News

LIPPSU Soroti Sejuta Kupak Kapik Jalan di Langkat

Langkat, PROMEDIA.NEWS – Ratusan kilometer jalan Nasional, Provinsi, Kabupaten maupun Kecamatan di Langkat, kupak kapik, berlobang, berdebuh saat panas, berkubang saat hujan, dan bertahun masyarakat menanggung beban ini, namun Pemerintah Provinsi Sumut maupun Kabupaten Langkat tidak perduli dengan hal ini, mereka sibuk memperkaya diri mengumpulkan harta haram.

Akibatnya menimbulkan biaya operasional yang tinggi bagi perekonomian masyarakat, lalu kemana larinya penerimaan pendapatan dari sumber tambang, pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan, kelautan dan pariwisata.

Hal ini disampaikan Azhari A.M Sinik Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) saat melakukan investigasi bersama Tim beberapa kawasan infrastruktur jalan di Kabupaten Langkat, Minggu (22/6/2025).

“Infrastruktur Jalan dan Drainase di Kabupaten Langkat sangat parah, hal ini kita lihat langsung, dari mulai masuk perbatasan Karo, Deli Serdang, Binjai dan perbatasan Aceh, ini semua Infrastruktur jalan di Langkat Kupak Kapik, Berkeriting, Berlobang dan Berdebuh bila cuaca panas, berkubang saat hujan, itu Jalan Nasional dan Provinsi.” Jelas Ari Sinik.

“Infrastruktur jalan dan drainase kabupaten Langkat sama saja dengan kewenangan Nasional maupun Provinsi, bisa-bisa lebih parah lagi. Perhatikan bila cuaca panas, sepanjang jalan bertebaran debuh dan saat musim hujan jalan penuh kubangan dan timbul pulau kecil, danau maupun kolam kecil, ini disebabkan tidak terencana dan terukurnya pembangunan jalan dan jaringan drainase di Langkat,” jelasnya.

Azhari A.M Sinik Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU)

Kondisi Infrastruktur Kabupaten Langkat sudah 15 tahun kurang lebih tidak terencana, tertata dan terlaksana dengan baik serta tidak cepat tanggap dalam mempercepat Pembangunan untuk rakyat. Banyak infrastruktur jalan hancur, seperti pada kws Langkat Hilir. Kws Langkat Darat dan Kws Langkat Hulu. Sebuah contoh jalan Nasional, Provinsi dan Kabupaten pada kws wisata menuju Bahorok dan Tangkahan ini hancur dan kupak kapik, jelas Ari Sinik.

Nah, kita perhatikan lagi infrastruktur jalan dan drainase pada kws perikanan, perkebunan, pertanian dan kelautan di Kec. Sicanggang, 4 km jalan lintas utama penghubung antar desa kecamatan Sicanggang, Jalan Besar Sicanggang hancur kupak kapik berdebuh dan berlobang. Masyarakat sangat menderita, tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Langkat tutup mata dan telinga, namun tangannya terus mengkaup dan merampok hasil retribusi, distribusi dan pajak rakyat. Termasuk merampok dan mengutif kontribusi royalfee perkebunan, pertanian, perikanan, pertambangan dan industri ilegal yang sampai saat ini Pemkab Langkat tutup mata tanpa ada tindakan sama sekali. Disinyalir dan diduga Pemkab Langkat bahagian dari makelar dan mafia di langjat, tutup Ari Sinik. (MK/Tim)

redaksi2

Recent Posts

FP3 Kota Medan Apresiasi Gerak Cepat SDABMBK Tangani Banjir di Tengah Tingginya Curah Hujan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Forum Pemuda Peduli Pembangunan Kota Medan memberikan apresiasi kepada Dinas Sumber Daya…

16 Juli 2026

Nelayan Diguyur Rp 14,8 M, Awasi Praktik Korupsi Model Tipu Sana, Sogok Sini

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari A.M Sinik,…

16 Juli 2026

Eks Hakim Agung Dwi Cahyo: Jika Dugaan Ijazah Jokowi Terbukti Palsu, Masuk Kategori Kejahatan Luar Biasa

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Mantan Hakim Agung Ad Hoc, Dwi Cahyo, menyampaikan pandangannya terkait polemik dugaan…

16 Juli 2026

Antrean BBM Memanas: Rapat Darurat Digelar Poldasu, Bobby Nasution Nobar Piala Dunia Di Nias

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Deretan antrian kendaraan masih terlihat panjang mengular di sejumlah SPBU Sumatera Utara…

16 Juli 2026

Gubsu Nobar di Nias Sambil Teriak Gol, Rakyat Terus Dibohongin BBM Langka

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari A.M Sinik, melontarkan…

16 Juli 2026

Ketika Ilmu Menundukkan Hati, Bukan Meninggikan Diri

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Tidak semua orang yang banyak bicara tentang agama telah menjadi ulama rabbani.…

16 Juli 2026