MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik, meninjau langsung kondisi Jalan Datuk Setia Wangsa di Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Rabu (6/5). Dalam peninjauan bersama tim tersebut, ditemukan ruas jalan provinsi sepanjang lebih kurang 7 kilometer dalam kondisi hancur dan memprihatinkan. Azhari menyebutkan, kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan sangat mengganggu aktivitas masyarakat serta arus distribusi barang di kawasan pesisir. Ia menegaskan, kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut mengingat jalan tersebut merupakan jalur strategis penghubung ekonomi masyarakat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sumatera Utara telah memasukkan ruas jalan di Medang Deras ke dalam agenda perbaikan jalan provinsi. Sebelumnya, pengerjaan difokuskan pada peningkatan struktur jalan sepanjang sekitar 4,3 kilometer yang terbagi dalam beberapa seksi, termasuk di wilayah Pangkalan Dodek. Perbaikan yang dilakukan mencakup pengecoran di sisi badan jalan guna memperlebar ruas hingga sekitar 8 meter, agar mampu menampung beban kendaraan yang melintas, khususnya kendaraan logistik dan operasional perusahaan di kawasan tersebut. Namun demikian, kerusakan jalan kerap kembali terjadi. Hal ini diduga akibat tingginya volume kendaraan bertonase berat yang melintas setiap hari, ditambah faktor cuaca dengan curah hujan tinggi serta kondisi tanah yang labil di sejumlah titik. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebelumnya juga telah bekerja sama dengan pihak kontraktor untuk menangani ruas jalan tersebut, mengingat perannya yang vital sebagai akses penghubung wilayah pelabuhan dan pusat kecamatan. LIPPSU mendesak agar pemerintah mempercepat penanganan secara menyeluruh dan berkelanjutan, serta melakukan pengawasan ketat terhadap kendaraan bertonase berat agar kerusakan tidak terus berulang. Selain itu, diperlukan perencanaan konstruksi yang lebih kuat dan sesuai dengan karakteristik wilayah setempat. Azhari juga meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan sebelumnya, termasuk transparansi anggaran dan pelaksanaan proyek di lapangan. Menurutnya, keterbukaan informasi penting agar publik dapat ikut mengawasi serta memastikan perbaikan jalan benar-benar sesuai standar. Di sisi lain, masyarakat setempat berharap adanya solusi jangka panjang, tidak hanya perbaikan tambal sulam. Mereka menilai, jika tidak ada penanganan serius dan berkelanjutan, kerusakan jalan akan terus berulang dan berdampak pada perekonomian warga, khususnya pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada kelancaran akses transportasi. Ruas jalan yang mengalami kerusakan tersebut melintasi sejumlah desa di Kecamatan Medang Deras, yakni Desa Pangkalan Dodek, Desa Nenasiam, dan Desa Durian, yang seluruhnya turut merasakan dampak langsung dari kondisi infrastruktur yang memprihatinkan tersebut. Laporan : Jhon Fitriadi