Categories: News

Jangan Biarkan Melayu Tinggal Nama: Saatnya Bangkitkan Marwah Sumatera Timur

MEDAN, PROMEDIA.NEWS | Kegelisahan atas kian memudarnya identitas budaya Melayu di tengah arus modernisasi menjadi sorotan tokoh adat Datok Setia Nara Seni Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli, Datok Yan Djuna. Ia menilai, rencana Gebyar Halal Bihalal Masyarakat Melayu Indonesia pada 12 April 2026 bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan momentum penting untuk membangkitkan kembali marwah Melayu yang mulai tergerus zaman, khususnya di wilayah Sumatera Timur.

Tokoh adat Melayu tersebut menyatakan dukungannya terhadap rencana kegiatan yang akan digelar di Hotel Grand Mercure Medan, Medan.

Namun, ia menegaskan kegiatan tersebut tidak boleh sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan harus dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk membangkitkan kembali marwah budaya Melayu.

Kepada wartawan di Medan, Senin (6/4), Yan Djuna menilai pelestarian budaya Melayu saat ini membutuhkan pendekatan yang lebih inovatif serta melibatkan generasi muda secara aktif. Ia mendorong penguatan identitas melalui penggunaan atribut adat seperti tanjak, serta pengenalan kembali permainan tradisional seperti gasing dan congklak sebagai bagian dari pendidikan budaya.

“Kita ingin budaya Melayu tidak hanya menjadi sejarah, tetapi menjadi identitas yang hidup dalam keseharian masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar upaya penguatan budaya tetap berpijak pada akar tradisi lokal. Menurutnya, tidak semua tradisi Melayu dari wilayah lain relevan diterapkan di Sumatera Timur, sehingga diperlukan kehati-hatian agar tidak menimbulkan bias budaya.

Selain itu, ia menilai kesenian Melayu seperti tarian dan berbalas pantun perlu dikemas secara lebih modern. Pemanfaatan ruang publik seperti car free night maupun platform media sosial dinilai penting agar budaya Melayu lebih dekat dengan generasi muda sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan religiusitas.

Lebih jauh, Yan Djuna berharap kegiatan ini menjadi titik awal lahirnya agenda besar bertajuk “Melayu Raya Sumatera Timur”. Agenda tersebut diharapkan menjadi wadah konsolidasi masyarakat Melayu dari berbagai daerah, mulai dari Langkat, Tamiang hingga Panai, dalam satu semangat memperjuangkan pengakuan sejarah dan hak-hak adat.

Ia juga menyinggung pentingnya dorongan terhadap pengakuan peristiwa Revolusi Sosial Sumatera Timur, serta upaya memperoleh kembali tanah adat dan pendirian istana sebagai bagian dari identitas sejarah Melayu.

Untuk itu, ia mendorong agar ke depan dapat digelar pertemuan akbar yang melibatkan ribuan masyarakat Melayu dengan mengenakan pakaian adat sebagai simbol persatuan dan kekuatan.

“Selama ini Melayu terkesan terpecah-pecah. Momentum seperti ini harus dimanfaatkan untuk menunjukkan bahwa Melayu di Sumatera Utara, dahulu Sumatera Timur, adalah kekuatan besar yang tidak bisa dipandang remeh,” tegasnya.

Yan Djuna juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang selama ini mendukung pelestarian budaya melalui berbagai kegiatan dan penelitian sejarah. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat terus diperkuat demi menjaga keberlangsungan bahasa dan sastra Melayu sebagai jati diri bangsa.

Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa tujuan utama dari seluruh upaya tersebut adalah menjaga nilai-nilai luhur seperti kebersamaan, gotong royong, dan kerja sama dalam kehidupan sehari-hari, sehingga budaya Melayu tetap hidup dan berkembang di tengah arus globalisasi.

Laporan : Heriyanto Budi.

redaksi2

Recent Posts

Gudang Gelap di Balik Kebun Sampali: Dugaan Penimbunan BBM Subsidi Menguji Nyali Aparat

DELI SERDANG, PROMEDIA.NEWS - Di balik rimbunnya pepohonan dan akses jalan yang tertutup, sebuah bangunan…

23 Juli 2026

LIPPSU : Jangan Hanya Cari Pelaksana, Bongkar Rantai Keputusan, Periksa Dugaan Keteribatan Kahiyang Istri Mantan Walikota Medan Bobby Afif Nasution

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Sebuah persidangan di Pengadilan Negeri Medan 20/7/2026, kembali menghadirkan babak penting dalam…

23 Juli 2026

LIPPSU : BOBBY Seperti Anak TK, Ke 2 kalinya Boby Walk Out, sebelumnya Rapat Via Zoom dengan Kementerian Dalam Negeri

Gubernur merupakan Cermin Pemimpin Pemegang Kebijakan, Harus Jadi Teladan Mengelola Perbedaan. Forum Demokrasi Bukan Ruang…

23 Juli 2026

Zainal Sinambela : Waspada! “Broker Politik Cacat Etis” Ancam Kendalikan Golkar Sumut

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Dinamika internal Partai Golkar Sumatera Utara pasca Musda kembali disorot. Kader senior…

23 Juli 2026

Bea Cukai Medan Terus Kebobolan, AMPERAKSU Nilai Pengawasan Lemah karena Rokok Tanpa dan Tidak Sesuai Pita Cukai Masih Beredar

MEDAN, PROMEDIA.NEWS -Maraknya peredaran rokok tanpa pita cukai maupun rokok yang diduga menggunakan pita cukai…

23 Juli 2026

Konspirasi Jahat Dalam Penyusunan RAB Perjalanan Dinas DPRD Tebing Tinggi 2026

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Diduga Ada Konsiparasi Jahat Dalam Menyusun Rencana Anggaran Belanja Perjalanan Dinas DPRD…

22 Juli 2026