Categories: News

Iran Tak Lagi Percaya Indonesia; Tiga Luka yang Belum Sembuh

TEHERAN, PROMEDIA.NEWS| Indonesia buat tiga kesilapan dengan Iran. Berminggu-minggu kemudian Iran bagi lampu hijau. Tapi kapal masih belum bergerak.

Menteri ESDM Indonesia Bahlil ditanya wartawan setiap hari. Jawaban dia sama setiap kali. Masih negosiasi. Masih negosiasi. Masih negosiasi.

Tapi ramai yang tidak tahu kenapa negosiasi tu susah sangat. Ini bukan sekadar pasal Selat Hormuz. Ini pasal tiga luka lama yang Indonesia sendiri yang buat.

Luka pertama. Januari 2026, Indonesia lelong kapal tangki Iran bernama MT Arman 114 yang mereka rampas sejak 2023. Iran minta dilepaskan. Indonesia kata tidak. Iran minta jangan dilelong. Indonesia tetap lelongkan. Direktur Institut Maritim Nasional Indonesia Siswanto Rusdi sahkan Iran marah sebab mereka anggap lelongan tu tindakan tidak bersahabat.

Luka kedua. Tahun 2025, Indonesia tolak dua kapal perang Iran untuk sertai latihan tentera laut bersama yang dikenali sebagai MNEK di Bali. Mereka tolak atas tekanan Amerika Syarikat. Iran ingat penolakan tu sampai hari ini.

Luka ketiga. Februari 2026, Prabowo sertai Board of Peace, iaitu Lembaga Keamanan bentukan Trump. Penganalisis ekonomi Bhima Yudhistira dari CELIOS sahkan Iran tafsirkan penglibatan Indonesia dalam inisiatif Trump tu sebagai bukti Indonesia sudah condong ke blok Barat.

Tiga luka. Satu demi satu. Sebelum perang pun bermula.

Bila perang meletup dan Iran mula senaraikan negara mana yang boleh lalu Selat Hormuz, Malaysia, China, India, Rusia, Iraq, Pakistan, Mesir, Korea Selatan semuanya dapat kebenaran. Indonesia tidak ada dalam senarai.

Dua kapal Pertamina iaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro masih berlabuh di Teluk Parsi. Pertamina Pride membawa dua juta barel minyak untuk keperluan tenaga dalam negeri Indonesia. Kapal tu sepatutnya tiba di Indonesia pada 12 Mac. Hari ini sudah 31 Mac. Ia masih belum bergerak.

Pada 28 Mac semalam, Iran akhirnya beri lampu hijau. Tapi lampu hijau bukan bermakna kapal terus bergerak. Masih ada urusan teknikal dan operasional yang perlu diselesaikan. Jurucakap Kementerian Luar Negeri Indonesia Nabyl kata dengan jelas, ada tanggapan positif dari Iran, tapi belum ada kepastian masa bila kapal boleh betul-betul lalu.

Penulisan ini berdasarkan laporan yang tersedia. Gambaran penuh mungkin berbeza apabila lebih banyak maklumat tersedia.

Bandingkan dengan Malaysia. PM Anwar hubungi Iran terus sebaik perang bermula. Kapal Malaysia dapat kebenaran dalam masa beberapa hari. Tiada drama. Tiada berminggu-minggu menunggu.

Kenapa Indonesia ambil masa berminggu-minggu untuk dapat sesuatu yang Malaysia dapat dalam beberapa hari? Kerana dalam dunia diplomatik ada satu prinsip mudah. Kau jaga hubungan baik ketika senang, kau ada modal ketika susah. Kau buat tiga kesilapan sebelum perang, kau kena tunggu tiga minggu selepas perang.

 

Iran tidak lupa. Iran tidak pernah lupa.

Siapa yang ada di sini faham gambaran ni lebih awal dari kebanyakan orang. Ada satu lagi sudut dalam cerita Indonesia dan Iran ini yang ramai orang terlepas pandang sepenuhnya.

By: Syafaruddin Sikumbang.

Sumber: CNBC Indonesia, Dunia Energi, InfoPublik, Okezone, IDN Times, Berau Post, Seanteronews

redaksipro

Recent Posts

Hebatnya Jaringan Laba Laba Korupsi Imigrasi Sumut, Pemeriksaan Saksi Ditunda Di Polrestabes Medan, Alasan Laptop Rusak. Kemana Anggaran Pemeliharaannya

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Rahmadsyah menyatakan kekecewaannya karena setelah berjam lamanya dirinya menunggu, pemeriksaan dirinya sebagai…

21 Juni 2026

Proyek RSJ Ildrem Rp 4,3 M Macam Gosokan Maju Mundur

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) kembali melontarkan kritik keras terhadap…

21 Juni 2026

Kontrak Gedung Baru Rawat Inap RSJ Ildrem Rp 4,3 M Diteken Di Kedai Kopi, Hasilnya: Proyek Berceceran Masalah Di Sana Sini

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) mendesak aparat penegak hukum mengaudit…

21 Juni 2026

LIPPSU: Jangan Biarkan 600 Hektare Lebih Lahan PT Socfindo Simpang Gambus Terus Menganga

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) meminta pemerintah pusat, Kementerian ATR/BPN,…

21 Juni 2026

LIPPSU : Rp1,3 Triliun Proyek di SDBMBK Sumut Belum Tender Sudah Ada Pemenangnya

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) menyoroti pengelolaan anggaran infrastruktur di…

21 Juni 2026

LIPPSU: Eks Medan Club Penuh Sesak Massa Pendukung MBG, Siapa Yang Suruh Kumpul Di Sana? Hanya Allah Yang Tahu

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) mempertanyakan penggunaan lahan eks Medan…

21 Juni 2026