Categories: News

Barsis: Ahli Ibadah yang Akhirnya Tersesat

Serial Muhasabah dari Mihrab Maya

Oleh: Ust. Abdul Latif Khan
(Pembina Al Hijrah Islamic Global School)

MEDAN, PROMEDIA.NEWS | Ketika Ibadah Tak Lagi Menyelamatkan.

Ada kisah yang mengguncang langit hati orang-orang beriman, Tentang seorang ahli ibadah… yang tenggelam dalam sujudnya, namun tenggelam pula dalam kesesatannya.

 

Namanya Barsis

Ia dikenal sebagai seorang ‘ābid—ahli ibadah yang zuhud, yang siang dan malamnya diisi dengan dzikir, shalat, dan pengasingan diri dari dunia.

 

Namun siapa sangka, 

di balik panjangnya sujud itu, tersembunyi celah kecil yang dimanfaatkan oleh setan hingga menjatuhkannya dari puncak ibadah ke jurang kekafiran.

 

Dalil Kisah Barsis dalam Al-Qur’an

Kisah Barsis ini dijelaskan oleh para ulama tafsir seperti Ibnu Jarir ath-Thabari, Ibnu Katsir, dan lainnya ketika menafsirkan firman Allah:

> كَمَثَلِ الشَّيْطَانِ إِذْ قَالَ لِلْإِنسَانِ اكْفُرْ ۖ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِّنكَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ

 

“Seperti (bujukan) setan ketika ia berkata kepada manusia: ‘Kafirlah kamu!’ Maka ketika manusia itu telah kafir, ia berkata: ‘Sesungguhnya aku berlepas diri darimu, sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam.” (QS. Al-Hasyr: 16).

 

Penjelasan Ulama:

Dalam tafsir, Tafsir Ibnu Katsir, disebutkan bahwa ayat ini adalah permisalan kisah Barsis, seorang ahli ibadah yang ditipu oleh setan hingga jatuh ke dalam kekafiran.

Ibnu Jarir ath-Thabari juga menukil kisah ini sebagai contoh nyata bagaimana setan memperdaya manusia secara bertahap.

 

Alur Kisah Barsis: Dari Ibadah Menuju Kebinasaan

Diceritakan kisah Barsis.

Barsis adalah seorang rahib yang hidup dalam ibadah bertahun-tahun. Ia dijadikan tempat rujukan masyarakat karena keshalihannya.

Suatu hari, ada seorang wanita yang sakit. Keluarganya mempercayakan wanita itu kepada Barsis untuk dirawat.

Awalnya ia menolak tapi setan datang dengan bisikan lembut: > “Engkau hanya merawatnya… itu kebaikan…”

Maka Barsis pun Menerima

Tahap demi tahap setan menjeratnya:

  1. Melihat wanita itu dari jauh
  2. Berbicara sekadar kebutuhan
  3. Mulai timbul rasa dalam hati
  4. Terjatuh dalam zina
  5. Wanita itu hamil
  6. Ia membunuh wanita tersebut untuk menutupi aibnya.

Namun kisah belum berakhir. Ketika kejahatannya terbongkar dan ia akan dihukum mati, setan datang lagi.

> “Aku yang menjerumuskanmu… aku bisa menyelamatkanmu…Sujudlah kepadaku sekali saja”.

Dalam ketakutan Barsis pun sujud kepada setan. Maka ia mati dalam keadaan kafir. dan saat itu, setan berkata:

> “Aku berlepas diri darimu… aku takut kepada Allah…”

 

Dalil Hadits tentang Bahaya Ilmu dan Ibadah Tanpa Keikhlasan

Rasulullah ﷺ bersabda:

> إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ كُلُّ مُنَافِقٍ عَلِيمِ اللِّسَانِ

“Yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah orang munafik yang pandai berbicara.” (HR. Ahmad)

Dan dalam riwayat lain:

> رُبَّ قَارِئٍ لِلْقُرْآنِ وَالْقُرْآنُ يَلْعَنُهُ

“Betapa banyak orang yang membaca Al-Qur’an, namun Al-Qur’an melaknatnya.” (HR. Ad-Darimi)

Ini menunjukkan bahwa ilmu dan ibadah tidak menjamin keselamatan jika hati tidak dijaga.

 

Analisis:

Mengapa Barsis Bisa Tersesat?

Para ulama seperti Ibn Qayyim al-Jawziyya menjelaskan:

1. Meremehkan dosa kecil. Padahal dosa kecil adalah pintu menuju dosa besar.

2. Tidak menjaga hati dari fitnah. Pandangan pertama menjadi awal kehancuran.

3. Mengikuti bisikan setan secara bertahap (tadarruj). Setan tidak langsung menjerumuskan tapi perlahan.

4. Tidak memiliki muraqabah (merasa diawasi Allah).

 

Muhasabah:

Jangan Merasa Aman dari Dosa

Wahai jiwa, berapa banyak sujud yang telah kita lakukan tapi hati kita masih rapuh.

Berapa banyak ayat yang kita baca tapi belum menembus dada.

Allah mengingatkan:

> فَلَا تَأْمَنُوا مَكْرَ اللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

“Janganlah kalian merasa aman dari makar Allah, karena tidak ada yang merasa aman dari makar Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raf: 99).

 

Renungan di Ujung Kisah

Barsis bukan orang biasa ia ahli ibadah

Namun ia jatuh bukan karena kurang ibadah, tapi karena lalai menjaga hati.

Maka hari ini jangan bangga dengan ibadah kita, jangan merasa aman dengan amal kita.

Tapi menangislah.

> “Ya Allah… jangan Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri… walau hanya sekejap mata…”.

 

Pesan Mihrab Maya

Bukan tentang seberapa lama kita beribadah…

tapi bagaimana kita menutup hidup kita…

Karena…

> Akhir dari perjalanan menentukan segalanya.

Editor : Ust.Ismail Chair Tanjung, S.PI.

redaksipro

Recent Posts

LIPPSU: Rp14 Triliun Kredit Macet, BNI Medan Jangan “Lari Malam”

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

31 Mei 2026

Di Tembung, Abang Beradik Jalankan Bisnis Gelap Jual Sepedamotor Sistem Online Di Gudang Misterius

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, menyoroti…

31 Mei 2026

Titi Gantung Dulu Bangunan Cagar Budaya Bersejarah, Kini Dibiarkan Semrawut dan Belepotan di Sana-Sini

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

31 Mei 2026

LIPPSU: Di Sini Pertalite Dibatasi, Di Tempat Lain Mafia BBM Pesta Keuntungan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

31 Mei 2026

Aku Taat dan Menyembah-Mu, Mengapa Ujian Ini Tak Berkesudahan Ya Rabb?

Karya : Ust. Abdul Latif Khan. MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Setiap manusia dilahirkan diatas bumi, tetap…

31 Mei 2026

LIPPSU: PT PSU Salah Urus Sejak Awal, Kini Semua Hancur Lebur Jadi “Tepung Terigu”

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, Jumat…

30 Mei 2026