MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Wakil Ketua Korbid Politik, Hukum dan HAM DPD Partai GOLKAR Sumatera Utara, Riza Fakhrumi Tahir, mengatakan pihaknya menjamin Musda XI Partai GOLKAR Sumatera Utara akan berlangsung adil, jujur dan terbuka.
Pemahaman adil, jujur dan terbuka, kata Riza, Musda XI mendatang akan berlangsung secara konstitusional dan demokratis. “Konstitusi GOLKAR menjamin rasa adil kepada peserta Musda, dan demokratis menjamin Musda terlaksana terbuka, jujur dan transparan, tidak ada yang ditutup-tutupi apalagi dimanipulasi,” katanya kepada wartawan.
Meski Musda XI Partai GOLKAR Sumut belum terjadwal, namun Riza mengatakan Insya Allah Musda dilaksanakan dalam waktu dekat dengan semangat kebersamaan, kekeluargaan dan konstitusional. Pada waktunya Ketua DPD Partai GOLKAR Sumut, H. Musa Rajekshah, akan mengumumkan secara resmi jadwal Musda XI.
Sesuai Juklak No. 02/2025 tentang Pelaksanaan Musda, kata Riza, paska penetapan jadwal Musda XI, maka Panitia Penyelenggara yang dibentuk, segera melaksanakan tugas, di antaranya menyusun jadwal dan tata tertib Musda, program kerja dan lain-lain. Yang paling penting, panitia pengarah (steering committe) segera menjadwalkan pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai GOLKAR Sumut beberapa hari menjelang Musda XI.
Penentuann jadwal pendaftaran bakal calon ketua, ujar tokoh senior, ini sangat penting untuk memastikan siapa saja yang tampil sebagai bakal calon ketua. Ini adalah kesempatan para kader untuk menduduki jabatan tertinggi Partai GOLKAR di Sumut.
Menurutnya, panitia penyelenggara melalui panitia pengarah akan mengklarifikasi dan memerifikasi bakal calon yang mendaftar memenuhi syarat atau tidak. Bakal calon yang tidak memenuhi syarat akan tereliminasi.
“Hasil klarifikai dan perifikasi akan disampaikan di sidang paripurna Musda. Saya pikir, ini prosedur tetap dari Musda ke Musda. Semua pemilik suara, bahkan para bakal calon sudah faham mekanisme ini,” kata Riza.
Dia mengungkap, Ketua DPD Partai GOLKAR Sumut, Musa Rajekshah, selalu mengatakan memersilahkan para kader untuk maju sebagai kandidat ketua. Ini sikap terbuka Ijeck yang sangat baik. Kalau memenuhi syarat, lanjut Riza, maju saja. Dapatkan dukungan minimal 12 suara dari 39 suara.
“Kalau sudah dapat dukungan, tidak perlu lagi grusa grusu kesana kemari mencari dukungan. Tidak perlu jual-jual oknum DPP untuk dapat dukungan. Majulah dengan percaya diri dengan kekuatan diri sendiri,” kata Riza.
Riza berharap para pemilik suara, yakni DPD GOLKAR Kabupaten dan Kota serta Ormas Pendiri dan Didirikan Partai GOLKAR agar tidak terbius informasi oknum-oknum tertentu bahwa dukungan DPP diberikan pada seseorang. Para pemilik suara, lanjutnya, agar melihat Musda-musda di provinsi lain yang berlangsung secara terbuka dan adil. Tidak ada kandidat yang mengaku-ngaku dapat dukungan DPP maupun Ketua Umum.
Menurut Riza, menjelang Musda GOLKAR Sumut ada yang mengaku dapat dukungan DPP, silahkan saja. Tapi, yang terpilih sebagai ketua di Musda-musda provinsi lain adalah dia yang berprestasi dan mendapat dukungan kuat arus bawah, bukan karena dukungan atau kedekatan dengan ketua umum.
“Jadi, melihat Musda di provinsi lain, mungkin saja yang berprestasi dan mendapat dukungan kuat arus bawah yang terpilih sebagai Ketua GOLKAR Sumut. Ketum DPP tidak pernah meng-endors seseorang menjadi Ketua. Ketum Bahli, itu seorang aktifis dan demokratis. Dia selalu menyerahkan pada kekuatan arus bawah. Saya harap, kita di Sumut lebih rasional dan realistis,” ujarnya. (520)






