LIPPSU: Kalau Aparat Berani Seperti Emak-Emak di Labura, Para Bandar Narkoba Pasti Hancur Lebur Macam Dihantam Meteor

News23 Dilihat

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik, Sabtu (27/6), menilai aksi nekat seorang emak-emak yang menggerebek barak narkoba di Aek Kanopan, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), 23 Juni 2026 menjadi tamparan keras bagi seluruh aparat penegak hukum.

Menurut Azhari, keberanian seorang ibu rumah tangga yang datang seorang diri, merekam, mendobrak bilik-bilik yang diduga menjadi lokasi pesta sabu, hingga membuat para penghuni berlarian, menunjukkan bahwa keresahan masyarakat terhadap peredaran narkoba telah mencapai titik puncak.

“Apa yang dilakukan emak-emak itu memang sangat berisiko dan tidak patut ditiru. Namun keberaniannya menunjukkan bahwa masyarakat sudah sangat resah terhadap narkoba yang merusak lingkungan dan generasi muda,” ujar Azhari.

Ia mengapresiasi langkah cepat Polres Labuhanbatu dan Polsek Kualuh Hulu yang turun ke lokasi setelah video tersebut viral, kemudian membongkar serta membakar barak yang diduga digunakan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba. Dalam operasi itu polisi juga mengamankan delapan alat hisap sabu (bong) dan satu buah mancis, sementara para terduga pelaku telah melarikan diri sebelum petugas tiba.

Azhari mengatakan, fenomena warga yang akhirnya bergerak sendiri bukan hanya terjadi di Labura.

Dalam beberapa tahun terakhir, aksi serupa juga pernah terjadi di sejumlah daerah, antara lain di Kota Jambi ketika puluhan emak-emak membubarkan lokasi yang diduga menjadi tempat pesta sabu, serta di beberapa wilayah Sumatera Utara ketika warga membongkar lapak yang diduga menjadi lokasi perjudian maupun transaksi narkoba karena mengaku resah terhadap kondisi lingkungan.

“Ini menunjukkan satu pola yang sama. Ketika masyarakat merasa lingkungan mereka terancam, muncul keberanian warga untuk bertindak sendiri. Tentu kondisi seperti ini tidak boleh terus terjadi karena sangat membahayakan keselamatan masyarakat,” katanya.

Menanggapi pertanyaan publik mengenai mengapa lokasi-lokasi yang diduga menjadi sarang narkoba bisa beroperasi cukup lama, Azhari menegaskan hal tersebut harus dijawab melalui penyelidikan aparat penegak hukum.

BACA JUGA :  LIPPSU: Jangan Biarkan 600 Hektare Lebih Lahan PT Socfindo Simpang Gambus Terus Menganga

“Kita tidak boleh langsung menyimpulkan ada pembiaran atau keterlibatan pihak tertentu tanpa bukti. Namun fakta bahwa masyarakat sampai turun sendiri harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh aparat agar deteksi dini, intelijen lapangan, dan tindak lanjut atas laporan masyarakat semakin diperkuat,” ujarnya.

*Usut Tuntas*

LIPPSU juga meminta aparat tidak berhenti pada pembongkaran bangunan semata, tetapi mengusut tuntas jaringan peredaran narkoba mulai dari pengguna, pengedar, pemasok, hingga bandar apabila alat bukti telah mencukupi.

“Dalam perkara narkotika biasanya terdapat mata rantai yang harus diungkap secara menyeluruh. Karena itu aparat harus membongkar seluruh jaringan berdasarkan alat bukti, bukan hanya menangkap pengguna atau membakar baraknya saja,” tegas Azhari.

Ia menambahkan, apabila aparat memiliki keberanian, konsistensi, dan komitmen sebagaimana ditunjukkan keberanian masyarakat yang melaporkan maupun mengungkap aktivitas narkoba, maka ruang gerak para pelaku akan semakin sempit.

“Kalau aparat berani seperti emak-emak di Labura, kami yakin para bandar narkoba akan hancur lebur macam dihantam meteor. Negara harus menunjukkan bahwa tidak ada tempat bagi kejahatan narkotika di Sumatera Utara,” pungkasnya.

Kronologi Dugaan Jaringan Barak Narkoba di Aek Kanopan, Labura

1. Aktivitas diduga berlangsung cukup lama

Berdasarkan rekaman video viral, seorang emak-emak menyebut lokasi tersebut sebagai “gudang” yang diduga beroperasi siang dan malam.

Dalam video, ia mengaku aktivitas di lokasi itu berlangsung hampir 24 jam dan telah lama meresahkan warga.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki kebenaran seluruh dugaan tersebut.

2. Emak-emak menggerebek seorang diri

Didorong keresahan terhadap maraknya narkoba di lingkungan tempat tinggalnya, seorang emak-emak mendatangi lokasi seorang diri.

BACA JUGA :  Eksplorasi PT. Agincourt Resource ditolak tegas Masyarakat Angkola Selatan

Ia merekam seluruh aksinya menggunakan telepon seluler sebagai dokumentasi.

3. Mendobrak bilik-bilik di dalam barak

Emak-emak tersebut membuka dan mendobrak beberapa bilik yang diduga digunakan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba.

Sejumlah orang yang berada di lokasi tampak berhamburan meninggalkan tempat.

4. Menyebut nama terduga pemilik lokasi

Dalam video, emak-emak itu berulang kali menyebut nama “Uki” dan “Kiki” sebagai pihak yang menurutnya terkait dengan lokasi tersebut.

Penyebutan nama ini merupakan isi rekaman warga dan menjadi salah satu bahan penyelidikan kepolisian.

5. Menyebut adanya dugaan jaringan

Dalam rekaman video terdengar emak-emak tersebut meneriakkan adanya “pemakai, penjual, dan pengedar” di lokasi.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari informasi yang kini sedang didalami penyidik dan belum merupakan fakta yang telah diputus pengadilan.

6. Dugaan lokasi sebagai pusat aktivitas

Berdasarkan video dan temuan awal, lokasi berupa barak di samping rumah diduga menjadi tempat berkumpul, transaksi, sekaligus penyalahgunaan narkoba.

Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya sejumlah alat hisap saat polisi melakukan penggerebekan setelah video viral.

7. Polisi turun setelah video viral

Personel Polres Labuhanbatu bersama Polsek Kualuh Hulu mendatangi lokasi.

Saat petugas tiba, orang-orang yang berada di lokasi telah meninggalkan tempat.

8. Barang bukti diamankan

Polisi mengamankan delapan alat hisap sabu (bong) dan satu buah mancis yang ditemukan di lokasi.

9. Barak dibongkar dan dibakar

Untuk mencegah lokasi digunakan kembali, aparat membongkar lalu membakar bangunan barak tersebut hingga rata dengan tanah.

10. Dugaan jaringan mulai dikembangkan

Berdasarkan identitas yang disebut dalam video dan hasil penyelidikan awal, polisi melakukan pengembangan untuk mengungkap dugaan jaringan peredaran narkoba yang terkait dengan lokasi tersebut.

Polisi juga menelusuri dugaan adanya pemasok, pengedar, dan pihak lain yang diduga terlibat.

11. Polisi bantah kabar penangkapan

BACA JUGA :  LIPPSU: Rakyat Melarat, Wakilnya Bergelimang Fasilitas. Lebih Bagus DPR Dibubarkan

Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu menyatakan informasi yang beredar mengenai penangkapan “Uki”u dan “Kiki” tidak benar atau hoaks.

12. Status terkini

Hingga saat ini, polisi menyatakan identitas pihak yang diduga terkait telah dikantongi.

Proses pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat serta pengembangan dugaan jaringan peredaran narkotika masih berlangsung.

KENAPA APARAT TAK BERANI SEPERTI EMAK EMAK INI.

Kota Jambi (Juli 2023)

Puluhan emak-emak di Kelurahan Rawasari menggerebek bangunan eks lokalisasi yang diduga menjadi tempat pesta sabu.

Warga mengaku sudah berulang kali melapor, namun aktivitas tersebut masih berlangsung.

Mereka membubarkan para pengguna dan menemukan sejumlah alat hisap.

Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Agustus 2023)

Kelompok ibu-ibu perwiridan bersama warga mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi narkoba dan perjudian.

Sejumlah bangunan semi permanen dirusak sdinilait bentuk protes atas maraknya narkoba yang dinila meresahkan warga.

Kota Binjai, Sumatera Utara (Agustus 2023)

Belasan emak-emak bersama warga menggerebek ruko yang diduga dijadikan lokasi perjudian tembak ikan dan transaksi narkoba.

Mereka mengusir orang-orang yang berada di lokasi dan merusak sejumlah fasilitas perjudian.

Bagan Deli, Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara (2024)

Warga bersama kelompok ibu-ibu melakukan aksi protes dan mendesak penutupan lokasi yang diduga menjadi sarang narkoba.

Setelah mendapat sorotan publik, aparat melakukan operasi penertiban di kawasan tersebut.

Aek Kanopan, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara (Juni 2026)

Seorang emak-emak menggerebek sendirian barak yang diduga menjadi tempat pesta sabu sambil merekam video.

Ia mendobrak bilik-bilik, membentak para penghuni hingga mereka melarikan diri.

Video tersebut viral dan mendorong polisi melakukan operasi, membongkar serta membakar barak, sekaligus mengamankan delapan alat hisap sabu (bong) dan satu mancis.

Laporan : Zahrul

Posting Terkait

Jangan Lewatkan