Dua Direksi Perumda Tirtanadi Bentar Lagi Masuk Jurang. Kini Ngos-Ngosan Ditekan Habisan Dari Luar Dan Dalam

Sumut159 Dilihat

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari AM Sinik, menilai Perumda Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara sedang menghadapi tekanan besar baik dari internal maupun eksternal perusahaan, menyusul krisis distribusi air bersih yang melanda sejumlah wilayah Kota Medan dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Azhari, kondisi tersebut semakin berat karena saat ini jajaran direksi definitif Perumda Tirtanadi hanya tersisa dua orang, yakni Direktur Utama Ardian Surbakti dan Direktur Air Limbah Ikrimah Hamidy.

“Secara manajerial tentu beban yang dihadapi sangat berat. Di tengah derasnya keluhan masyarakat akibat gangguan distribusi air, direksi definitif yang aktif hanya tinggal dua orang. Ini situasi yang tidak ideal bagi sebuah BUMD sebesar Tirtanadi,” kata Azhari, Sabtu (13/6/2026).

Menurut Azhari, kedua direksi itu menurut sumber-sumber ngos-ngosan karena tekanan dari luar dan dalam perusahaan dan diisukan sedang berada di tepi jurang.

Berbagai masalah terus menekan keduanya yang menyebut Dirut Tirtanadi Ardian Surbakti tidak bisa bekeja kerja, tidak kompeten namun tetap dipaksakan jadi Dirut. Sementara Ihkrima Hamidy Dirut Limbah juga tidak bisa bekerja, tidak kompeten dan tidak punya keahlian dibidangnya tapi dipaksakan duduk. Lalu muncul masalah puluhan pegawai didemosi (diturunkan pangkatnya) secara sepihak.

BACA JUGA :  Hujan Tak Mau Pergi, Bencana Pun Datang: Sumut Dikepung Banjir dan Longsor Ulah Pimpinan Tangan Kotor

Namun sejauh ini belum ada konfirmasi terkait hal tersebut di atas.

*Belum Diisi Pejabat Definitif*

Direktur Eksekutif LIPPSU Azhari AM Sinik menjelaskan, posisi Direktur Administrasi dan Keuangan kosong setelah Salman Farizi Sihotang mengundurkan diri pada 14 April 2026. Sementara posisi Direktur Air Minum hingga kini belum diisi pejabat definitif dan masih dijalankan oleh pelaksana tugas (Plt).

Menurutnya, kekosongan dua posisi strategis tersebut berpotensi memengaruhi efektivitas koordinasi saat perusahaan menghadapi situasi darurat.

“Krisis yang terjadi sekarang membutuhkan pengambilan keputusan cepat. Ketika struktur direksi tidak lengkap, tentu beban koordinasi dan tanggung jawab akan lebih banyak bertumpu kepada Direktur Utama dan Direktur Air Limbah,” ujarnya.

Sorotan terhadap Perumda Tirtanadi menguat setelah terjadinya gangguan distribusi air yang berdampak pada sejumlah kawasan di Kota Medan. Warga di beberapa kecamatan dilaporkan mengalami kesulitan memperoleh air bersih dan harus mengandalkan bantuan mobil tangki.

BACA JUGA :  Undian “Gebyar Pajak Sumut 2026” Disorot, Digelar Tanpa Ada Izin Kementerian Sosial

Gangguan tersebut terjadi setelah kerusakan fasilitas operasional di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Deli Tua yang dipicu dampak pemadaman listrik regional, ditambah pecahnya jaringan distribusi utama berdiameter 1.000 milimeter di kawasan Delitua.

Akibatnya, distribusi air ke sejumlah wilayah seperti Medan Amplas, Medan Area, Medan Kota, Medan Maimun dan kawasan lainnya sempat terganggu dalam beberapa hari terakhir.

Azhari menilai peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola perusahaan, termasuk percepatan pengisian jabatan direksi yang masih kosong.

“Yang dibutuhkan masyarakat sekarang adalah kepastian pelayanan. Pemerintah Provinsi Sumut sebagai pemegang saham harus segera memastikan struktur manajemen Tirtanadi lengkap agar proses pengambilan keputusan lebih efektif,” katanya.

*Tanggapan Tirtanadi*

Sementara itu, Perumda Tirtanadi menegaskan bahwa operasional perusahaan tetap berjalan normal meskipun terdapat kekosongan pada sejumlah jabatan direksi.

BACA JUGA :  LIPPSU: Katanya Efisiensi, Bapenda Sumut Malah Hamburkan Anggaran Belanja Suvenir, Cenderamata Dan Iklan Media

Direktur Utama Ardian Surbakti sebelumnya menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan distribusi air yang terjadi dan memastikan seluruh tim teknis bekerja penuh untuk mempercepat pemulihan layanan.

Manajemen menjelaskan gangguan distribusi disebabkan kombinasi kerusakan mesin operasional di IPAM Deli Tua akibat dampak pemadaman listrik serta pecahnya pipa jaringan distribusi utama yang menjadi tulang punggung pasokan air ke sejumlah kawasan pelanggan.

Perusahaan juga telah mengerahkan mobil tangki air bersih ke wilayah terdampak, membuka layanan pengaduan pelanggan, serta melakukan perbaikan jaringan dan normalisasi sistem produksi secara bertahap.

Terkait kondisi direksi, manajemen menegaskan roda organisasi tetap berjalan melalui mekanisme kolektif kolegial bersama jajaran direksi yang ada, pejabat pelaksana tugas, serta kepala-kepala divisi untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap terlaksana.

Perumda Tirtanadi juga menyatakan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam upaya percepatan pemulihan layanan dan penguatan tata kelola perusahaan ke depan.

Laporan : Heriyanto