Nasional

OPINI: KETIKA RI-1 “HERAN”, PROFESOR “JAGAIN GAWANG”

Dilema Antara Niat Mulia & Realita Anggaran

Jakarta, 13 Februari 2026.

JAKARTA, PROMEDIA.NEWS “Saya tidak ngerti.” Kalimat itu keluar dari seorang Presiden. Prabowo Subianto, pemegang mandat tertinggi republik ini, merasa heran mengapa program andalannya—Makan Bergizi Gratis (MBG)—justru panen kritik pedas dari kalangan “orang pintar” bergelar Profesor.

Dalam kacamata Presiden, logikanya sederhana dan manusiawi: Negara punya uang, rakyat butuh makan, kenapa dipersulit teori?

Niatnya murni: Memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang berangkat sekolah dengan perut kosong.

Namun, di seberang meja, para Profesor dan Ekonom tidak sedang “nyinyir”. Mereka sedang menjalankan tugasnya sebagai Penjaga Gawang Akal Sehat.

 

BUKAN MENOLAK NIAT, TAPI MENGAWAL CARANYA 🛡️

Pak Presiden yang terhormat,

Kritik para akademisi itu bukan tanda kebencian. Justru itu tanda cinta yang keras (tough love).

Seorang Presiden berpikir tentang “APA” (Apa tujuannya? Rakyat kenyang).

Sementara Profesor berpikir tentang “BAGAIMANA” (Bagaimana bayarnya? Utang lagi? Pajak naik?).

Kekhawatiran mereka beralasan. Sejarah mencatat banyak negara kolaps bukan karena kurang niat baik pemimpinnya, tapi karena salah urus anggarannya.

Ketika Profesor berteriak “Awas Defisit!”, mereka tidak sedang menghalangi anak makan. Mereka sedang mencegah agar piring nasi hari ini tidak dibayar dengan gadai sertifikat negara di masa depan.

 

MANDAT POLITIK VS MANDAT ILMU ⚖️

Presiden bekerja dengan Mandat Politik (dipilih rakyat untuk eksekusi).

Profesor bekerja dengan Mandat Ilmu (berpikir objektif tanpa kepentingan elektoral).

Keduanya tidak harus berkelahi.

Justru, kebingungan Pak Prabowo adalah sinyal bahwa komunikasi antara “Istana” (Eksekutor) dan “Kampus” (Pemikir) sedang tersumbat.

Jangan sampai Presiden merasa berjalan sendirian, sementara kaum intelektual merasa diabaikan.

 

PEMBUKTIAN ADALAH JAWABAN TERBAIK

Daripada bingung atau merasa dihina, jadikan kritik itu sebagai Navigasi Gratis.

Jika para Profesor bilang “Rawan Korupsi”, maka Presiden harus bikin sistem anti-maling yang canggih.

Jika mereka bilang “Anggaran Jebol”, maka Presiden harus buktikan efisiensi pos lain.

Rakyat tidak butuh drama “Presiden vs Profesor”.

Rakyat butuh bukti: Perut kenyang, otak cerdas, dan dompet negara tetap aman.

Buktikan, Pak Presiden. Buat para pengkritik itu terdiam bukan karena takut, tapi karena takjub melihat keberhasilan Bapak.

Penulis: Lhynaa Marlinaa (Marlina) https://www.facebook.com/share/1CtvyzonYV  Daily Vlog | News Agregator | Citizen Journalist

By: Syafaruddin Sikumbang,

redaksipro

Recent Posts

FP3 Kota Medan Apresiasi Gerak Cepat SDABMBK Tangani Banjir di Tengah Tingginya Curah Hujan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Forum Pemuda Peduli Pembangunan Kota Medan memberikan apresiasi kepada Dinas Sumber Daya…

16 Juli 2026

Nelayan Diguyur Rp 14,8 M, Awasi Praktik Korupsi Model Tipu Sana, Sogok Sini

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari A.M Sinik,…

16 Juli 2026

Eks Hakim Agung Dwi Cahyo: Jika Dugaan Ijazah Jokowi Terbukti Palsu, Masuk Kategori Kejahatan Luar Biasa

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Mantan Hakim Agung Ad Hoc, Dwi Cahyo, menyampaikan pandangannya terkait polemik dugaan…

16 Juli 2026

Antrean BBM Memanas: Rapat Darurat Digelar Poldasu, Bobby Nasution Nobar Piala Dunia Di Nias

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Deretan antrian kendaraan masih terlihat panjang mengular di sejumlah SPBU Sumatera Utara…

16 Juli 2026

Gubsu Nobar di Nias Sambil Teriak Gol, Rakyat Terus Dibohongin BBM Langka

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari A.M Sinik, melontarkan…

16 Juli 2026

Ketika Ilmu Menundukkan Hati, Bukan Meninggikan Diri

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Tidak semua orang yang banyak bicara tentang agama telah menjadi ulama rabbani.…

16 Juli 2026