Ragam

Ternyata Kita Butuh Cahaya, Kita Butuh Terang

Belajar dari Ketika Listrik Padam

Serial Muhasabah dari Mihrab Maya

Oleh : Ust Abdul Latif Khan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Padamnya listrik secara massal yang melumpuhkan sebahagian besar wilayah Sumatera pada Jum’at Ba’da Maghrib (22/5/2026),hal ini bukan sekadar “mati lampu biasa,” tapi padamnya listrik sebagai sumber cahaya (lampu) yang menerangi kehidupan kita sehari-hari, saat lampu padam kita gelisah dan gusar. Tapi hati gelap, dipenuhi dengan jabatan dan harta kita lupa mencari penerangnya. Padahal jabatan kedudukan dan harta yang tidak berkah itulah penyebab hati itu gelap.

Ketika listrik padam, barulah kita sadar:

Ternyata hidup ini sangat bergantung pada cahaya (Nur) .

Rumah yang tadi terasa biasa, tiba-tiba menjadi gelap. Jalan yang biasa kita lewati, mendadak terasa asing. Benda-benda yang dekat pun sulit terlihat. Langkah menjadi pelan. Hati menjadi waspada.

Padahal yang hilang hanya satu:
Terang

Begitulah hidup manusia.

Selama hati masih diterangi iman, kita bisa membedakan jalan yang benar dan yang salah. Kita bisa melihat mana yang membawa kepada Allah dan mana yang menjauhkan dari-Nya. Tetapi ketika cahaya iman meredup, hidup menjadi gelap meski mata masih melihat.

– Kita bisa punya rumah terang, tetapi hati gelap.
– Kita bisa punya ilmu banyak, tetapi jiwa kehilangan arah.
– Kita bisa sibuk mengejar dunia, tetapi lupa jalan pulang kepada Allah.

Allah berfirman:

> “Allah adalah cahaya langit dan bumi.”
QS. An-Nur: 35

Cahaya terbesar bukan lampu di rumah kita. Cahaya terbesar adalah hidayah Allah dalam hati kita.

Listrik padam mengajarkan bahwa manusia lemah. Sekejap saja terang dicabut, kita gelisah. Maka bagaimana jika Allah mencabut cahaya petunjuk dari hati kita?

Karena itu, jangan hanya panik ketika lampu padam.
– Takutlah ketika hati mulai padam.
– Ketika nasihat tidak lagi menyentuh.
– Ketika dosa terasa biasa.
– Ketika shalat terasa beban.
– Ketika Al-Qur’an jarang dibuka.
– Ketika air mata taubat mengering.

Saat listrik padam, kita mencari lilin.
Saat hati gelap, carilah Allah

Hidup ini butuh Cahaya:
– Cahaya iman.
– Cahaya taubat.
– Cahaya Al-Qur’an.
– Cahaya dzikir.
– Cahaya sujud di malam sunyi.

Ya Allah, jangan biarkan hati kami gelap setelah Engkau pernah meneranginya. Jangan cabut hidayah dari jiwa kami. Jadikan iman sebagai cahaya dalam hidup kami, dalam kubur kami, dan di hari kami menghadap-Mu.

Editor : M. Ismail Chair Tanjung, S.PdI

redaksi2

Recent Posts

FP3 Kota Medan Apresiasi Gerak Cepat SDABMBK Tangani Banjir di Tengah Tingginya Curah Hujan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Forum Pemuda Peduli Pembangunan Kota Medan memberikan apresiasi kepada Dinas Sumber Daya…

16 Juli 2026

Nelayan Diguyur Rp 14,8 M, Awasi Praktik Korupsi Model Tipu Sana, Sogok Sini

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari A.M Sinik,…

16 Juli 2026

Eks Hakim Agung Dwi Cahyo: Jika Dugaan Ijazah Jokowi Terbukti Palsu, Masuk Kategori Kejahatan Luar Biasa

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Mantan Hakim Agung Ad Hoc, Dwi Cahyo, menyampaikan pandangannya terkait polemik dugaan…

16 Juli 2026

Antrean BBM Memanas: Rapat Darurat Digelar Poldasu, Bobby Nasution Nobar Piala Dunia Di Nias

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Deretan antrian kendaraan masih terlihat panjang mengular di sejumlah SPBU Sumatera Utara…

16 Juli 2026

Gubsu Nobar di Nias Sambil Teriak Gol, Rakyat Terus Dibohongin BBM Langka

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari A.M Sinik, melontarkan…

16 Juli 2026

Ketika Ilmu Menundukkan Hati, Bukan Meninggikan Diri

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Tidak semua orang yang banyak bicara tentang agama telah menjadi ulama rabbani.…

16 Juli 2026