Categories: News

WARGA BEREBUTAN MINUM AIR SINKHOLE, What..??

By.: Ir. Syafaruddin Sikumbang

Padang, 9 Januari 2026.

PADANG, PROMEDIA.NEWS | Sekarang lagi ramai banget warga berbondong-bondong ke sinkhole Situjuah Batua Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat itu, ambil air biru jernih pakai botol, jeriken, bahkan ada yang langsung minum di tempat.

Sinkhole atau lubang raksasa yang terjadi hingga menyebabkan tanah “terserap” ke dalam bumi, dapat terjadi di mana saja. Sinkhole terjadi karena tanah ambles ke dalam bumi. Lubang muncul setelah tanah atau batuan di bawahnya runtuh atau terkikis, larut dalam air, atau terdegradasi melalui proses lain.

https://youtu.be/sV_217xtVCU?si=88_QIrRxa-T7IaeH

Karena dipercaya bisa obatin penyakit (katanya air suci atau ajaib). Mereka bilang karena biru neon kayak air zamzam atau telaga surga, pasti berkah.

Narasi resmi pemerintah & Badan Geologi (6–8 Januari 2026): Air itu dari aquifer tanah dalam (mata air bawah tanah di lapisan karst gamping), super jernih karena terfilter alami batu kapur, warna biru cuma pantulan cahaya langit (Rayleigh scattering).

Mereka bilang aman secara fisik—bahkan ada warga coba minum langsung di lokasi, nggak langsung sakit.

Tapi sebaliknya, ini justru “Berpotensi” beracun.

Mengapa? Karna : di kawasan karst Indonesia (kayak Limapuluh Kota ini, full batu gamping malihan & mineral vulkanik), air aquifer dalam sering larutkan logam berat & mineral berbahaya dari batuan sekitar.

Contoh logamnya:

  1. Kalsium & magnesium tinggi (hard water) 👉 bikin batu ginjal kalau diminum rutin.
  2. Besi (Fe), mangan (Mn) 👉 Bikin air terasa metalik, lama-lama ganggu hati & saraf.
  3. Timbal (Pb), arsenik (As), merkuri (Hg) : Dari vein mineral pendamping (emas/aluvial kecil di karst Sumbar) 👉 racun kronis, kanker, kerusakan otak, ganggu anak kecil.
  4. Aluminium & silika : Dari erosi gamping, ganggu tulang & ginjal.

Ini bukan saya rekayasa, banyak studi geologi Indonesia (UGM, UNPAD, jurnal karst Gunung Sewu/Maros) tunjukin air karst dalam, rentan kontaminasi logam berat, apalagi kalau ada gangguan (hujan ekstrem atau beam buatan buka rongga mendadak, kayak sekarang).

Biru jernih bukan tanda suci, malah sering tanda terjadi ionisasi atau larut mineral berlebih.

Mirip danau biru bekas tambang (Kaolin Belitung)—cantik, tapi mengandung logam berat, bahaya diminum rutin.

(Viralkan)

redaksipro

Recent Posts

Dana BOS Miliaran, Kepala SMAN 1 Batang Kuis Diduga Pungli Siswa Baru Rp100 Ribu per Siswa

DELI SERDANG, PROMEDIA.NEWS - Awal tahun ajaran baru 2026, SMAN 1 Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang,…

20 Juli 2026

Aseng Kayu Mafia Judi Brahrang Binjai Kebal Hukum, Didemo AFMS “Dikeker” Poldasu

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Polda Sumatera Utara berjanji akan menindaklanjuti laporan warga terkait awetnya judi milik…

20 Juli 2026

LIPPSU: Pembangunan Blok D RS Haji Medan Diganjal Kisruh Tower B

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) mengingatkan agar pembangunan Blok D…

20 Juli 2026

Mengenal Ulama Dunia, Renungan Berdasarkan Pandangan Imam Al-Ghazali

Oleh: Ust Abdul Latif Khan MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Sebagai seorang mukmin hamba Allah dan Umat…

19 Juli 2026

LIPPSU: PKH dan KIP Warga Medan “Digergaji” Hingga Putus, Rico Waas Asyik Nobar Piala Dunia Sambil Teriak ‘Hajar Terus, Bro, Ya, Ya.. Gooool’

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Gelombang pemutusan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Pintar…

19 Juli 2026

LIPPSU: Bapenda Medan Sudah Berkali-kali Merayu Wajib Pajak, Tapi Upah Pungut Kepling Nunggu “Terbawa Arus Air Terjun Sigura-gura”

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari A.M Sinik,…

19 Juli 2026