Ngerii..!! dr. Asriludin Tambunan Bupati Deli Serdang Tak Punya Nurani, Abaikan 100 Pekerja Medis RSU Bangun Purba Dengan Status tak Jelas, Mayat Bongkar Dugaan Korupsi

By : Agus Yahya

News113 Dilihat

Deli Serdang, 14 Januari 2026.

BANGUN PURBA, PROMEDIA.NEWS | Seratusan orang pekerja medis yang sehari-hari bekerja di Rumah Sakit Umum Bangunpurba, kini statusnya tidak jelas.

Selama ini mereka dipekerjakan sebagai tenaga honorer ada yang sudah empat tahunan, tapi tidak dimasukkan sebagai PPPK.

Bahkan dalam bulan ini nasib mereka tidak jelas lagi apakah masih tetap sebagai tenaga honorer. Sebab SK pengangkatan yang baru belum ada, bahkan BPJS mereka sudah distop.

Direktur RS mengatakan akan membicarakannya dengan Bupati Deli Serdang. Dua orang kawan mereka sudah diberhentikan .

Tapi para pekerja medis itu masih tetap menjalankan tugasnya seperti biasa.

Pernah diungkapkan oleh salah satu media, pekerja medis di Rumah Sakit milik Pemkab DELI Serdang, umumnya tenaga honorer, kecuali pihak management dari kalangan ASN.

BACA JUGA :  Bupati Deli Serdang dan Wakilnya “Pecah Kongsi.?". Diduga Penyebabnya Masalah Penentuan Pejabat Eselon di Jajaran Pemkab DS

Akhir-akhir ini para pekerja medis yang bekerja siang malam nasibnya tidak jelas. Jasa pelayanan yang dulunya diberikan, sekarang tidak ada.

Makan siang dulu disediakan pihak managemen, sekarang hanya kalangan managemen saja yang disediakan makannya.

Setahu mereka, dana APBD Deli Serdang masih ada mengalir ke rumah sakit untuk biaya peningkatan fasilitas, gedung, pagar, perawatan ambulance dan banyak lagi.

Tapi anggaran itu hanya dinikmati pihak managemen, bahkan diduga sebagian besar dikorupsi oleh pihak managemen.

Contohnya perawatan ambulance yang disediakan Rp.40 juta. Dilaporkan mobil ambulance itu sudah diservice. Ternyata masih tetap seperti sebelum diservice.

Kemarin, ketahuan mobil itu belum diperbaiki, ketika digunakan untuk membawa jenazah. Roda tempat tidur di dalam ambulan masih rusak. Saat jenazah didorong, roda tidak berputar sehingga jenazah terjatuh.

BACA JUGA :  KPK Telaah dan Dalami Dugaan Aliran Dana ke Mantan Menaker Ida Fauziyah dalam Kasus Pemerasan Sertifikat K3 di Kemenaker RI

Hebohlah, ternyata jenazah itu telah membongkar tabir penyelewengan dana APBD DS di rumah sakit plat merah itu.

Keluarga korban sangat terkejut kenapa jenazah itu bisa terjatuh. Tapi pekerja medis tampak bisik -bisik kepada sesama rekannya membisikkan, bukankah mobil ambulance itu sudah diservice..?

Dulu pun sempat heboh karena barang bekas bongkaran rumah sakit itu bisa dijualkan oleh oknum managemen. Padahal itu sudah jadi asset pemerintah.

Laporan sudah sampai kepada bupati Deli Serdang tapi tidak ada tindakan apapun terhadap pelaku. Malah direktur yang diganti.

BACA JUGA :  KAMAK Desak: Kejaksaan Agung Usut Kajati Sumut, Bermain Di Kasus Eks HGU PTPN dan Gelapkan Tersangka Ashari Tambunan

Bupati juga mengganti KTU belum lama ini, tapi itupun setali tiga uang, tidak mampu merubah keadaan. Kabarnya suami KTU itu seorang rekanan kawan dekat bupati.

Banyak sekali borok -borok pihak managemen berbau korupsi yang masih dibungkus rapi, termasuklah biaya operasional, biaya revitalisasi gedung dan uang jasa pelayanan bagi para pekerja medis.

Untung saja ratusan pekerja medis itu masih konsekwen melakukan tugas kemanusiaan. Kalau sempat mereka mogok bekerja, situasi bakal heboh.

Ini sangat mengerikan, Rumah sakit sebagai tempat pelayanan kesehatan masyarakat, di abaikan tanpa ada naluri kemanusian di dalam pengelolahannya, dr Asriludin Tambunan sebagai Bupati Deli Serdang sudah tidak punya nurani, ungkap salah seorang masyarakat saat berobat.