News

Gubernur Sumut Kurang Perhatian, Pasca Bencana Rusaknya Jalan Lintas Pantai Barat Madina

By : Darwin Lubis

Madina, 8 Januari 2026.

MADINA, PROMEDIA.NEWS | Lebih dari satu bulan pascabanjir yang melanda wilayah Mandailing Natal pada 25 November 2024, kondisi jalan provinsi di ruas jalur lintas Jembatan Merah–Simpang Gambir hingga kini dilaporkan belum menunjukkan penanganan berarti. Sejumlah warga yang berdomisili di wilayah Pantai Barat Mandailing Natal menyatakan kerusakan jalan tersebut masih mengganggu mobilitas masyarakat.

Berdasarkan pemantauan warga di lapangan (Ucok Nasution) yang berprofesi sebagai supir, dan yang selalu melintasi ruas jalan provinsi ini, yang menjadi satu-satunya akses alternatif bagi masyarakat Pantai Barat Madina masih mengalami kerusakan di beberapa titik, mulai dari badan jalan tergerus hingga kondisi yang dinilai rawan bagi pengguna jalan. Situasi ini dirasakan langsung oleh masyarakat yang setiap hari bergantung pada jalur tersebut untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.

“Sudah lebih dari sebulan pascabanjir, namun sampai sekarang belum terlihat adanya penanganan serius di lapangan. Padahal jalan ini adalah akses utama dan satu-satunya jalur alternatif bagi masyarakat Pantai Barat,” ujar salah seorang warga setempat Ucok Nasution, Senin (05/01/2026).

Masyarakat menilai keterlambatan penanganan berpotensi memperparah kerusakan, terutama di tengah cuaca yang masih kerap diguyur hujan. Selain menghambat arus transportasi, kondisi tersebut juga dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko keselamatan bagi pengendara.

Kondisi Jalan Pantai Barat Madina Pasca Banjir Bandang, Kopak Kapik belum ada perhatian dari Pemprovsu.

 

Atas kondisi itu, masyarakat Pantai Barat Mandailing Natal menyampaikan harapan kepada Gubernur Sumatera Utara agar memberikan perhatian khusus terhadap ruas jalan provinsi tersebut. Warga berharap pemerintah provinsi melalui instansi terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), dapat segera melakukan langkah penanganan yang terukur dan berkelanjutan.

“Jalan ini sangat vital bagi kami. Kami berharap pemerintah provinsi hadir dan segera mengambil langkah konkret agar aktivitas masyarakat tidak terus terganggu,” kata warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana penanganan lanjutan terhadap ruas jalan provinsi Jembatan Merah–Simpang Gambir tersebut. Masyarakat berharap aspirasi ini dapat menjadi perhatian serius demi kelancaran akses dan keselamatan bersama.

redaksipro

Recent Posts

LIPPSU: E-Purchasing Ditukangi, Aspal Dibeli Murah, Uang Rp25,6 Miliar untuk Perbaiki Jalan di Medan Ikut Hancur Kayak Bubur Sumsum

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Pengadaan aspal senilai lebih dari Rp24,6 miliar di lingkungan Dinas Sumber Daya…

16 Juni 2026

Ribut.!! Tender Pemprovsu Membangun Nias Utara Dimenangkan Perusahaan Penawar Harga Tertinggi

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Penawar harga terendah dinyatakan kalah tender lewat argumen yang dicap tak jelas.…

16 Juni 2026

LIPPSU: Bobby Nasution Jangan Cari Panggung Politik Diatas Derita Rakyat, Fokus Desak PLN

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) menilai polemik antara Gubernur Sumatera…

16 Juni 2026

LIPPSU: Tender Rp28 M Nias Utara Diduga Janggal, Perusahaan Bermasalah Dimenangkan Pula, Sudah Terjadi Berulangkali Di Sumut

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

16 Juni 2026

Bobby Nasution Lepas Kontingen Pesparawi Nasional, Targetkan Sumut Pertahankan Gelar Juara Umum

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution melepas kontingen Sumut untuk mengikuti…

16 Juni 2026

LIPPSU Desak Polisi Usut Dugaan Ancaman terhadap Narasumber Kasus Upah Pekerja MBG

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Dugaan intimidasi terhadap narasumber yang mengungkap persoalan penyelewengan upah pekerja di dapur…

16 Juni 2026