Runtuhnya Hegemoni Dalam Perangkap Iran (Ilustrasi AI PromediaNews).
Teheran, 23 Maret 2026.
TEHERAN, PROMEDIA.NEWS | Kekalahan Amerika Serikat dalam konflik melawan Iran saat ini tidak akan terlihat seperti kejatuhan Saigon atau penarikan mundur dari Kabul, melainkan sebuah Implosi Sistemik yang melumpuhkan struktur kekuasaan Barat secara permanen.
Secara rasional, Iran bukanlah musuh yang berdiri sendiri. Berdasarkan pandangan Profesor Jiang, Iran adalah “BENTENG” bagi poros Eurasia. Perang dengan Iran akan memaksa Amerika Serikat mengalihkan seluruh sumber daya militernya ke Timur Tengah, yang secara otomatis memberikan ruang kosong bagi China semakin kokoh di Pasifik dan Rusia di Eropa Timur.
Kekalahan Amerika Serikat akan terjadi melalui KELELAHAN STRATEGIS. Setiap rudal yang ditembakkan Amerika Serikat ke Teheran adalah pemborosan ekonomi yang mempercepat kebangkitan blok competitor mereka. Amerika Serikat akan mendapati dirinya memenangkan pertempuran taktis namun kehilangan dominasi globalnya karena kehabisan napas secara finansial.
Syeikh Imran Hosein menekankan bahwa kekuatan Amerika Serikat bertumpu pada Dolar. Secara teknis, Iran memiliki kemampuan untuk menutup Selat Hormuz Dimana selat tersebut merupakan jalur bagi 20% pasokan minyak dunia. Jika ini terjadi dengan waktu yang lama, maka harga energi global akan meroket dan memicu hiperinflasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dalam kondisi ini, kekalahan Amerika Serikat adalah Kehancuran Moneter. Saat dunia melihat Amerika Serikat tidak lagi mampu menjamin keamanan arus energi maka kepercayaan terhadap Dolar akan runtuh. Perang dengan Iran menjadi katalisator bagi dunia untuk beralih ke mata uang berbasis komoditas atau emas yang akan mengakhiri era “UANG KERTAS” yang selama ini menjadi nafas utama mesin perang Amerika Serikat.
Ustadz Auni sering menyoroti adanya agenda besar di balik layar. Namun, dalam konteks saat ini, “SKENARIO” tersebut tampaknya mulai kehilangan kendali. Perang dengan Iran akan memicu kemarahan kolektif dunia Islam dan global yang melihat Amerika Serikat sebagai agresor demi kepentingan entitas kecil Zionisme Israel.
Kekalahan ini bersifat Moral Dan Sosial. Amerika Serikat akan menghadapi isolasi diplomatik total dan gejolak internal karena rakyat Amaerika Serikat sendiri menolak mendanai perang yang tidak berujung. Konspirasi yang selama ini tertutup akan terbuka lebar saat publik menyadari bahwa nyawa tentara Amerika Serikat dikorbankan bukan untuk kepentingan nasional meraka, melainkan untuk agenda kelompok tertentu.
Jika perang Amaerika Serikat dengan Iran hari ini terus berlanjut panjang, maka Amerika Serikat diprediksi akan “KALAH” karena tiga faktor yang saling mengunci, Dimana Amaerika Serikat akan Terjebak makin jauh dalam perang asimetris yang sangat mahal di wilayah pegunungan Iran yang sulit ditaklukkan, Akan runtuhnya sistem Petrodolar akibat disrupsi energi global, mereka akan Kehilangan legitimasi sebagai polisi dunia dan bangkitnya aliansi Timur (Rusia-China-Iran) sebagai pemegang kendali Pros Baru Dunia.
Perang dengan Iran bukan sekadar konflik regional, melainkan “TOMBOL RESET” bagi sejarah dunia yang akan mengakhiri Abad Kejayaan Barat.
Penulis: Rusminn Latara. https://www.facebook.com/share/1DhWjw6D6B/
By: Syafaruddin Sikumbang.
MEDAN, PRIMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, Sabtu…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, menyoroti…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari AM Sinik, Minggu (31/5/2026), menyoroti belum tuntasnya sengketa…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, Minggu…