“Malaikat Pencabut Nyawa” Terus Mengintai di Jalan Veteran Manunggal

Medan177 Dilihat

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi Jalan Veteran Pasar 9, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, yang hingga kini rusak parah dan belum mendapat perbaikan permanen.

Menurut Azhari, kerusakan jalan yang dibiarkan bertahun-tahun itu telah menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat, terutama pengendara sepeda motor yang setiap hari melintasi jalur penghubung Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang tersebut.

“Kalau sudah begini, malaikat pencabut nyawa terus mengintai di Jalan Veteran. Nanti setelah ada korban baru saling menyalahkan. Itu yang selalu terjadi,” kata Azhari, Minggu (17/5).

Pantauan di lapangan menunjukkan badan jalan dipenuhi lubang besar menyerupai kubangan. Saat hujan turun, lubang-lubang itu tertutup genangan air keruh sehingga menyulitkan pengendara melihat kedalaman jalan yang rusak. Kondisi tersebut kerap memicu kecelakaan tunggal hingga pengendara terjatuh ke jalur kendaraan berat.

Kerusakan jalan juga diperparah buruknya sistem drainase di sepanjang sisi jalan. Air hujan dan limbah yang meluap menggenangi badan jalan dalam waktu lama sehingga lapisan aspal cepat terkelupas dan hancur. Saat cuaca panas, debu tebal beterbangan dan mengganggu aktivitas warga serta pengguna jalan.

BACA JUGA :  LIPPSU: Ada Pihak Risih Medan Utara Dimekarkan, Takut PAD Kota Medan Anjlok

Selain faktor drainase, tingginya mobilitas truk bertonase besar menuju kawasan pergudangan dan industri di sekitar Jalan Veteran disebut menjadi penyebab utama jalan cepat rusak. Banyak kendaraan logistik dan alat berat melintas setiap hari tanpa pengawasan pembatasan muatan yang ketat.

Azhari menilai pemerintah terkesan lamban menangani persoalan tersebut, padahal status Jalan Veteran merupakan jalan provinsi yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas PUPR/Bina Marga Sumut.

“Jangan hanya tambal sulam atau penimbunan batu sementara. Jalan ini butuh pembangunan permanen dengan konstruksi yang mampu menahan kendaraan berat,” tegasnya.

Rentetan Kecelakaan

Warga menyebut kerusakan Jalan Veteran telah berkali-kali memakan korban jiwa. Sejumlah kecelakaan tragis bahkan terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Oktober 2024, seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Ilma Aulia (22), meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya oleng akibat jalan rusak dan kemudian terlindas truk pengangkut beton.

Sebelumnya, Oktober 2025, seorang ayah dilaporkan tewas di depan Kampus Ganesa setelah kehilangan kendali saat melintas di jalan berlubang bersama anaknya. Sang anak selamat namun mengalami trauma berat.

Warga juga mencatat kecelakaan beruntun pada September 2023 di kawasan Pasar 5 Manunggal yang melibatkan angkot dan sejumlah pengendara sepeda motor akibat pengereman mendadak untuk menghindari lubang jalan.

BACA JUGA :  LIPPSU Apresiasi Penagihan Pajak Podomoro, Ingatkan Pemko Medan Jangan Lagi Kecolongan PAD

Kendala Perbaikan

Hingga Mei 2026, belum terlihat adanya proyek pengaspalan permanen di ruas Jalan Veteran Pasar 9. Sejumlah kendala disebut menjadi penyebab lambannya penanganan.

Pertama, tingginya beban kendaraan overtonase membuat konstruksi jalan cepat rusak meski dilakukan penimbunan sementara. Kedua, maraknya aktivitas pergudangan dan lalu lintas truk berat mempercepat kehancuran struktur jalan. Ketiga, buruknya drainase menyebabkan genangan air terus mengikis aspal.

Selain itu, keterbatasan anggaran perbaikan jalan provinsi di Sumatera Utara juga disebut menjadi salah satu alasan belum terealisasinya pembangunan total ruas tersebut.

Karena belum ada penanganan menyeluruh, warga akhirnya melakukan penimbunan lubang secara swadaya menggunakan batu pecah dan material bekas. Namun upaya itu hanya bertahan beberapa hari sebelum kembali rusak dilindas truk-truk besar.

LIPPSU mendesak Pemprov Sumut segera turun tangan dengan melakukan pengaspalan ulang permanen serta penertiban kendaraan overtonase demi mencegah jatuhnya korban jiwa berikutnya di Jalan Veteran Manunggal.

Kronologi Insiden di Jalan Veteran Manunggal (Dihimpun dari Berbagai Sumber)

– Juli 2021
Warga menyebut sejumlah pengendara sepeda motor menjadi korban akibat jalan berlubang dan licin. Beberapa korban terjatuh hingga terlindas kendaraan berat. Setelah itu warga mulai melakukan penimbunan jalan secara swadaya.

BACA JUGA :  Setahun Rico Waas Menjabat Walikota Medan, Banyak Kadis Diisi PLT, Birokrasi AMBURADUL

– September 2023
Terjadi tabrakan beruntun di kawasan Pasar 5 Manunggal melibatkan angkot trayek 53 dan sejumlah pengendara motor. Kecelakaan dipicu pengereman mendadak untuk menghindari lubang besar di badan jalan.

– Oktober 2024
Mahasiswi UMSU, Ilma Aulia (22), meninggal dunia setelah sepeda motornya oleng akibat jalan rusak di Jalan Veteran dan terlindas truk pengangkut beton.

– Oktober 2025
Seorang ayah tewas di depan Kampus Ganesa usai motor yang dikendarainya bersama sang anak kehilangan kendali karena kondisi jalan berlubang. Anak korban selamat namun mengalami trauma.

– Mei 2026
Intensitas kecelakaan tunggal dilaporkan meningkat. Banyak pengendara motor terperosok ke lubang yang tertutup genangan air hujan hingga mengalami luka berat.

Peristiwa Menonjol Lainnya

– Februari 2026
Terjadi kasus penganiayaan berlatar sengketa tanah keluarga di Jalan Veteran, Desa Manunggal. Seorang pria bernama Chefrial Pasha ditangkap setelah diduga memukul adiknya saat konflik perebutan lahan.

– Mei 2026
Polisi menangkap pelaku pencurian material bangunan dan barang elektronik yang kerap beraksi di sepanjang koridor Jalan Veteran. Warga mengeluhkan kondisi jalan gelap dan macet yang dinilai mempermudah aksi kriminalitas.

Laporan : Jhon Fitriadi