Sumut

LIPPSU : Rp12,3 Miliar Untuk Benih Jagung

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari A.M Sinik, menyoroti alokasi anggaran sebesar Rp12,3 miliar yang disiapkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk pengadaan benih jagung pada Tahun Anggaran 2026.

Anggaran tersebut tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP dengan kode RUP 66684479 melalui paket Pengadaan Benih Jagung Kegiatan Pengembangan Budidaya Jagung yang berada di bawah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara.

Menurut Azhari, besarnya anggaran yang dialokasikan harus dibarengi dengan perencanaan yang matang, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Kami mendukung setiap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani. Namun, dengan anggaran mencapai Rp12,3 miliar, tentu harus ada perencanaan yang jelas, mulai dari penentuan lokasi, penerima manfaat, kualitas benih, hingga target hasil yang ingin dicapai,” ujar Azhari Sinik.

Program tersebut diketahui direncanakan untuk mendukung pengembangan budidaya jagung pada lahan seluas 500 hektare dengan mekanisme pengadaan melalui e-purchasing dan sumber dana berasal dari APBD Sumatera Utara Tahun 2026.

Azhari Sinik menilai pemerintah perlu membuka informasi secara rinci kepada publik agar tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait efektivitas penggunaan anggaran tersebut.

“Kami berharap Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut dapat menyampaikan secara terbuka bagaimana skema pelaksanaan program ini, siapa penerima manfaatnya, serta bagaimana pengawasan dilakukan agar anggaran yang besar tersebut benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan produksi jagung dan kesejahteraan petani,” tegasnya.

LIPPSU juga meminta agar pelaksanaan program tersebut diawasi secara ketat oleh pihak terkait untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam proses pengadaan maupun distribusi benih.

“Setiap rupiah uang rakyat harus digunakan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran. Karena itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi hal yang sangat penting dalam pelaksanaan program ini,” tutup Azhari Sinik.

Laporan : Jhon Fitriadi

redaksi2

Recent Posts

LIPPSU: Ada Suara Nyaring “Lantai 10” Diduga Perintahkan Aksi Dukung MBG di Eks Medan Club. Rasanya Tak Mungkin Aset Bersejarah Diizinkan Jadi Titik Kumpul Unjuk Rasa

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

22 Juni 2026

Ketika Ruang Publik Terusik Dari Dukung Mendukung Program Nasional : Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) VS Makan Bergizi Gratis (MBG)

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Belakangan ini kita disuguhkan banyaknya pro dan kontra terkait program nasional Makan…

22 Juni 2026

Antara Makan Gratis dan Pendidikan Gratis, Mana yang Lebih Menentukan Masa Depan Bangsa?

Oleh: Wan Agus Yahya MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Ada sebuah pepatah lama yang sangat relevan untuk…

22 Juni 2026

LIPPSU Soroti Dugaan “Bersih-Bersih Dadakan” Saat Pemeriksaan di SPPG Silalas, Minta Kepala SPPG Diperiksa

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Beredarnya tangkapan layar percakapan grup WhatsApp yang diduga berasal dari internal pekerja…

22 Juni 2026

Forum Pemuda Peduli Pembangunan Sumatera Utara Apresiasi Kinerja PLT PSDA Sumut Melalui UPTD di Daerah

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Forum Pemuda Peduli Pembangunan Sumatera Utara (FP3SU) memberikan apresiasi atas langkah dan…

22 Juni 2026

Bobby Dinilai Cederai Perasaan Masyarakat Batu Bara Saat Pembukaan MTQ Sumut

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Pernyataan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, yang menyebut "Mudah-mudahan Batu Bara…

22 Juni 2026