News

Diprotes Warga, Lembu Dewan Makan Jagung Sepuasnya Di Ladang Milik Tetangga

DELISERDANG, PROMEDIA.NEWS – Nasib kurang beruntung dialami Masda boru Simanjuntak, petani di Desa Klambir Lima Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Ladang jagung yang selama ini menjadi salah satu tumpuan ekonomi keluarganya rusak setelah dimasuki kawanan lembu yang disebut-sebut milik anggota DPRD Sumatera Utara, berinisial WA

Tidak hanya merusak tanaman, kawanan lembu tersebut diduga memakan sebagian jagung yang telah tumbuh subur dan tinggal menunggu waktu sekitar satu bulan lagi untuk dipanen. Akibat kejadian itu, keluarga Masda kini dibayangi kerugian setelah tenaga, waktu dan biaya dicurahkan sejak pengolahan lahan hingga perawatan tanaman.

Artanti, yang mewakili keluarga Masda, Minggu (12/7), mengaku prihatin melihat kondisi ladang jagung tersebut. Ia mengatakan keluarga sebenarnya tidak ingin persoalan itu berkembang menjadi konflik berkepanjangan dan berharap dapat diselesaikan secara baik melalui mediasi.

Menurut Artanti, ladang jagung berukuran sekitar 50 x 40 meter tersebut dikelola Masda bersama suami untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan ketiga anak mereka.

Bagi keluarga Masda, kata Artanti, tanaman jagung tersebut bukan sekadar tanaman biasa. Hasil panen sangat diharapkan untuk menopang perekonomian keluarga setelah berbulan-bulan mengeluarkan tenaga dan biaya untuk mengolah serta merawat ladang.

“Jagung itu baru sekitar sebulan lagi akan dipanen. Tapi ladangnya rusak, bahkan sebagian jagung dimakan lembu,” ujar Artanti.

Ia menuturkan, sebelum kerusakan ladang diketahui, dirinya telah mengingatkan pihak yang membawa atau menggiring ternak agar tidak mengarahkan kawanan lembu ke kawasan yang berdekatan dengan ladang jagung milik Masda.

*Kerusakan*

Peringatan tersebut disampaikan karena keluarga khawatir ternak masuk ke areal tanaman. Apalagi, kondisi jagung telah tumbuh dan mendekati masa panen sehingga sangat rentan mengalami kerusakan apabila diinjak maupun dimakan ternak.

Namun, menurut Artanti, kekhawatiran keluarga akhirnya benar-benar terjadi. Peringatan yang sebelumnya disampaikan disebut tidak diindahkan. Keesokan harinya, keluarga mendapati kondisi ladang jagung telah rusak.

Sejumlah tanaman terlihat mengalami kerusakan dan sebagian jagung diduga telah dimakan kawanan lembu. Kondisi tersebut membuat keluarga Masda kecewa karena tanaman yang selama ini dirawat dengan susah payah terancam tidak memberikan hasil panen sesuai harapan.

Artanti mengatakan, keluarga Masda sangat mengharapkan adanya itikad baik dari pemilik ternak. Mereka meminta pihak terkait bersedia duduk bersama untuk membicarakan kerusakan tanaman dan mencari jalan penyelesaian secara kekeluargaan.

Keluarga, lanjutnya, tidak ingin persoalan tersebut menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Namun, kerugian yang berpotensi dialami Masda juga diharapkan tidak diabaikan begitu saja.

Pasalnya, proses menanam jagung membutuhkan modal dan tenaga. Mulai dari pengolahan lahan, pembelian bibit, penanaman hingga perawatan tanaman dilakukan dengan harapan hasil panen nantinya dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Terlebih, tanaman jagung tersebut disebut hanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan lagi sebelum memasuki masa panen. Kerusakan yang terjadi pada saat tanaman telah mendekati masa panen dikhawatirkan berdampak terhadap jumlah dan kualitas hasil yang diperoleh.

“Harapan kami persoalan ini bisa diselesaikan secara baik. Duduk bersama, mediasi. Karena keluarga Masda juga menggantungkan harapan dari hasil ladang itu,” ungkap Artanti.

Selain meminta penyelesaian terhadap kerusakan ladang, keluarga Masda berharap pengawasan terhadap ternak yang berada di sekitar kawasan perkebunan dan lahan pertanian warga dapat ditingkatkan.

Kawanan ternak diminta tidak dibiarkan masuk ke lahan yang sedang ditanami warga. Sebab, apabila kejadian serupa kembali terulang, bukan tidak mungkin petani lain juga mengalami kerugian.

Bagi petani kecil, kerusakan tanaman menjelang panen dapat menjadi persoalan serius. Hasil yang seharusnya diperoleh setelah berbulan-bulan bekerja berpotensi berkurang, sementara biaya pengolahan dan perawatan tanaman telah lebih dahulu dikeluarkan.

Karena itu, keluarga Masda berharap pemilik ternak yang diduga masuk dan merusak ladang menunjukkan tanggung jawab serta membuka ruang komunikasi dengan pihak keluarga.

Kawanan lembu yang diduga masuk ke ladang Masda tersebut disebut-sebut milik anggota DPRD Sumatera Utara, WA. Namun, hingga kini belum diperoleh keterangan langsung dari Wagirin terkait dugaan kepemilikan ternak maupun kerusakan ladang jagung tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, WA belum berhasil dikonfirmasi. Meski telah berulang kali dihubungi melalui sambungan telepon, yang bersangkutan belum memberikan respons.

Konfirmasi diperlukan untuk memperoleh penjelasan dan keberimbangan informasi, termasuk terkait dugaan kepemilikan kawanan lembu serta langkah yang akan dilakukan terhadap keluhan keluarga Masda.

WA diketahui merupakan anggota DPRD Sumatera Utara dari Daerah Pemilihan Sumut III Deli Serdang. Ia juga diketahui berdomisili di Desa Klambir Lima Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.

Keluarga Masda kini masih berharap persoalan kerusakan ladang jagung tersebut dapat segera diselesaikan melalui musyawarah. Mereka meminta adanya kepedulian dan itikad baik agar kerugian petani tidak dibiarkan berlarut-larut.

Bagi Masda dan keluarganya, ladang jagung itu adalah hasil kerja keras sekaligus harapan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun, menjelang masa panen, harapan tersebut kini terganggu setelah kawanan lembu masuk, merusak dan diduga memakan sebagian tanaman jagung yang telah mereka rawat.

Laporan : Tim

redaksi2

Recent Posts

Semua Rakyat yang Kalian Wakili Itu Akan Menjadi Saksi di Akhirat Kelak

Oleh: Ust. Abdul Latif Khan MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Menjadi pemimpin bukan sekadar memperoleh kehormatan. Jabatan…

13 Juli 2026

Oala Nasib-Nasib! Ondim Tiap Malam Digigit Nyamuk di Penjara KPK, Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti “Disengat” Isu Ijazah Palsu

LANGKAT, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, Minggu…

13 Juli 2026

Duo Hasrimi Berkelit Macam Pemain Silat Profesional, Nanti Menyesal Pakai Singlet di Penjara

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari A.M Sinik, menyoroti…

13 Juli 2026

LIPPSU: 4 Saksi Cabut Perkara, Disetel Jaksa Tersangka Diarahkan Ke Swasta Kasus Smartboard, Tapi Api Terus Membara Agar Duo Hasrimi dan Bobby Cium Dinding Penjara

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari A.M Sinik, Minggu…

13 Juli 2026

Pesta Rakyat Atau Ladang Pemerasan, PRSU Sepi Bak Kuburan, Tarif Masuk Mahal

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Kemarahan masyarakat Sumatera Utara sudah di ubun-ubun! Gelaran Pekan Raya Sumatera Utara…

13 Juli 2026

Dua Ahli Pertanyakan Penerapan Pasal 32 dan 35 UU ITE Terhadap Roy Suryo Dan DR. Tifa

JAKARTA, PROMEDIA.NEWS - Penerapan Pasal 32 dan Pasal 35 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU…

13 Juli 2026