News

LIPPSU : Kabarnya Kepala Inspektorat Sumut Kantongi 100 Nama Pejabat Di Lingkungan Pemprovsu yang Akan dicopot

MEDAN – Menuju program 100 hari Gubernur Sumut Bobby Nasution saat ini sedang ‘mendramatisir’ bersih-bersih pejabat eselon 2, 3 dan 4 di lingkungan Pemprovsu, yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi ASN di Pemprovsu.

“Drama bersih bersih ini, kabarnya Sulaiman Kepala Inspektorat sudah mengantongi 100 lebih nama pejabat esolan 2, 3 dan 4 yang bakal dibersihkan dan dicopot dari tugas dan jabatannya,” sebut Azhari.

Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari A.M Sinik, menyikapi dramatisir bersih-bersih di lingkungan Pemprovsu saat ini memang sedang berjalan dan lagi dikelola oleh Ka Inspektorat Daerah Sumut yang dikomandoi Sulaiman.

“Sebelumnya 8 pejabat eselon 2 yang dicopot dan mengundurkan diri dan tidak tahu permasalahannya, publikpun menjadi bertanya tanya, ada apa ini. Amanah tugas Inspektorat ini merupakan perintah Gubernur Sumut Bobby Nasution,” ujarnya.

Sinik menyebut sedang menghimpun berbagai informasi dan keluhan dari para ASN yang mengabdi di Pemprovsu selama ini, termasuk lebih dari 100 nama yang sudah dikantongi Sulaiman.

“Dramatisir bersih-bersih di lingkungan Pemprovsu ini sedang kami ikuti, secara grilya dan meraton,” ucap Ari Sinik.

Berbagai cara para pejabat esolan 2, 3 dan 4 masa periode Gubernur Pj. Hasanudin dan Fatony saat ini banyak diperiksa oleh pasukan Inspektorat yang dikomandoi Sulaiman Harahap. Dasar itulah nanti mereka dicopot atau ditekan untuk mundur bila ada temuan dan masalah yang katanya merugikan keuangan daerah, ungkap Ari Sinik.

“Anehnya, tim Inspektorat memeriksa sudah melewati batas tupoksi kerja dan di luar kemanusiaan maupun keharmonisan yang selama ini terbangun di Pemprovsu. Ada info yang kami terima, adanya unsur pemerasan dan menakut-nakuti, bila LHP pertanggungjawabannya tidak clear, dilaporkan ke Kejaksaan untuk ditekan. Nah ini drama “managemant conflict” dibangun dan dimainkan. Bagaikan kelompok mafia dendam kesumat,” ungkap Ari Sinik.

Seperti info yang ia akui terima dari beberapa OPD yang saat ini, menjadi sasaran target pemeriksaan. Bahwa pemeriksaan yang dilakukan sudah diluar tupoksi, bagaikan hakim yang langsung memutuskan seseorang itu bersalah, tanpa bisa bela atas laporan pertanggung jawaban.

“Mereka bagaikan malaikat seakan tak punya kesalahan, padahal Institusi Pemprovsu saat ini diisi oleh oknum oknum kotor yang punya dosa” korupsi,” tutup Ari Sinik. (Red)

redaksi2

Recent Posts

Dari Tower B Rs Haji Medan, Jejak Anggaran UPTD Kesehatan Dinkes Sumut Mulai Dipertanyakan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Pembangunan fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi simbol peningkatan pelayanan publik kini justru…

21 Juli 2026

LIPPSU: Bangun Rumah Mewah Di Wins Square Pakai Pola Lama. Izin PBG Ditukangi, Bagi Bagi Duit, PAD Terus Bocor Keliling

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) meminta Pemerintah Kota Medan mengusut…

21 Juli 2026

LIPPSU: Puluhan Tuyul Kepala Hitam Jaga Judi Las Vegas Di Binjai, Aparat Datang Ke Sana Pulang Bawa Duit Segepok

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari A.M Sinik,…

21 Juli 2026

Wins Square Ilegal? LIPPSU Desak Pemko Medan Stop & Segel Proyek Ruko di Jalan Ibrahim Umar, Diduga Tak Kantongi PBG

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Pembangunan ruko mewah Wins Square di Jalan Ibrahim Umar Simpang Perjuangan, Kel.…

21 Juli 2026

Lima Rumah Rusak akibat Ledakan Dahsyat di Grand Polonia Medan. Ada apa?

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Suara ledakan dahsyat menggegerkan warga dan pengguna jalan di seputaran Jalan Perhubungan…

20 Juli 2026

LIPPSU: Kepling Disuruh Nobar Sambil Teriak Teriak, Pulang Subuh Dibentak Istri Tuntut Upah Pungut Yang Masih Disembunyikan Di Meja Kepala Bapenda Medan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) menyoroti keluhan para Kepala Lingkungan…

20 Juli 2026