LIPPSU: Siti Mawarni Ya Incek: Semut Merah Dari Labuhan Batu Gaungkan Perang Lawan Narkoba (Ilustrasi AI PromediaNews).
MEDAN, PROMEDIA.NEWS | Sebagai bentuk perlawanan, semangat dalam lagu Siti Mawarni Ya Incek diibaratkan seperti semut merah yang agresif dan siap menyerang. Meski kecil, ketika bergerak dalam jumlah besar, serangannya menjadi berbahaya—sebuah simbol kekuatan kolektif masyarakat dalam memberantas narkoba.
Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) menilai viralnya lagu tersebut bukan sekadar tren di media sosial, melainkan sinyal kuat keresahan masyarakat terhadap maraknya peredaran narkotika di Sumatera Utara.
Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari AM Sinik, Minggu (26/4), menyebut karya yang diciptakan Amin Wahyudi Harahap—putra daerah asal Labuhanbatu—sebagai bentuk kritik sosial yang lahir dari realitas pahit di tengah masyarakat.
“Ini bukan sekadar lagu viral. Ini jeritan kolektif masyarakat yang sudah muak dengan maraknya narkoba, terutama sabu-sabu yang kian merajalela,” tegas Azhari.
Menurutnya, fenomena tersebut mencerminkan kondisi darurat yang tengah dihadapi Sumatera Utara. Penyalahgunaan narkoba, kata dia, telah melampaui persoalan individu dan berkembang menjadi ancaman serius bagi kehidupan sosial.
“Dampaknya sangat luas. Generasi muda kehilangan masa depan, angka kriminalitas meningkat, dan ketahanan keluarga ikut tergerus,” ujarnya.
Azhari mengungkapkan, berbagai data menunjukkan Sumatera Utara masih termasuk daerah dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia. Jumlah pengguna diperkirakan mencapai lebih dari 1 juta hingga 1,5 juta orang atau sekitar 6–6,5 persen dari total populasi.
Kondisi ini diperparah oleh letak geografis wilayah pesisir timur yang kerap menjadi jalur masuk peredaran narkotika. Labuhanbatu dan sekitarnya disebut sebagai salah satu kawasan rawan yang terdampak langsung.
“Wilayah ini bukan hanya korban, tapi juga kerap menjadi lintasan peredaran. Wajar jika keresahan masyarakat di sana begitu kuat hingga melahirkan kritik melalui karya seni,” katanya.
LIPPSU juga menyoroti persepsi publik terkait lemahnya penindakan terhadap jaringan narkoba. Bahkan, berkembang anggapan adanya praktik perlindungan terhadap bandar yang membuat upaya pemberantasan tidak maksimal.
“Jangan sampai hukum terkesan tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Jika serius memberantas narkoba, harus ada keberanian membongkar jaringan hingga ke akar,” tegasnya.
Azhari mengibaratkan semangat dalam lagu tersebut sebagai “semut merah”—kecil namun solid dan mampu bergerak kolektif. Filosofi itu dinilai menjadi simbol kekuatan rakyat dalam melawan narkoba.
“Semut merah itu kecil, tapi jika bersatu, bisa menjadi kekuatan besar. Ini gambaran bahwa masyarakat siap melawan bersama,” ujarnya.
Ia berharap fenomena lagu Ya Incek tidak berhenti sebagai viral semata, tetapi menjadi momentum membangun gerakan bersama antara masyarakat, aparat penegak hukum, dan pemerintah.
“Ini harus jadi energi kolektif. Perang terhadap narkoba tidak bisa ditunda. Negara tidak boleh kalah dari bandar,” pungkasnya (SS).
Laporan : Suardi, SH.
Laporan : Suardi, SH
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, menyoroti…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…
Karya : Ust. Abdul Latif Khan. MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Setiap manusia dilahirkan diatas bumi, tetap…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, Jumat…