AS dan Israel terus Deadlock soal arah dan masa depan perang dengan Iran. Trump dan Netanyahu terus berada dalam situasi tegang dan sering berdebat.(Ilustrasi PromediaNews).
Teheran, 27 Maret 2026.
TEHERAN, PROMEDIA.NEWS| Trump terus dihadapkan pada tekanan yang kuat dari dalam dan luar negeri, karena kondisi pasar terus negatif dan tekanan GeoPolitik yang meningkat.
Netanyahu terus ingin mengontrol pengambilan keputusan Trump, yang saat ini banyak dipengaruhi oleh pejabat pejabat di samping Trump yang merupakan pendukung Israel garis keras yang pro kebijakan Netanyahu. Terutama Menhan AS Pete Hegseth, Penasehat Stephen Miller, dan Menlu Marco Rubio.
Kondisi Israel saat ini yang terus “under military pressure” baik dari Iran atau dari Proxi lain, terus meningkat dan kabinet Netanyahu yang juga sedang tidak baik baik saja.
Selain serangan dari Iran yang terus terjadi secara reguler, serangan tidak kalah keras juga datang dari front hizbullah di Lebanon. Hizbullah dalam sehari kemarin saja telah melakukan banyak operasi militer, dan mulai menembakkan rudal jarak jauh ke Israel.
Hizbullah dalam sehari kemarin menghancurkan 18 tank Merkava Israel, membunuh 6 orang tentara, dan melakukan banyak serangan rudal dan Missil.
Kondisi ini diakui sendiri oleh Netanyahu dalam pernyataan terbarunya, Netanyahu mengatakan tidak menduga bahwa Hizbullah mampu melakukan operasi militer darat menghadang pasukan Israel yang berpatroli dengan profesional, dan mampu terus memukul Israel sampai ke tengah kota Tel Aviv dengan rudal yang ditembakkan dari Lebanon.
Israel dan AS diserang dari berbagai front, Lebanon, Irak, dan terutama dari Iran yang sekarang memasuki gelombang 81/82. Perkembangan perang terus dinamis dan memojokkan Israel terutama di wilayah selatan.
Dua wilayah yang sering dihantam rudal hizbullah adalah Kiryat Shmona dan Galilea. Dua wilayah ini sangat hancur saat ini, plus ditambah serangan balistik Iran yang juga kerap menghantam wilayah ini.
Walikota Kiryat Shmona dan para pejabat setempat saat ini bahkan marah marah dan ngamuk terhadap PM Israel Benjamin Netanyahu, karena dianggap gagal dalam melindungi wilayahnya dan gagal membendung serangan Iran dan Hizbullah.
Dilain sisi, Iran sampai saat ini telah berhasil menembak pesawat tempur AS, dari F15s, F35 Generasi ke 5, dan yang terbaru kemarin Iran menembak pesawat tempur F18s. Ini akan memberikan pukulan tersendiri terhadap serangan udara AS ke Iran.
Sedangkan AS, Trump saat ini diyakini sedang mempersiapkan serangan darat khusus ke Pulau Kharg Iran. Ini karena situasi di lapangan saat ini menyebutkan bahwa Iran tidak mau negosiasi sama sekali terhadap beberapa proposal yang telah ditawarkan oleh Trump sebelumnya.
AS sudah lama berencana melakukan operasi militer ke pulau Kharg, tujuannya adalah agar menekan Iran untuk membuka Selat Hormuz yang sudah lama ditutup Iran dan tidak sanggup dibuka oleh AS sampai saat ini.
Pulau Kharg adalah salah satu pulau penting pusat energi Iran. Jika asing menguasai pulau Kharg maka akan memukul Iran dan akan mengubah arah perang energi terutama. Ini yang sedang diantisipasi oleh Iran saat ini.
Ketua Parlemen Iran Muhammad Baqer Qalibaf menyebut, bahwa Iran akan all out menjaga Pulau Kharg dari ancaman invasi AS, Iran siap melayani AS di pulau Kharg, dan Iran telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kemungkinan invasi AS ke pulau ini.
Qalibaf juga menyebut, bahwa berdasarkan informasi intelijen Iran, saat ini AS dibantu oleh salah satu negara arab di teluk dalam misinya menguasai yang ingin menguasai pulau Kharg.
Iran belum menyebutkan negara arab mana yang dimaksud membantu AS untuk menduduki pulau Kharg. Kemungkinan besar antara UAE atau Arab Saudi. Dan Iran telah mengancam akan menyerang negara arab tersebut dengan lebih keras apabila nantinya bersekongkol dengan AS untuk upaya menduduki Pulau Kharg.
Jika kita kalkulasi secara militer, penguasaan terhadap pulau Kharg bukan hal yang mudah, harus ada penerjunan pasukan elit AS dengan jumlah yang memadai untuk menduduki pulau ini, dan ini saat ini terus dipelajari oleh Trump dan para penasehat militernya.
Secara kalkulasi, kekuatan Iran di pulau Kharg ini masih sangat kuat, iran juga berencana menurunkan pasukan elit ke pulau ini untuk mengantisipasi aksi AS selanjutnya
Jika AS nanti nekat menerjunkan pasukan ke pulau ini, maka ini akan menjadi pertempuran darat pertama antara Iran dan AS secara langsung dalam perang ini yang melibatkan kekuatan elit kedua negara.
Langkah Trump untuk menguasai pulau Kharg ini adalah langkah frustasi gedung putih, yang sampai saat ini belum memiliki solusi bagaimana caranya membuka Selat Hormuz yang sekarang sudah menjadi tekanan berat terhadap Trump dan GeoPolitik energi global.
Jika saja rencana menguasai pulau Kharg ini gagal, dan selat Hormuz terus menerus tidak bisa dibuka oleh AS lebih dari sebulan, maka ini akan jadi bencana GeoPolitik baru tersendiri bagi AS di hari hari mendatang.
Penulis: Tengku Zulkifli Usman https://www.facebook.com/share/1884DQ6qev/
By: Syafaruddin Sikumbang.
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, menyoroti…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…
Karya : Ust. Abdul Latif Khan. MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Setiap manusia dilahirkan diatas bumi, tetap…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, Jumat…