PERDANA MENTRI ISRAEL DI TEMBAK MATI OLEH ORANGNYA SENDIRI (Dokumentasi PromediaNews).
Teheran, 24 Maret 2026.
TEHERAN, PROMEDIA.NEWS | Yitzhak Rabin: Pejuang dan Arsitek Perdamaian. Yitzhak Rabin (1 Maret 1922 – 4 November 1995) adalah tokoh militer dan politik Israel yang dihormati. Ia menjabat dua kali sebagai Perdana Menteri Israel (1974–1977 dan 1992–1995) dan merupakan perdana menteri pertama yang lahir di tanah Israel. Kariernya mencakup peran penting sebagai kepala staf Angkatan Pertahanan Israel dalam Perang Enam Hari 1967, hingga upayanya yang berani mencari perdamaian dengan tetangga Arab. Pada tahun 1994, Rabin dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian bersama Shimon Peres dan Yasser Arafat atas peran mereka dalam menandatangani Perjanjian Oslo, yang bertujuan menyelesaikan konflik Israel-Palestina.
Pada malam 4 November 1995, Rabin menghadiri rapat umum perdamaian besar di Lapangan Raja-raja Israel (sekarang Lapangan Rabin) di Tel Aviv untuk mendukung proses perdamaian tersebut. Setelah berpidato, Rabin berjalan menuju mobilnya di area parkir yang agak gelap di dekat balai kota. Sekitar pukul 21.30, saat ia bersiap masuk ke kendaraan, seorang pemuda berusia 25 tahun bernama Yigal Amir melangkah maju dan melepaskan tiga tembakan dari jarak dekat. Dua peluru mengenai Rabin di bagian dada dan perut, sementara satu peluru lainnya melukai pengawalnya, Yoram Rubin. Rabin segera dilarikan ke Rumah Sakit Ichilov, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan dan ia meninggal dunia di meja operasi.
Yigal Amir adalah seorang mahasiswa hukum beraliran kanan radikal dari Universitas Bar-Ilan, warga negara Israel sendiri. Ia sangat menentang Perjanjian Oslo dan kebijakan Rabin yang dianggapnya mengancam hak historis orang Yahudi atas Tepi Barat dan Jalur Gaza. Amir meyakini bahwa berdasarkan hukum Yahudi tradisional (din rodef), Rabin dianggap sebagai “pemburu” yang membahayakan nyawa orang Yahudi, sehingga pembunuhan terhadapnya dianggap sebagai tindakan yang dibenarkan. Ia tidak berusaha melarikan diri setelah menembak dan langsung ditangkap di tempat kejadian. Dalam persidangan, Amir mengakui perbuatannya dan menyatakan tidak menyesali tindakannya. Ia akhirnya divonis penjara seumur hidup ditambah enam tahun penjara karena melukai pengawal Rabin.
Meskipun identitas pelaku dan pengakuannya sudah jelas, peristiwa ini tetap memunculkan berbagai misteri dan teori konspirasi yang bertahan hingga kini. Beberapa pihak mempertanyakan detail kejadian, seperti laporan mengenai perbedaan temuan balistik, durasi perjalanan ke rumah sakit yang dianggap terlalu lama meskipun jaraknya dekat, serta kesaksian yang saling bertentangan mengenai luka yang ditemukan pada tubuh Rabin. Namun, penyelidikan resmi dan pengadilan telah memastikan bahwa Yigal Amir adalah satu-satunya pelaku dalam peristiwa yang mengguncang Israel dan dunia ini..
By: Syafaruddin Sikumbang.
MEDAN, PRIMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, Sabtu…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, menyoroti…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari AM Sinik, Minggu (31/5/2026), menyoroti belum tuntasnya sengketa…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, Minggu…