Dinkes Sumut Minta Warga Waspadai Virus Hanta, Tikus Jadi Sumber Penularan Mematikan

Sumut37 Dilihat

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Virus Hanta, penyakit menular yang berasal dari tikus dan hewan pengerat dengan tingkat kematian cukup tinggi.

Imbauan itu disampaikan menyusul keluarnya surat edaran kewaspadaan dan kesiapsiagaan dari Kementerian Kesehatan RI terkait potensi penyebaran penyakit zoonosis tersebut di Indonesia.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal, mengatakan ancaman Virus Hanta tidak boleh dianggap sepele karena penularannya berkaitan langsung dengan kondisi lingkungan dan sanitasi masyarakat.

“Penyakit Hanta Virus merupakan penyakit zoonosis dengan case fatality rate tinggi sehingga membutuhkan partisipasi masyarakat untuk bersama mewaspadai gejala penyakit dan faktor lingkungan yang memicu wabah,” ujar Hamid, Selasa, (19/5).

BACA JUGA :  VIRALKAN.. Lagi-lagi Keracunan MBG, Seperti ini Masih dikatakan wajar

Virus Hanta ditularkan melalui paparan urine, air liur, maupun kotoran tikus yang mencemari udara atau permukaan benda. Risiko penularan meningkat di lingkungan lembap, gudang tertutup, kebun, saluran air, hingga area yang menjadi sarang hewan pengerat.

Karena itu, Dinkes Sumut meminta masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.

Warga juga diminta menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi kotoran tikus.

BACA JUGA :  Disdik Sumut Pastikan Dana BOS Tahap I Bisa Digunakan, Kabar Baik Sekolah!

Selain pencegahan lingkungan, pemerintah mulai memperkuat sistem pengawasan kesehatan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

Pengawasan difokuskan pada kasus infeksi saluran pernapasan akut, pneumonia, hingga penyakit demam yang memiliki gejala menyerupai infeksi Virus Hanta.

Pemerintah juga telah menunjuk RSUP H. Adam Malik sebagai rumah sakit rujukan penyakit infeksi emerging di Sumatera Utara.

Menurut Hamid, masyarakat perlu segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, gangguan pernapasan, hingga penurunan fungsi ginjal setelah beraktivitas di lingkungan berisiko.
Meski kewaspadaan diperketat, Dinkes Sumut memastikan hingga kini belum ditemukan laporan Kejadian Luar Biasa (KLB) Virus Hanta di wilayah Sumatera Utara.

BACA JUGA :  LIPPSU Desak KPK dan Kejatisu Usut Dugaan Korupsi Pembahasan R-APBD 2026 Kota Padangsidimpuan

“Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak panik dan memperoleh informasi dari sumber resmi pemerintah untuk menghindari hoaks,” katanya.

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan kondisi sanitasi di sejumlah wilayah perkotaan maupun perkebunan, ancaman penyakit berbasis lingkungan dinilai menjadi tantangan baru sektor kesehatan.

Pemerintah menilai pencegahan dini dan kesadaran publik menjadi kunci utama agar penyebaran Virus Hanta tidak berkembang menjadi wabah yang lebih luas.

Laporan : Nita