Masrul Badri: Ketimpangan Internet Masih Jadi Tantangan Serius di Sumut

News445 Dilihat

Medan, 15 Desember 2025

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Pengamat pendidikan sekaligus mantan Kepala Dinas Kota Medan, Drs. Masrul Badri, M.Psi, menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi emas Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.

Namun, ia mengingatkan bahwa transformasi digital di sektor pendidikan masih menghadapi tantangan struktural serius, terutama ketimpangan akses internet dan infrastruktur teknologi antarwilayah.

Hal tersebut disampaikan Masrul Badri saat menjadi narasumber dalam Dialog Publik bertema “Tantangan dan Peluang Pembangunan Sumatera Utara ke Depan” yang digelar di Kopi Kereta Api (KKA) Sena, Medan, Sabtu (13/12), dalam rangka memperingati 10 tahun Promedia dan 21 tahun Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU).

Drs. Masrul Badri, M.Psi; Pengamat Pendidikan Sumatera Utara

 

MenurutMasrul, perkembangan teknologi digital telah mengubah wajah pendidikan secara fundamental. Digitalisasi tidak hanya memperluas akses pembelajaran, tetapi juga meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar melalui platform daring, sistem evaluasi digital, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan.

Berdasarkan data nasional, tingkat penetrasi internet Indonesia telah melampaui 75 persen, namun distribusinya belum merata. Wilayah perkotaan menikmati akses internet yang stabil dan cepat, sementara banyak daerah terpencil, kepulauan, dan pedalaman—termasuk di Sumatera Utara—masih menghadapi keterbatasan jaringan, perangkat, dan literasi digital.

BACA JUGA :  LIPPSU: Rakyat Melarat, Wakilnya Bergelimang Fasilitas. Lebih Bagus DPR Dibubarkan

“Digitalisasi memberikan peluang besar untuk pemerataan kualitas pendidikan. Siswa di daerah terpencil sebenarnya bisa mengakses materi yang sama dengan siswa di kota, tetapi persoalannya adalah jaringan dan kesiapan infrastruktur,” ujar Masrul.

Ia menyoroti kondisi di sejumlah wilayah Sumatera Utara seperti kawasan kepulauan, daerah pegunungan, dan perdesaan, di mana akses internet masih tidak stabil bahkan belum tersedia secara memadai. Akibatnya, program pembelajaran berbasis digital belum dapat berjalan optimal dan justru berisiko memperlebar kesenjangan mutu pendidikan.

Masrul menegaskan, transformasi digital pendidikan harus dibarengi dengan komitmen anggaran yang kuat. Pemerintah daerah, menurutnya, perlu memprioritaskan pembangunan infrastruktur TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), pengadaan perangkat belajar, serta peningkatan kompetensi guru dalam literasi digital.

“Teknologi dalam pendidikan bukan lagi pelengkap, tetapi kebutuhan utama. Tanpa dukungan anggaran dan kebijakan yang berpihak, kita hanya akan melahirkan generasi yang timpang secara kualitas,” tegasnya.

BACA JUGA :  H Alam Dolok Lubis ST Siap Bangkitkan Kinerja BKM Masjid Khalid Ibnu Walid

Selain infrastruktur, Masrul juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya guru dan tenaga kependidikan. Ia menilai, banyak pendidik yang belum sepenuhnya siap memanfaatkan teknologi digital secara optimal dalam proses pembelajaran.

Dialog publik ini juga menghadirkan sejumlah narasumber lain, di antaranya Pengamat Sosial Politik Sutrisno Pangaribuan, ST, Elfenda Ananda selaku Pengamat Anggaran dan Pembangunan Sumut, serta dipandu oleh DR (c) Prasetio, Redaktur Senior TV.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, aktivis LSM, OKP, pemuda, hingga pimpinan media. Tampak hadir Ketua JMSI Sumut Rianto Aghly, SH, MH, Ketua PWI Sumut yang diwakili Ketua LBH PWI Sumut Amrizal, SH, MH, tokoh masyarakat H. Riyad, perwakilan Majelis Dakwah Islam Kota Medan, serta sejumlah tokoh lainnya.

Direktur Eksekutif LIPPSU sekaligus pimpinan Promedia, Azhari AM Sinik didampingi Ir.Syafaruddin Sikumbang selaku Ketua Panitia, menyampaikan bahwa dialog publik ini merupakan wujud komitmen LIPPSU dan Promedia dalam mendorong pembangunan Sumatera Utara yang berkelanjutan dan partisipatif.

BACA JUGA :  Israel Klaim Serang Kapal Rusia di Laut Kaspia, Kremlin Respon: Jangan Perluas Konflik

“Dialog ini diharapkan melahirkan rekomendasi yang realistis dan berbasis kondisi riil di lapangan, termasuk di sektor pendidikan,” ujarnya.

Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada para narasumber dan penasihat LIPPSU sebagai bentuk apresiasi.

Usai dialog publik, LIPPSU juga menegaskan komitmen sosialnya dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak bencana di Langkat dan Aceh Tamiang pada 21 Desember 2025. Bantuan yang disalurkan meliputi pakaian anak dan dewasa, beras, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya.

Selain itu, LIPPSU berencana membuka posko penggalangan dana pada pekan depan di kawasan Jalan Denai, Medan, guna memperluas dukungan masyarakat bagi para korban bencana alam.

Dengan menggabungkan diskursus kebijakan dan aksi kemanusiaan, LIPPSU dan Promedia berharap dapat terus berperan aktif dalam mengawal pembangunan Sumatera Utara yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. (Heriyanto Budi)