News

Gizi Salah Sasaran: Menelan Triliunan demi Gengsi, Bukan Protein

JAKARTA, PROMEDIA.NEWS | Badan Gizi Nasional (BGN) hadir dengan janji membasmi stunting. Namun, dokumen anggaran yang kami bedah mengungkap realita pahit: BGN tampak lebih sibuk memberi “gizi” pada gaya hidup birokrasinya sendiri.

Bagaimana mungkin badan yang mengurusi gizi menghabiskan hampir Rp7 miliar hanya untuk alas kaki?

Jika harga pasaran Rp35.000 per pasang, anggaran ini setara dengan 200.000 pasang kaos kaki.

Ini adalah indikasi kuat Over-Specification. Pos anggaran “pelengkap” ini sering diselipkan hanya untuk menyerap sisa pagu dengan cara yang paling tidak esensial bagi perut rakyat.

Inilah angka paling fantastis. BGN mengalokasikan Rp1,2 Triliun untuk pengadaan motor listrik dengan harga satuan mencapai Rp42 Juta.

Dengan harga setinggi itu, BGN hanya akan mendapatkan sekitar 28.571 unit motor.

Mengapa harus Rp42 juta per unit? Motor listrik operasional standar di pasar hanya berkisar Rp20 jutaan. Selisih harga yang mencapai dua kali lipat ini mengarah pada dugaan markup atau pemilihan merek eksklusif yang hanya menguntungkan kroni korporasi kendaraan listrik.

Motor mewah ini tidak akan menambah protein pada piring anak-anak; ia hanya memastikan birokrat tampil necis di atas kendaraan mahal saat membagikan bantuan yang terbatas.

Pesta silikon senilai hampir Rp1 Triliun untuk pengadaan perangkat IT.

Dana ini setara dengan memboyong 60.000 unit laptop spek dewa.

Apakah setiap petugas lapangan butuh laptop kelas atas? Ataukah ini sekadar proyek “Modernisasi” yang ujung-ujungnya hanya akan teronggok di gudang kantor cabang yang belum beroperasi?

Total dari tiga item di atas saja sudah menembus Rp2 Triliun.

Jika uang Rp2 triliun ini dikonversi menjadi paket makanan bergizi (asumsi Rp15.000 per porsi), kita bisa memberikan 133 Juta porsi makanan gratis.

BGN lebih memilih memberi makan “gengsi” daripada memberi makan rakyat.

Motor listrik Rp42 juta per unit itu tidak akan membuat anak-anak lebih cerdas. Kaos kaki Rp6,9 miliar itu tidak akan mencegah stunting. Rincian anggaran ini adalah bukti nyata bahwa sebuah niat baik (Makan Bergizi Gratis) telah dibajak menjadi daftar belanja keinginan (wishlist) kelompok kepentingan yang ditagihkan kepada pajak rakyat.

Ini bukan rencana kerja; ini adalah perjamuan para makelar proyek.

 

Penulis: Lhynaa Marlinaa (Marlina) https://www.facebook.com/share/1CtvyzonYV  Daily Vlog | News Agregator | Citizen Journalist

By: Syafaruddin Sikumbang.

redaksipro

Recent Posts

FP3 Kota Medan Apresiasi Gerak Cepat SDABMBK Tangani Banjir di Tengah Tingginya Curah Hujan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Forum Pemuda Peduli Pembangunan Kota Medan memberikan apresiasi kepada Dinas Sumber Daya…

16 Juli 2026

Nelayan Diguyur Rp 14,8 M, Awasi Praktik Korupsi Model Tipu Sana, Sogok Sini

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari A.M Sinik,…

16 Juli 2026

Eks Hakim Agung Dwi Cahyo: Jika Dugaan Ijazah Jokowi Terbukti Palsu, Masuk Kategori Kejahatan Luar Biasa

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Mantan Hakim Agung Ad Hoc, Dwi Cahyo, menyampaikan pandangannya terkait polemik dugaan…

16 Juli 2026

Antrean BBM Memanas: Rapat Darurat Digelar Poldasu, Bobby Nasution Nobar Piala Dunia Di Nias

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Deretan antrian kendaraan masih terlihat panjang mengular di sejumlah SPBU Sumatera Utara…

16 Juli 2026

Gubsu Nobar di Nias Sambil Teriak Gol, Rakyat Terus Dibohongin BBM Langka

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari A.M Sinik, melontarkan…

16 Juli 2026

Ketika Ilmu Menundukkan Hati, Bukan Meninggikan Diri

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Tidak semua orang yang banyak bicara tentang agama telah menjadi ulama rabbani.…

16 Juli 2026