News

Ilusi Di Balik Kerjasama Keamanan Versi Tipuan AS

Medan, 23 Maret 2026.

MEDAN, PROMEDIA.NEWS | Infografis ini pada dasarnya menyajikan satu tesis implisit yang kuat: kehadiran kekuatan eksternal—khususnya militer Amerika Serikat—berkorelasi langsung dengan derajat fragmentasi kedaulatan domestik.

Namun, jika dibaca secara kritis, data komparatif ini tidak sekadar menunjukkan korelasi, melainkan memperlihatkan arsitektur kekuasaan global yang bekerja melalui tiga mekanisme: militerisasi, dependensi politik, dan normalisasi diplomatik.

Kasus Bahrain menunjukkan bentuk paling telanjang dari “kedaulatan semu”. Kehadiran pangkalan militer sejak 1971 dan kepatuhan total di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa bukan sekadar pilihan kebijakan luar negeri, tetapi hasil dari struktur ketergantungan yang membuat negara tidak memiliki ruang manuver.

Resistensi lokal yang “ada, ditindas” mengindikasikan bahwa stabilitas yang ditampilkan adalah stabilitas koersif—bukan konsensus.

Di sisi lain, Jepang dan Korea Selatan memperlihatkan model yang lebih kompleks: negara maju dengan kapasitas tinggi, tetapi tetap terjerat dalam orbit keamanan AS.

Di sini, fragmentasi kedaulatan tidak selalu tampak sebagai ketundukan total, melainkan sebagai “kedaulatan ternegosiasi”. 

Kasus Okinawa memperlihatkan paradoks: negara kuat secara ekonomi, tetapi sebagian wilayahnya mengalami tekanan sosial akibat kehadiran militer asing.

Artinya, modernitas tidak otomatis membebaskan dari subordinasi geopolitik.

Polandia menegaskan pola lain: integrasi ke dalam aliansi seperti NATO menghasilkan keamanan, tetapi dengan biaya otonomi strategis.

Kepatuhan tinggi bukan sekadar pilihan rasional, tetapi konsekuensi dari positioning geopolitik sebagai “frontline state”. 

Ini menunjukkan bahwa bahkan dalam sistem aliansi formal, relasi kuasa tetap asimetris.

Sebaliknya, Indonesia tampil sebagai anomali relatif. Tanpa pangkalan militer asing dan dengan tradisi politik “bebas aktif”, tingkat fragmentasi kedaulatan lebih rendah.

Namun, ini bukan berarti tanpa risiko. Justru, infografis ini secara implisit menegaskan bahwa kedaulatan Indonesia bukan kondisi alami, melainkan hasil dari pilihan politik historis yang terus harus dipertahankan—terutama di tengah tekanan global yang semakin kompleks.

Kasus Venezuela memperlihatkan ekstrem lain: ketika negara menolak dominasi, ia tidak keluar dari struktur kekuasaan global, tetapi justru menghadapi bentuk tekanan berbeda—sanksi, delegitimasi, dan intervensi tidak langsung.

Ini menunjukkan bahwa sistem global bekerja bukan hanya melalui kehadiran militer, tetapi juga melalui instrumen ekonomi dan politik.

Dengan demikian, pelajaran paling tajam dari komparasi ini adalah: tidak ada posisi netral dalam sistem global.

Negara-negara yang menerima kehadiran militer asing membayar dengan kedaulatan internal; negara yang menolak membayar dengan tekanan eksternal.

Pilihan yang tersisa bukan antara “bebas” atau “tidak bebas”, melainkan bagaimana mengelola derajat ketergantungan agar tidak berubah menjadi dominasi struktural.

Infografis ini, jika dibaca secara dekonstruktif, sebenarnya sedang mengungkap satu hal yang sering disamarkan dalam wacana resmi: bahwa apa yang disebut “kerja sama keamanan” sering kali adalah eufemisme dari relasi kuasa yang timpang, dan bahwa kedaulatan di abad modern bukanlah status tetap, melainkan arena kontestasi yang terus berlangsung.

Maka jika presidenmu mewacanakan “model penjajahan serupa”, ajaklah ia berfikir 1000 kali.

Penulis: Shohibul Anshor Siregar. https://www.facebook.com/share/1DVFx6YKqB/

By: Syafaruddin Sikumbang.

redaksipro

Recent Posts

Lima Rumah Rusak akibat Ledakan Dahsyat di Grand Polonia Medan. Ada apa?

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Suara ledakan dahsyat menggegerkan warga dan pengguna jalan di seputaran Jalan Perhubungan…

20 Juli 2026

LIPPSU: Kepling Disuruh Nobar Sambil Teriak Teriak, Pulang Subuh Dibentak Istri Tuntut Upah Pungut Yang Masih Disembunyikan Di Meja Kepala Bapenda Medan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) menyoroti keluhan para Kepala Lingkungan…

20 Juli 2026

Aliran Uang Haram Diduga ‘Mengalir’ Di Bawah Meja Kapolres Binjai Sebagai Upeti di Balik Judi ‘Las Vegas’ Binjai

BINJAI, PROMEDIA.NEWS - Deru mesin ketangkasan dan aroma asap rokok menyeruak dari sebuah bangunan samar…

20 Juli 2026

Dugaan Korupsi & Jual Beli Menguat, JAGA MARWAH: Banyak Pejabat Bermasalah Dilantik di Kepemimpinan Rico Waas

MEDAN – Di tengah euforia masyarakat menyambut keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026, perhatian publik…

20 Juli 2026

Dana BOS Miliaran, Kepala SMAN 1 Batang Kuis Diduga Pungli Siswa Baru Rp100 Ribu per Siswa

DELI SERDANG, PROMEDIA.NEWS - Awal tahun ajaran baru 2026, SMAN 1 Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang,…

20 Juli 2026

Aseng Kayu Mafia Judi Brahrang Binjai Kebal Hukum, Didemo AFMS “Dikeker” Poldasu

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Polda Sumatera Utara berjanji akan menindaklanjuti laporan warga terkait awetnya judi milik…

20 Juli 2026