Sumut

Dapur MBG Diduga Abaikan Dampak Lingkungan, Warga Dusun III Mekar Sari Terancam Banjir Permanen

DELI TUA, PROMEDIA.NEWS | Masyarakat Dusun III Desa Mekar Sari saat ini resah atas keberadaan Dapur MBG yang telah beroperasi di wilayah ini kini menuai keresahan serius. Dengan aktivitas pembuangan air limbah ke parit tanpa mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar dinilai sebagai bentuk ketidakpedulian yang berpotensi memicu konflik sosial.

Parit di Jalan Banteng Ujung saat ini dalam kondisi memprihatinkan. Saluran air tersebut masih tertutup tanah dan batu akibat penimbunan sawah oleh pengusaha kaplingan, dan hingga kini belum dilakukan perbaikan.

Akibatnya, setiap aliran air yang masuk ke parit tidak dapat mengalir menuju Sungai Batuan sebagaimana mestinya. Kondisi ini diperparah dengan pembuangan air dari operasional Dapur MBG, yang membuat parit meluap ke badan jalan.

Ironisnya, meski tidak dalam kondisi hujan, genangan air tetap terjadi. Jalan berubah seperti kolam, dan dikhawatirkan jika hujan turun. Takut rumah warga menjadi korban. Situasi ini bukan hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Warga menilai, jika persoalan ini tidak segera ditangani secara serius oleh pemerintah daerah, maka potensi kemarahan masyarakat tidak dapat dihindari.

Kepala Desa Mekar Sari, Juliadi, disebut telah menerima laporan dari warga dan berjanji akan menegur pemilik Dapur MBG serta mencari solusi. Namun demikian, masyarakat berharap tindakan cepat dan nyata, bukan sekadar teguran.

Lebih memprihatinkan lagi, dampak terparah justru dirasakan oleh pihak lain di sekitar lokasi, termasuk dapur lain yang berada di hilir, tepatnya di Jalan Banteng Ujung No. 76, yang kini menjadi titik genangan paling parah setiap kali air meluap.

Warga mendesak agar Bupati Deli Serdang turun langsung melihat kondisi ini.

Penanganan saluran drainase, penertiban usaha yang tidak memperhatikan lingkungan, serta tanggung jawab pengusaha kaplingan menjadi hal mendesak yang tidak bisa ditunda.

Jika dibiarkan, ini bukan lagi sekadar genangan air—melainkan awal dari bencana yang disengaja.

Laporan : Suardi.

redaksi2

Recent Posts

Antre BBM Belum Usai, Mobil Tangki Pertamina “Kencing” Pula Tengah Malam

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di…

19 Juli 2026

Perang Mulut Tak Kunjung Mereda Macam Adu Tarung Pedang Samurai, Pantas Antre BBM Belum Usai

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

19 Juli 2026

Adu Kuat Tarik Tambang Kubu Jokowi – Prabowo

Oleh : Zulfihanda A.M Sinik MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera…

18 Juli 2026

Dua Oknum Dewan Diduga Hambat Eksekusi Aset Pemko Medan Di Contempo

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Ketua Lembaga Pemerhati Pembangunan dan Pemilu Sumatera Utara (LP3SU), Salfimi Umar, Jumat…

18 Juli 2026

Tim Terpadu Pemprovsu Gencar Berantas PETI di Madina, Pemkab Malah Backing PETI dan Menari-Nari Kegirangan di Sana

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Keseriusan Tim Terpadu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama aparat penegak hukum dalam…

18 Juli 2026

Tim Terpadu Pemprov Sumut Tegaskan Komitmen dan Konsistensi Berantas “Ilegal Mining” di Madina. Tepis Asumsi Liar PETI Kotanopan

MADINA, PROMEDIA.NEWS - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melalui Tim Terpadu menegaskan kembali sikap…

18 Juli 2026