News

Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemprovsu, LIPPSU Sebut Eselon III Dihargai Rp 200-300 Juta

Pasca OTT KPK “Golden Boys Topan Ginting” Bobby Nasution

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Pasca OTT KPK “Golden Boys” Bobby Nadution, saat ini muncul isu jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) kembali mencuat kepermukaan.

Kali ini, Lembaga Independen Pemantau Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) mengungkapkan adanya praktik tawar-menawar posisi eselon III dengan harga fantastis, berkisar antara Rp 200 juta hingga Rp 300 juta.

Menurut Direktur LIPPSU, Azhari AM Sinik, mengatakan, praktik suap jabatan sudah menjadi rahasia umum di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprovsu.

“Kami menerima banyak laporan dan informasi dari internal ASN sendiri. Ada indikasi kuat bahwa untuk menduduki posisi eselon III, seseorang harus menyiapkan dana antara 200 hingga 300 juta rupiah,” ungkapnya dalam konferensi pers di Medan.

LIPPSU menduga bahwa “pasar” jabatan ini melibatkan oknum-oknum tertentu yang memiliki kewenangan dalam penempatan posisi strategis.

Hal ini tentu saja mencederai prinsip meritokrasi dan keadilan dalam birokrasi, di mana seharusnya promosi dan penempatan jabatan didasarkan pada kompetensi, integritas, dan kinerja.

Jika dugaan ini benar, praktik jual beli jabatan dapat berdampak serius pada kualitas pelayanan publik. Pejabat yang menduduki posisi bukan karena kapasitasnya, melainkan karena transaksi uang, cenderung tidak profesional dan berpotensi melakukan korupsi untuk mengembalikan “modal” yang telah dikeluarkan.

LIPPSU mendesak Gubernur Sumatera Utara untuk segera menindaklanjuti informasi ini dengan melakukan investigasi menyeluruh dan transparan.

“Kami berharap Pemprovsu tidak menutup mata terhadap praktik tercela ini. Perlu ada tindakan tegas untuk membersihkan birokrasi dari oknum-oknum yang memperdagangkan jabatan,” tegas Ari.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemprovsu terkait dugaan jual beli jabatan yang diungkap oleh LIPPSU ini. Masyarakat menanti langkah konkret dari pemerintah daerah untuk memastikan integritas birokrasi dan pelayanan publik yang bebas dari praktik korupsi. (tim)

redaksi2

Recent Posts

FP3 Kota Medan Apresiasi Gerak Cepat SDABMBK Tangani Banjir di Tengah Tingginya Curah Hujan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Forum Pemuda Peduli Pembangunan Kota Medan memberikan apresiasi kepada Dinas Sumber Daya…

16 Juli 2026

Nelayan Diguyur Rp 14,8 M, Awasi Praktik Korupsi Model Tipu Sana, Sogok Sini

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari A.M Sinik,…

16 Juli 2026

Eks Hakim Agung Dwi Cahyo: Jika Dugaan Ijazah Jokowi Terbukti Palsu, Masuk Kategori Kejahatan Luar Biasa

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Mantan Hakim Agung Ad Hoc, Dwi Cahyo, menyampaikan pandangannya terkait polemik dugaan…

16 Juli 2026

Antrean BBM Memanas: Rapat Darurat Digelar Poldasu, Bobby Nasution Nobar Piala Dunia Di Nias

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Deretan antrian kendaraan masih terlihat panjang mengular di sejumlah SPBU Sumatera Utara…

16 Juli 2026

Gubsu Nobar di Nias Sambil Teriak Gol, Rakyat Terus Dibohongin BBM Langka

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari A.M Sinik, melontarkan…

16 Juli 2026

Ketika Ilmu Menundukkan Hati, Bukan Meninggikan Diri

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Tidak semua orang yang banyak bicara tentang agama telah menjadi ulama rabbani.…

16 Juli 2026