News

SITI MAWARNI MENGGUGAT, SUMUT DARURAT NARKOBA

LABUHANBATU, PROMEDIA.NEWS | Sekitar 20 tahun yang lalu, saya mengikuti kongres anak-anak remaja “tertuduh” pengguna Narkoba di Jakarta. Mereka menyuarakan diri sebagai korban, bahkan UU Narkoba-pun jadi pembahasan yang dianggap lebih menyudutkannya, ketimbang bagaimana menjangkau jaringan “pengusaha dan oknum aparat”.

Pada titik ini, mereka benar, telah menjadi korban nafsu harta dan jabatan oknum aparat. Miris memang negara ini. Masyarakat tidak punya pilihan untuk menyuarakan kemirisannya.

Belakangan ini, jagat maya diramaikan dengan lagu berjudul “Siti Mawarni”. Lagu tersebut viral karena dianggap merepresentasikan kegelisahan sebagian masyarakat terhadap persoalan peredaran narkoba.

Lagu itu diciptakan oleh Amin Wahyudi Harahap, warga Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara yang menuangkan keresahan pribadinya terkait maraknya narkotika ke dalam sebuah karya musik.

Amin Wahyudi Harahap, warga Labuhanbatu yang menciptakan lagu viral ‘Siti Mawarni’. (Dok. Instagram @aminwahyudiharahap169)

Sekarang lagu, “Siti Mawarni” dijadikan sebagai simbolisasi dari kegelisahan ini, sambil menunggu, kapan pejabat Negara ini bertaubat, entahlah sampai kapan masyarakat menunggu.

 

Lagu Siti Mawarni Viral!

Fenomena ini menandai pergeseran dari kritik perilaku ke kritik sistemik, hal ini merupakan sinyal melemahnya kepercayaan publik terhadap mekanisme kontrol formal kenegaraan. Dari sisi resepsi publik, viralitas lagu ini memperlihatkan adanya resonansi kolektif.

Artinya, pesan lagu ini tidak berdiri sendiri, tetapi berkelindan dengan pengalaman sosial lainnya yang sudah ada di masyarakat. Ini, mencerminkan sebagai erosion of institutional trust, di mana publik mulai memandang institusi negara tidak lagi sepenuhnya netral atau dapat diandalkan.

Berbeda dari lagu pada umumnya yang mengangkat tema percintaan, “Siti Mawarni” hadir dengan lirik bernuansa kritik sosial yang menyoroti persoalan narkoba, khususnya sabu, di wilayah Sumatera Utara. Lantas, siapa sebenarnya sosok “Siti Mawarni” yang dimaksud dalam lagu tersebut?

Amin menjelaskan bahwa “Siti Mawarni” bukanlah sosok nyata, melainkan karakter fiktif yang ia ciptakan untuk mendukung lirik lagu.

“Siti Mawarni ini adalah tokoh fiktif. Pertama ini mau saya buat Siti Markonah, tapi Siti Markonah itu lebih terkenal di Betawi, di daerah Jakarta. Jadi saya buat ke arah daerah saya, apalagi daerah saya kan daerah puisi, daerah Melayu,” kata Amin dalam wawancara dengan awak PromediaNews, Minggu (26/4/2026).

Ia juga menambahkan alasan pemilihan nama tersebut berkaitan dengan pertimbangan budaya dan agama. Menurutnya, tidak tepat jika menyandingkan nama besar dalam Islam dengan tema yang berkaitan dengan narkotika.

“Jadi kalau pantun tuh biasa itu pakai nama orang, pakai nama buah. Jadi saya buat aja nama Siti Mawarni, ini tokoh fiktif. Solehudin juga tokoh fiktif, untuk mendukung lirik lagu itu. Maka di awal tadi saya bilang, tak elok rasanya, tak elok dalam hati Siti Fatimah binti Rasulullah saya sandingkan dengan lirik narkoba gitu. Makanya saya ganti jadi Siti Mawarni. Itu kira-kira,” ujarnya.

Lebih lanjut, Amin menceritakan bahwa lagu “Siti Mawarni” lahir dari kegelisahan maraknya peredaran narkoba di wilayahnya dan seluruh daerah di Provinsi Sumatera Utara dan tidak menutup kemungkinan di seluruh Indonesia yang dinilainya seperti tidak kunjung selesai.

“Jadi yang pertama itu adalah keresahan di dalam hati kita tentang maraknya narkoba. Apalagi kita buka media sosial sehari ini, ternyata penangkapan narkoba, penangkapan narkoba. Artinya dari mulai kita masih muda sampai saat ini usia 42 tahun, kenapa sih narkoba ini nggak habis. Kita tidak menyalahkan pejabat sekarang atau terdahulu, tapi kenapa ini tidak habis-habis,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kekhawatiran tersebut didasari atas rasa tanggung jawab sebagai orang tua untuk melindungi masa depan generasi muda, termasuk anak-anaknya.

“Saya punya anak-anak gadis, punya anak muda. Yang saya khawatirkan narkoba ini nggak habis-habis,” tambahnya.

Lagu Siti Mawarni, telah berkelana ke sudut-sudut seantero negeri, ia telah menjadi “pemantik kecurigaan” terhadap aktor-aktor aparat yang telah menjadi boneka bandar. Mengapa mereka yang seharusnya penegak dan penjaga moral justru tersandera dalam pusaran bisnis Narkoba?

 

Pesan di Balik Lagu “Siti Mawarni”

Amin menyebut lewat lagu tersebut ia ingin menyampaikan pesan tentang kondisi darurat narkoba di Sumatera Utara maupun wilayah lainnya.

“Pesan yang disampaikan itu adalah bagaimana peningkatan totalitas narkoba di seluruh Sumatera Utara atau di luarnya. Kenapa narkoba ini ngga habis-habis, itu yang menjadi tanda tanya saya. Dalam lagu itu saya seperti berdoa kepada Allah, di titik terakhir harapan saya. Cabut nyawanya ya Allah bandar itu,” ungkapnya.

Amin juga berharap lagu tersebut dapat dipahami sebagai bentuk kepedulian sosial, bukan dipelintir menjadi hal yang negatif.

“Saya tetap kepada kawan-kawan agar memanfaatkan momentum ini menjadi positif. Jangan memelintir atau membuat sesuatu negatif terhadap video atau lagu ini,” pungkasnya.

HIDUP INDAH TANPA NARKOBA.

NARKOBA MERUSAK MASA DEPAN ANAK BANGSA.

BERANTAS NARKOBA SAMPAI KE AKAR-AKARNYA.

APARATUR PENEGAK HUKUM JANGAN BERMAIN API DENGAN NARKOBA.

TINDAK TEGAS SIAPAPUN PELAKU PENYEBARAN DAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA.

Laporan: Syafaruddin Sikumbang.

 

redaksipro

Recent Posts

LIPPSU: Rp14 Triliun Kredit Macet, BNI Medan Jangan “Lari Malam”

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

31 Mei 2026

Di Tembung, Abang Beradik Jalankan Bisnis Gelap Jual Sepedamotor Sistem Online Di Gudang Misterius

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, menyoroti…

31 Mei 2026

Titi Gantung Dulu Bangunan Cagar Budaya Bersejarah, Kini Dibiarkan Semrawut dan Belepotan di Sana-Sini

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

31 Mei 2026

LIPPSU: Di Sini Pertalite Dibatasi, Di Tempat Lain Mafia BBM Pesta Keuntungan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

31 Mei 2026

Aku Taat dan Menyembah-Mu, Mengapa Ujian Ini Tak Berkesudahan Ya Rabb?

Karya : Ust. Abdul Latif Khan. MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Setiap manusia dilahirkan diatas bumi, tetap…

31 Mei 2026

LIPPSU: PT PSU Salah Urus Sejak Awal, Kini Semua Hancur Lebur Jadi “Tepung Terigu”

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, Jumat…

30 Mei 2026