Sambung Menyambung Korupsi Di Pemko Medan (Ilustrasi AI PromediaNews).
Medan, 19 Februari 2026.
MEDAN, PROMEDIA.NEWS | Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik, menyoroti tiada hentinya dugaan praktik korupsi di Pemko Medan.
“Dalam kurun waktu terdapat 8 pejabat mulai dari camat, kepala dinas hingga Sekda Kota Medan, yang tersandung kasus hukum dan disorot karena ada indikasi melakukan perbuatan melawan hukum,” kata Azhari AM Sinik akrab disapa Ari, di Medan, Kamis (19/2). Dia menyebut maraknya aparatur pemerintah yang tersandung persoalan hukum dan menyebut kondisi tersebut sebagai fenomena “senjata makan tuan” dalam tata kelola birokrasi di Medan.
Ari mengatakan, sumpah jabatan yang diucapkan para pejabat seharusnya menjadi komitmen moral dalam menjalankan amanah, bukan sekadar formalitas administratif.
“Mereka disumpah, tapi praktiknya justru melanggar sumpah itu sendiri. Ini yang kita sesalkan karena terjadi berulang,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun LIPPSU, beberapa pejabat Pemko Medan yang diduga terkait kasus korupsi semasa di bawah Walikota Bobby Nasution dan Rico Waas :
Selain itu, LIPPSU menyoroti dugaan korupsi di Badan Pendapatan Kota Medan (Bapenda) terus menjadi sorotan. Beberapa kasus yang dilaporkan antara lain:
Beberapa tuduhan yang dialamatkan kepadan Wiriya Alrahman antara lain :
Beberapa pihak, termasuk Gerakan Rakyat Untuk Demokrasi Anti-Korupsi (GARUDA) Kota Medan, mendesak Wali Kota Medan untuk mencopot Wiriya Alrahman dari jabatannya. Namun, hingga saat ini, Wiriya Alrahman belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut.
Ari merespons penanganan kasus dugaan korupsi kegiatan Medan Fashion Festival (MFF) Tahun Anggaran 2024 yang ditangani Kejaksaan Negeri Medan. Dalam perkara tersebut, aparat penegak hukum menetapkan sejumlah tersangka dari unsur pejabat Pemerintah Kota Medan dan pihak swasta.
Kasus ini disebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp1,8 miliar dengan dugaan kerugian negara lebih kurang Rp1,1 miliar. Beberapa pejabat yang telah diproses hukum antara lain kepala dinas terkait kegiatan tersebut serta pejabat teknis yang terlibat dalam pelaksanaan program.
Selain itu, penyidik juga menetapkan pihak rekanan swasta sebagai tersangka karena diduga berperan dalam pelaksanaan kegiatan.
Ari juga menyinggung kasus lain yang menyeret mantan pejabat Pemko Medan yang kemudian bertugas di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, yakni Topan Obaja Putra Ginting.
Yang bersangkutan didakwa dalam perkara dugaan suap proyek pembangunan jalan di Sumatera Utara dan saat ini menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Medan.
Menurut Ari, rangkaian kasus tersebut harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan internal pemerintahan, bukan hanya penindakan setelah terjadi pelanggaran.
Ia menilai, berbagai perkara hukum yang muncul dalam kurun beberapa tahun terakhir menunjukkan perlunya pembenahan serius pada manajemen birokrasi, sistem pengadaan, serta penguatan fungsi pengawasan.
“Ini bukan soal individu semata, tetapi soal sistem. Kalau tidak dibenahi, kasus serupa bisa terus berulang,” katanya.
Wali Kota Medan saat ini, Rico Waas, sebelumnya telah menegaskan bahwa Pemerintah Kota Medan menghormati seluruh proses hukum yang berjalan dan meminta seluruh organisasi perangkat daerah bekerja sesuai ketentuan serta menjauhi praktik korupsi.
Sementara itu, pada masa kepemimpinan wali kota sebelumnya, Bobby Nasution, juga pernah menekankan kepada pejabat yang dilantik agar tidak melakukan penyalahgunaan jabatan, korupsi, maupun pungutan liar serta menjalankan tugas sesuai sumpah jabatan.
Ari meminta aparat penegak hukum menuntaskan seluruh perkara secara transparan sekaligus mendorong pemerintah memperkuat sistem pencegahan, termasuk audit internal, digitalisasi pengadaan, dan keterbukaan informasi publik.
“Penegakan hukum harus berjalan, tetapi pencegahan jauh lebih penting agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tidak terus terkikis,” pungkasnya.
By: Syafaruddin Sikumbang.
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, menyoroti…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…
Karya : Ust. Abdul Latif Khan. MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Setiap manusia dilahirkan diatas bumi, tetap…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, Jumat…