Jakarta, 14 Februari 2026.
JAKARTA, PROMEDIA.NEWS | Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mulai menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat industri perkapalan nasional. Salah satu fokus utamanya adalah melakukan konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor galangan kapal guna meningkatkan produksi kapal nelayan dalam negeri.
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, mengatakan proses konsolidasi tersebut akan dipimpin oleh PT PAL Indonesia sebagai perusahaan galangan kapal nasional. Langkah ini ditargetkan rampung pada semester pertama tahun ini.
“Konsolidasinya saya pastikan selesai tahun ini. Kemungkinan besar pada semester satu proses konsolidasi galangan kapal kita sudah tuntas,” ujar Dony saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (12/2).
Perkuat Produksi Kapal Nelayan Nasional
Konsolidasi BUMN galangan kapal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas produksi industri maritim dalam negeri, terutama untuk memenuhi kebutuhan kapal tangkap nelayan. Pemerintah menilai sektor perikanan memiliki potensi besar yang perlu didukung dengan infrastruktur produksi kapal yang kuat dan terintegrasi.
Dengan penguatan ini, galangan kapal nasional diharapkan mampu meningkatkan volume produksi, efisiensi operasional, serta daya saing kapal buatan Indonesia di pasar domestik maupun internasional.
Selain itu, peningkatan produksi kapal nelayan dinilai penting untuk mendukung program pemberdayaan nelayan dan optimalisasi pengelolaan sumber daya laut nasional.
Tak hanya berdampak pada industri, konsolidasi ini juga diproyeksikan membuka peluang kerja baru, khususnya bagi lulusan teknik perkapalan dan bidang terkait lainnya.
“Ini akan membuka banyak lapangan pekerjaan baru bagi saudara-saudara kita yang baru lulus, terutama dari jurusan Teknik Perkapalan dan bidang teknis lainnya,” kata Dony.
Penguatan sektor galangan kapal dinilai dapat menciptakan efek berganda (multiplier effect), mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan kapasitas SDM, hingga tumbuhnya industri pendukung seperti baja, mesin, dan komponen kapal.
Dony menambahkan, langkah konsolidasi BUMN galangan kapal merupakan bagian dari strategi besar pengelolaan aset negara untuk mendorong ekonomi kerakyatan berbasis maritim. Pemerintah ingin memastikan bahwa potensi hasil laut Indonesia dapat dikelola secara optimal oleh kemampuan industri nasional sendiri.
“Dengan konsolidasi ini, kita mengoptimalkan dan memperbarui kemampuan negara dalam mengelola hasil laut kita sendiri. Manfaat ekonominya ke depan akan sangat besar,” ujarnya.
Melalui penguatan industri galangan kapal nasional, pemerintah berharap tercipta ekosistem perikanan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Hal ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam memperkuat kemandirian industri maritim Indonesia.
By: Syafaruddin Sikumbang.






