambilalihan kursi Ketua Golkar Sumut oleh faksi yang berseberangan dengan Ijeck menjadi kunci untuk memastikan dukungan Golkar jatuh ke tangan menantu Jokowi tersebut di masa depan.

BACA JUGA :  Jika Hendri Sitorus Ketua GOLKAR Sumut, tidak Sampai Satu Periode

Panggung “Balas Dendam” dan Pengeroyokan Politik

Masuknya Ahmad Doli Kurnia sebagai Plt Ketua juga dipandang sebagai momentum “balas dendam” politik. Perseteruan lama antara faksi Ahmad Doli Kurnia dan Ijeck kini mencapai puncaknya. Ahmad Doli Kurnia diduga telah menyiapkan figur baru, yakni Bupati Labuhanbatu Utara, Hendri Yanto Sitorus, untuk menggantikan Ijeck secara permanen dalam Musda mendatang.

BACA JUGA :  LIPPSU : Nilai Sarat Unsur Korupsi, Bapenda Sumut Diduga “Tembak” Iklan Pemutihan Pajak di Tiga Media Online.

“Ijeck sedang mengalami ‘pengeroyokan’ dari berbagai lini. Konspirasi antara Bahlil, Ahmad Doli Kurnia, dan kepentingan keluarga Jokowi membuat posisi Ijeck terjepit, meskipun ia telah berjasa besar meningkatkan kursi Golkar di parlemen,” ujar Azhari Sinik.

Dilema Kader di Akar Rumput

Kini, mata publik tertuju pada para pemilik suara di tingkat DPC Kabupaten/Kota. Apakah mereka akan tunduk pada garis instruksi DPP yang sarat kepentingan kekuasaan 2029, atau tetap setia pada kepemimpinan Ijeck yang dinilai telah teruji prestasinya? Suasana politik Sumut diprediksi akan terus mendidih hingga pelaksanaan Musda awal tahun depan, di mana “perang bintang” antar faksi akan menentukan arah masa depan partai berlambang pohon beringin tersebut di Sumatera Utara. (Ncik)