Categories: News

Tembok Bungkam: Ketika Sistem Menjadi Benteng Bagi Para Penjarah

JAKARTA, PROMEDIA.NEWS | Di balik megahnya narasi pembangunan dan retorika nasionalisme, terdapat sebuah struktur tak kasat mata yang bekerja lebih efektif daripada hukum itu sendiri: The Wall of Silence. Tembok Bungkam ini bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil rekayasa sistemik yang memastikan para aktor di balik skandal laptop Rp60 juta dan megaproyek motor listrik Rp1,2 triliun tetap tak tersentuh.

Berikut adalah anatomi bagaimana sistem ini melumpuhkan integritas dan “meludahi” mandat rakyat:

1. Financial Capture: Loyalitas yang Terbeli

Anggaran fantastis yang dikorupsi tidak hanya berakhir di rekening pribadi vendor. Sebagian besar dialokasikan sebagai dana pengamanan operasional. Pragmatisme di Atas Patriotisme: Ketika selisih antara gaji bulanan aparat dan satu kali “titipan” dari makelar mencapai angka yang tidak masuk akal, nasionalisme sering kali tumbang.

Sabotase Halus: Penegakan hukum tidak dihancurkan dengan perlawanan terbuka, melainkan melalui kelalaian yang disengaja. Keterlambatan penyitaan dokumen atau kesalahan prosedur administrasi adalah senjata utama untuk memastikan kasus ini layu sebelum berkembang di meja hijau.

 

2. Performance Theater: Sandiwara di Garis Depan

Kehadiran personel di lokasi penggeledahan, seperti yang terlihat di ruko Grogol, sering kali hanyalah etalase publik. Penjagaan, Bukan Penangkapan: Tugas utama mereka bukanlah meringkus otak pelaku, melainkan menjaga sterilitas lokasi. Fokusnya adalah memastikan dokumen-dokumen vital yang mungkin telah disortir tetap berada di bawah kendali pihak tertentu, bukan jatuh ke tangan publik atau penyidik independen.

Instruksi yang Terputus: Sementara prajurit di lapangan memegang perintah “Amankan Lokasi”, surat perintah “Tangkap Pelaku” justru terkunci rapat di laci pejabat tinggi yang memegang kendali catur.

 

3. Ketakutan akan Efek Domino

Sistem ini bertahan karena rasa takut yang kolektif. Jika satu bidak penting seperti makelar “A.S.” atau oknum instansi “H” tertangkap, mereka memiliki potensi untuk menjadi whistleblower yang meruntuhkan seluruh piramida kekuasaan.

Instruksi Tak Tertulis: Muncul sebuah konsensus gelap untuk membiarkan aktor utama melarikan diri demi menjaga stabilitas karier para petinggi di kementerian maupun institusi keamanan.

Pengkhianatan Mandat: Di titik inilah, instruksi Presiden untuk memberantas korupsi dikhianati secara nyata oleh mereka yang seharusnya menjadi garda terdepan penegakan hukum.

Analisis Auditor: Imunitas yang Didanai Jarahan

Sesuai dengan peringatan kepala negara, para aktor ini menggunakan “alat” yang paling mematikan: uang hasil curian itu sendiri. Uang rakyat digunakan untuk membeli imunitas bagi pencurinya.

 

Kesimpulan Pahit:

Aparat di lapangan sering kali terjebak menjadi pion dalam permainan yang sudah diatur. Selama pemegang kendali tertinggi tidak memberikan perintah yang tulus untuk membedah borok ini, maka aparat akan terus berfungsi sebagai pagar yang melindungi pencuri, bukan sebagai pelindung rakyat.

Status Saat Ini: Kita tidak hanya menghadapi oknum, melainkan sebuah Sistem yang Imun terhadap Integritas. Tembok ini hanya bisa runtuh jika tekanan publik lebih kuat daripada uang pengamanan yang mereka tebar.

Penulis: Lhynaa Marlinaa (Marlina)  https://www.facebook.com/share/1CtvyzonYV  Daily Vlog | News Agregator | Citizen Journalist

By: Syafaruddin Sikumbang.

 

redaksipro

Recent Posts

LIPPSU: Rp14 Triliun Kredit Macet, BNI Medan Jangan “Lari Malam”

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

31 Mei 2026

Di Tembung, Abang Beradik Jalankan Bisnis Gelap Jual Sepedamotor Sistem Online Di Gudang Misterius

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, menyoroti…

31 Mei 2026

Titi Gantung Dulu Bangunan Cagar Budaya Bersejarah, Kini Dibiarkan Semrawut dan Belepotan di Sana-Sini

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

31 Mei 2026

LIPPSU: Di Sini Pertalite Dibatasi, Di Tempat Lain Mafia BBM Pesta Keuntungan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

31 Mei 2026

Aku Taat dan Menyembah-Mu, Mengapa Ujian Ini Tak Berkesudahan Ya Rabb?

Karya : Ust. Abdul Latif Khan. MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Setiap manusia dilahirkan diatas bumi, tetap…

31 Mei 2026

LIPPSU: PT PSU Salah Urus Sejak Awal, Kini Semua Hancur Lebur Jadi “Tepung Terigu”

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, Jumat…

30 Mei 2026