MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan resmi menetapkan dan menahan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (KadiskopUKM Perindag) Medan, Benny Iskandar Nasution, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek Medan Fashion Festival (MFF).
Kerugian negara yang ditimbulkan dalam pesta Medan Fashion Festival (MFF) sebesar Rp1,132 miliar dengan pagu anggaran Rp 4,8 miliar, menjadi sorotan tajam. Terutama karena MFF merupakan acara unggulan yang erat kaitannya dengan inisiatif Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan yang diketuai oleh Kahiyang Ayu, istri dari mantan Wali Kota Medan, Bobby Nasution.
Penetapan tersangka ini menjadi pukulan telak bagi lingkaran pejabat yang dekat dengan Bobby Nasution.
Benny Iskandar Nasution, yang dikenal sebagai salah satu kepala dinas yang tidak pernah dirotasi selama masa kepemimpinan Bobby Nasution, kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.
Kronologi Kasus dan Keterkaitan Lingkaran Bobby Nasution
Proyek MFF yang diduga dikorupsi ini berlangsung selama beberapa tahun (2022-2025) dan selalu diagendakan sebagai ajang bergengsi untuk mempromosikan UMKM mode lokal.
Namun, di balik gemerlap catwalk dan wastra Batak yang dipamerkan, penyidik Kejari Medan menemukan adanya kejanggalan serius pada pelaksanaan, termasuk adanya:
Kerugian Negara
Total kerugian dalam pesta mengamburkan uang rakyat ini mencapai Rp 1,132 miliar berdasarkan audit Inspektorat Kota Medan.
Modus Korupsi
Ditemukan adanya pembayaran secara tunai yang tidak sesuai prosedur, hutang kepada pihak hotel yang belum dibayar lunas, serta sejumlah item kegiatan yang fiktif atau tidak dilaksanakan.
Peran Tersangka
Benny Iskandar Nasution, selaku Pengguna Anggaran, bersama-sama dengan tersangka lain, MH (rekanan) dan ES (Pejabat Pembuat Komitmen), diduga mengubah mekanisme pelaksanaan proyek dan menunjuk rekanan secara tidak sah, sehingga menimbulkan kerugian negara.
Momen Krusial
Kegiatan pesta MFF ini kerap mendapat apresiasi langsung dari Bobby Nasution saat menjabat sebagai Wali Kota Medan.
Dalam banyak kesempatan, Bobby selalu didampingi istrinya, Kahiyang Ayu, selaku Ketua Dekranasda yang menjadi motor penggerak utama di balik festival ini, bahkan menyatakan harapan agar Medan bisa menjadi ‘Paris-nya Indonesia’.
Pesta telah usai, piring mulai dicuci
Kejari mulai periksa piring, ada kasus dalam pesta yang menyeret kepala dinas kepercayaannya ini, secara tidak terhindarkan menguji integritas pemerintahan Bobby Nasution.
Walaupun Benny Iskandar menjabat sebagai KadiskopUKM Perindag Medan, namun fungsi Dekranasda di bawah Kahiyang Ayu lah yang secara teknis sangat terlibat dalam event MFF, menjadikannya isu sensitif yang merembet ke ranah keluarga penguasa kota saat itu.
Proyek Pesta MFF seharusnya menjadi Ajang membanggakan, bukan Bancakan Anggaran!
“Kami akan kawal terus sampai terang benderang pesta yang menghamburkan uang rakyat, karena program ini tidak ada output dan manfaatnya bagi masyarakat luas, ” demikian desakan dari berbagai pihak yang mulai timbul ditengah masyarakat.
Kejari Medan sendiri menegaskan bahwa penyelidikan akan terus dilakukan untuk mencari dugaan keterlibatan pihak lain. Publik menanti, apakah penyidikan akan berani menyentuh pihak-pihak yang secara moral dan struktural paling dekat dengan penyelenggaraan MFF di bawah payung Dekranasda Kota Medan. (red)






