LIPPSU: Air Sering Mati, Proyek Berselemak Di Sana-Sini Dan Infrastruktur Bermasalah, Tirtanadi Malah Sumbang Rp 1 M Biayai Piala AFF U-19 Dari Rekanan Arahan Dirut

Sumut211 Dilihat

MEDAN, PROMEDIA. NEWS – Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari AM Sinik, Sabtu (13/6/2026), menyoroti informasi mengenai dugaan partisipasi atau sumbangan dari para rekanan Perumda Tirtanadi senilai sekitar Rp1 miliar untuk mendukung penyelenggaraan Piala AFF U-19 2026 yang berlangsung di Medan dan Deli Serdang pada 1–13 Juni 2026.

Menurut Azhari, apabila informasi tersebut benar, maka publik berhak memperoleh penjelasan terbuka mengenai mekanisme penghimpunan dana dan tujuan penggunaannya, mengingat Perumda Tirtanadi masih menghadapi berbagai persoalan pelayanan air bersih, gangguan distribusi, serta sejumlah temuan tata kelola yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.

“Ketika masyarakat masih sering mengeluhkan air mati, tekanan air rendah, air keruh hingga berbagai persoalan infrastruktur, maka sangat wajar jika publik mempertanyakan prioritas perusahaan daerah,” ujar Azhari.

Dua sumber yang mengetahui kegiatan tersebut sebelumnya menyebut adanya partisipasi dari berbagai pihak, khususnya kontraktor dan rekanan yang memiliki hubungan kerja dengan Perumda Tirtanadi.

“Ya semacam partisipasilah bang, saya nggak tahu apakah dipatok jumlah tertentu atau sesuai besaran kegiatan yang sedang mereka kerjakan, coba tanya Humas Tirtanadi,” kata salah satu sumber.

Sumber lainnya dari internal Tirtanadi lebih tegas membenarkan adanya sumbangan atau partisipasi dari para rekanan yang memperoleh proyek di Perumda Tirtanadi membantu AFF U 19.

“Ada bang, sumbangan itu dari rekanan, dan arahannya datang dari Dirut Perumda Ardian Surbakti,” katanya.

BACA JUGA :  Tapsel Dijajah, Hutan Batang Toru Digunduli Emas Dijarah, Masyarakatnya Dimiskinkan Dipaksa untuk Diam

Menanggapi informasi tersebut, Kepala Bidang Publikasi dan Komunikasi Perumda Tirtanadi, Lokot Parlindungan Siregar, membantah mengetahui adanya pengumpulan dana Rp1 miliar dari rekanan.

Menurutnya, apabila terdapat permintaan partisipasi dalam suatu kegiatan, biasanya harus disertai proposal resmi yang ditujukan kepada direksi.

Tidak Pernah Dipublikasikan

Terkait soal biaya, LIPPSU menilai munculnya informasi dugaan partisipasi rekanan perlu dijelaskan secara terbuka karena hingga saat ini nilai total biaya penyelenggaraan Piala AFF U-19 2026 tidak pernah dipublikasikan secara resmi oleh PSSI maupun panitia lokal.

Meski demikian, sejumlah komponen pembiayaan turnamen dapat dipetakan dari berbagai keterangan resmi yang telah disampaikan para pihak.

Untuk operasional pertandingan, PSSI mengambil alih pembiayaan akomodasi hotel seluruh delegasi, ofisial dan tim peserta dari negara-negara ASEAN. Selain itu, PSSI juga menanggung biaya perangkat pertandingan, transportasi lokal, konsumsi, logistik pertandingan, pengamanan, serta dukungan layanan medis.

Sementara itu, Pemerintah Kota Medan berkontribusi pada aspek infrastruktur berupa revitalisasi Stadion Teladan serta pembenahan sejumlah lapangan pendukung latihan seperti Lapangan Kebun Bunga dan Lapangan Cadika.

Pendapatan penyelenggaraan turnamen juga berasal dari penjualan tiket pertandingan serta dukungan sponsor dan mitra korporasi.

Menurut Azhari, ketidakjelasan nilai total kebutuhan anggaran kegiatan tersebut membuat informasi mengenai dugaan kontribusi rekanan perlu mendapat penjelasan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

BACA JUGA :  LIPPSU: Ratusan Tambang Ilegal di Sumut, PAD Hanya Rp4,5 Miliar — Kemana Larinya Potensi Pajak?

Empat Persoalan Tata Kelola

Selain persoalan dugaan partisipasi dana kegiatan olahraga, LIPPSU menilai masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang perlu menjadi perhatian manajemen Perumda Tirtanadi.

1. Dugaan Tingginya Kehilangan Air (Non-Revenue Water/NRW)

Tingkat kehilangan air yang tinggi masih menjadi persoalan klasik perusahaan. Kebocoran teknis maupun nonteknis dinilai berpotensi mengurangi pendapatan perusahaan hingga ratusan miliar rupiah setiap tahun.

2. Temuan Pengadaan Pipa dan Menara Air.

Hasil audit BPK sebelumnya menemukan koreksi dan ketidakwajaran pada pengadaan pipa lateral, pipa transmisi serta besi menara air dengan nilai temuan sekitar Rp2,24 miliar.

3. Penggunaan Dana Penyertaan Modal

Dana penyertaan modal pemerintah sebesar Rp73,2 miliar juga pernah menjadi objek penyelidikan aparat penegak hukum terkait realisasi sejumlah proyek fisik.

4. Tata Kelola Operasional dan Rekrutmen

Sejumlah pengeluaran operasional perusahaan dan persoalan rekrutmen pegawai yang sempat mencuat ke ranah hukum juga pernah menjadi perhatian publik maupun DPRD Sumatera Utara.

Infrastruktur dan Pelayanan Air Masih Bermasalah

LIPPSU juga mencatat sejumlah gangguan infrastruktur yang dalam beberapa waktu terakhir berdampak langsung terhadap pelayanan pelanggan.

IPAM Deli Tua

Kerusakan mesin agitator akibat gangguan kelistrikan menyebabkan produksi air terganggu dan berdampak pada terhentinya pasokan air ke sejumlah wilayah pelayanan.

Pipa Distribusi Utama Deli Tua
Pipa jaringan distribusi utama berdiameter 1.000 milimeter di kawasan Deli Tua dilaporkan mengalami kerusakan yang menyebabkan distribusi air ke berbagai wilayah terganggu selama beberapa hari.

BACA JUGA :  Ihwan Ritonga Desak Kapolda Sumut Sidak Gudang Beras: Tangkap Mafia yang Rugikan Rakyat!

IPAM Sunggal

Gangguan pompa distribusi sempat memicu keluhan pelanggan terkait kualitas air yang keruh.

IPAM Martubung

Kebocoran pipa transmisi menyebabkan tekanan air ke kawasan Medan Utara menurun dan berdampak terhadap kontinuitas pelayanan.

IPAM Limau Manis

Gangguan panel kontrol dan sistem kelistrikan menyebabkan distribusi air ke sejumlah wilayah di Kabupaten Deli Serdang tidak berjalan optimal.

Prioritaskan Pelayanan Publik

Menurut Azhari, berbagai persoalan tersebut menunjukkan bahwa fokus utama Perumda Tirtanadi seharusnya tetap pada peningkatan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.

“Olahraga tentu penting dan patut didukung. Namun kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih harus menjadi prioritas utama. Karena itu, apabila benar ada partisipasi dana dari rekanan untuk kegiatan AFF U-19, maka harus dijelaskan secara transparan agar tidak menimbulkan pertanyaan publik di tengah masih banyaknya persoalan pelayanan dan infrastruktur yang dihadapi pelanggan,” tegasnya.

Sementara itu, manajemen Perumda Tirtanadi menyatakan terus melakukan perbaikan infrastruktur, percepatan perbaikan jaringan pipa yang rusak, serta penanganan gangguan distribusi air yang terjadi di berbagai wilayah pelayanan. Hingga saat ini, pihak perusahaan juga menegaskan tidak mengetahui adanya pengumpulan dana Rp1 miliar dari rekanan sebagaimana informasi yang beredar.

Laporan : Heriyanto