News

Gizi di Piring Rakyat, Upeti di Meja Pejabat: Membedah “Retakan” Raksasa di Badan Gizi Nasional

JAKARTA, PROMEDIA.NEWS | Narasi “Makan Bergizi Gratis” (MBG) yang selama ini didengungkan sebagai penyelamat generasi bangsa kini tengah berada di titik nadir. Investigasi mendalam mengungkap sebuah pola yang mengkhawatirkan: di saat ribuan unit layanan dihentikan, anggaran ratusan miliar justru menguap melalui saluran “pencucian” berkedok seremonial.

 

1. Skandal EO Rp113 Miliar: “Laundry Channel” Berkedok Sosialisasi

Tepat 12 April 2026, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, dipaksa menghadapi sorotan tajam terkait alokasi Rp113 Miliar untuk jasa Event Organizer (EO). Meski berdalih demi “efisiensi strategis,” fakta di lapangan menunjukkan anomali yang mencolok:

Vendor Bayangan: Pemenang utama proyek, konsorsium berinisial “V-Ent”, baru terdaftar secara administratif pada akhir 2025.

Jejak Gurita: Kantor “V-Ent” diketahui berbagi alamat ruko yang sama dengan anak perusahaan Grup G—entitas yang sebelumnya dikaitkan dengan skandal jet pribadi mewah.

Modus Mark-Up: Ditemukan indikasi penggelembungan biaya hingga 200% untuk sewa hotel mewah dan jasa pemengaruh (influencer). Dana ini diduga dialihkan sebagai “Dana Taktis” untuk menggerakkan mesin opini (buzzer) guna menutupi isu korupsi laptop Rp60 Juta.

 

2. Penutupan Massal SPPG: Operasi Senyap “Pembersihan TKP”

Antara 1 hingga 7 April 2026, sebanyak 1.256 Satuan Pelayanan (SPPG) di Indonesia Timur, NTB, dan Kalimantan mendadak berhenti beroperasi. Secara resmi, BGN berkilah soal perizinan sanitasi (SLHS) dan instalasi limbah (IPAL).

Namun, realitas investigatif mencium aroma lain. Penutupan massal ini terjadi tepat saat audit fisik mulai membongkar adanya fasilitas “sampah” mulai dari bangunan tak layak hingga penggunaan mesin pendingin (chiller) bekas di SPPG Bandung Barat. Langkah “pembekuan” ini diduga kuat merupakan upaya mencegah auditor independen menemukan ketidaksesuaian barang yang lebih masif.

 

3. Diplomasi “Pelarian”: Anggaran EO untuk Exit Strategy

Temuan paling krusial menunjukkan bahwa sebagian dana Rp113 Miliar tersebut dialokasikan untuk kegiatan luar negeri di Singapura dan Australia.

“Ini bukan sekadar studi banding, melainkan Kedok Evakuasi,” ungkap seorang sumber internal.

Dengan menggunakan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) yang dibiayai dana EO, para aktor kunci yang kini tersudut bisa melegalkan keberadaan mereka di luar negeri. Secara administratif mereka “tugas negara,” namun secara de facto, mereka berada dekat dengan aset-aset yang disembunyikan di pusat keuangan internasional seperti Orchard.

 

4. Pecahnya Kongsi: Menkeu Menarik “Rem Tangan”

Rabu, 8 April 2026, terjadi kontradiksi terbuka di internal pemerintahan. Saat Kepala BGN membantah harga motor listrik mencapai Rp58 juta, Menteri Keuangan Purbaya justru mengambil langkah tegas dengan menghapus anggaran pengadaan motor listrik untuk BGN di tahun 2026.

Ini adalah sinyalemen kuat bahwa bendahara negara mulai menjaga jarak dari belanja BGN yang dianggap tidak masuk akal dan berisiko tinggi secara hukum.

 

Kesimpulan: Pagar Mulai Terbakar

Situasi per malam ini adalah Pertarungan Narasi. Di permukaan, BGN sibuk melakukan pembelaan diri melalui klarifikasi publik. Namun di bawah tanah, Kejaksaan Agung melalui Jamintel telah mengaktifkan sistem pemantauan digital hingga tingkat desa.

Langkah Kejaksaan ini adalah respons atas perintah tegas Presiden untuk mengamankan uang rakyat. Saat pelaku di dalam sistem mulai panik dan mencoba “membersihkan TKP,” sistem peringatan dini penegak hukum justru mulai mendeteksi manipulasi data distribusi yang selama ini ditutupi.

Pena tidak akan patah, dan audit tidak akan berhenti pada seremonial.

Penulis; Lhynaa Marlinaa (Marlina). https://www.facebook.com/share/18JYGWugUF/

By: Syafaruddin Sikumbang.

redaksipro

Recent Posts

Diduga Polres Belawan Terima Upeti Gelap Atas Maraknya Judi Tembak Ikan Berlogo ‘AB’

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Meski sudah berulang kali diberitakan media online terkait maraknya judi tembak ikan…

22 Juni 2026

LIPPSU Soroti Nasib Kepling Medan Jadi ‘Budak Siaga’ Jelang APEKSI, Upah Pungut Rp10 Miliar Terus Ditahan Hingga Akhir Zaman

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) melayangkan kritik keras kepada Pemerintah…

22 Juni 2026

LIPPSU : Rp12,3 Miliar Untuk Benih Jagung

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari A.M Sinik,…

22 Juni 2026

LIPPSU: Ada Suara Nyaring “Lantai 10” Diduga Perintahkan Aksi Dukung MBG di Eks Medan Club. Rasanya Tak Mungkin Aset Bersejarah Diizinkan Jadi Titik Kumpul Unjuk Rasa

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

22 Juni 2026

Ketika Ruang Publik Terusik Dari Dukung Mendukung Program Nasional : Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) VS Makan Bergizi Gratis (MBG)

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Belakangan ini kita disuguhkan banyaknya pro dan kontra terkait program nasional Makan…

22 Juni 2026

Antara Makan Gratis dan Pendidikan Gratis, Mana yang Lebih Menentukan Masa Depan Bangsa?

Oleh: Wan Agus Yahya MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Ada sebuah pepatah lama yang sangat relevan untuk…

22 Juni 2026