Categories: News

Disdik Medan Menuai Sorotan, HMI Cabang Medan Desak Kejari Medan Jangan Lakukan Pembiaran, Segera Proses Hukum Para Tersangka

By : Ir. Syafaruddin Sikumbang

Medan, 14 Januari 2026.

MEDAN, PROMEDIA.NEWS | Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan dengan tegas dan tanpa kompromi mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan untuk segera menetapkan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Medan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan atribut dan perlengkapan sekolah yang hingga kini terkesan berjalan lamban.

 

HMI Cabang Medan menilai telah terdapat indikasi kuat dan berlapis adanya penyalahgunaan kewenangan dalam proses perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan pengadaan. Sekretaris Dinas Pendidikan bukan sekadar pelengkap administrasi, melainkan memegang peran strategis dalam pengendalian kebijakan dan teknis anggaran, sehingga tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab hukum.

 

Berdasarkan data resmi dari laman sirup.lkpp.go.id, HMI Cabang Medan menemukan fakta mencengangkan terkait proyek pengadaan perlengkapan sekolah bagi siswa miskin di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Tahun Anggaran 2024 dengan total nilai anggaran lebih dari Rp16 miliar.

Anggaran tersebut terbagi dalam dua paket besar, yakni:

  • Paket penggandaan seragam sekolah siswa miskin SMP senilai Rp11.123.500.000 (Kode RUP 47965088), meliputi pakaian sekolah muslim, atribut seragam SMP, dan sepatu sekolah;
  • Paket pengadaan tas ransel SMP senilai Rp5.000.000.000 dengan volume 20.000 unit (Kode RUP 47965087). 

 

Total anggaran fantastis ini seharusnya berbanding lurus dengan kualitas dan manfaat yang diterima siswa miskin, namun fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya.

 

Ironis dan memalukan, pengadaan tersebut malah menuai kecaman publik karena kualitas barang yang dinilai jauh dari spesifikasi, terkesan asal jadi, dan tidak sebanding dengan nilai anggaran. Kondisi ini menguatkan dugaan terjadinya praktik mark-up, pengondisian tender, dan pembiaran sistematis oleh pihak-pihak yang memiliki kewenangan.

 

“Kasus pengadaan perlengkapan sekolah ini jelas bermasalah. Aparat penegak hukum harus mengusutnya sampai tuntas, dan tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Semua pihak yang terlibat harus bertanggung jawab.” Tegas Farhan selaku Kabid PTKP HMI Cabang Medan.

 

Lebih jauh, dua perusahaan pemenang tender, yakni CV Anugerah Perdana Lestari dan CV Roya Deli, patut diduga memiliki kedekatan dengan oknum pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Medan. Dugaan relasi tidak wajar ini mengarah pada konflik kepentingan serius yang berpotensi melanggar prinsip transparansi dan akuntabilitas pengadaan barang dan jasa.

 

Farhan menegaskan, “penegakan hukum yang ragu-ragu adalah bentuk pembiaran, dan pembiaran adalah kejahatan itu sendiri. Jika alat bukti telah memenuhi ketentuan Pasal 184 KUHAP, maka tidak ada alasan hukum bagi Kejari Medan untuk menunda penetapan tersangka.”

 

Korupsi di sektor pendidikan adalah kejahatan luar biasa karena secara langsung merampas hak siswa miskin dan merusak masa depan generasi Kota Medan. Oleh karena itu, HMI Kota Medan menyatakan sikap:

 

  1. Mendesak Kejari Medan segera menetapkan Sekdis Pendidikan Kota Medan sebagai tersangka;
  2. Mengusut tuntas seluruh pihak, termasuk rekanan, aktor intelektual, dan pejabat yang terlibat;
  3. Membuka secara transparan perkembangan penanganan perkara kepada publik;
  4. Tidak ragu membawa persoalan ini ke Kejati Sumut maupun KPK apabila Kejari Medan gagal menunjukkan ketegasan.

 

“Jika praktik ini dibiarkan, dampaknya bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mencederai dunia pendidikan dan masa depan generasi muda di Kota Medan,” Tutup Farhan Kabid PTKP HMI Cabang Medan.

 

HMI Cabang Medan menegaskan akan terus mengonsolidasikan kekuatan mahasiswa dan rakyat, serta siap melakukan aksi lanjutan yang lebih besar demi memastikan hukum ditegakkan dan korupsi di sektor pendidikan benar-benar diberantas sampai ke akar.

redaksipro

Recent Posts

Lima Rumah Rusak akibat Ledakan Dahsyat di Grand Polonia Medan. Ada apa?

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Suara ledakan dahsyat menggegerkan warga dan pengguna jalan di seputaran Jalan Perhubungan…

20 Juli 2026

LIPPSU: Kepling Disuruh Nobar Sambil Teriak Teriak, Pulang Subuh Dibentak Istri Tuntut Upah Pungut Yang Masih Disembunyikan Di Meja Kepala Bapenda Medan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) menyoroti keluhan para Kepala Lingkungan…

20 Juli 2026

Aliran Uang Haram Diduga ‘Mengalir’ Di Bawah Meja Kapolres Binjai Sebagai Upeti di Balik Judi ‘Las Vegas’ Binjai

BINJAI, PROMEDIA.NEWS - Deru mesin ketangkasan dan aroma asap rokok menyeruak dari sebuah bangunan samar…

20 Juli 2026

Dugaan Korupsi & Jual Beli Menguat, JAGA MARWAH: Banyak Pejabat Bermasalah Dilantik di Kepemimpinan Rico Waas

MEDAN – Di tengah euforia masyarakat menyambut keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026, perhatian publik…

20 Juli 2026

Dana BOS Miliaran, Kepala SMAN 1 Batang Kuis Diduga Pungli Siswa Baru Rp100 Ribu per Siswa

DELI SERDANG, PROMEDIA.NEWS - Awal tahun ajaran baru 2026, SMAN 1 Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang,…

20 Juli 2026

Aseng Kayu Mafia Judi Brahrang Binjai Kebal Hukum, Didemo AFMS “Dikeker” Poldasu

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Polda Sumatera Utara berjanji akan menindaklanjuti laporan warga terkait awetnya judi milik…

20 Juli 2026