Kesultanan Langkat dan MABMI Langkat menyalurkan bantuan.
Langkat, 30 Desember 2025.
LANGKAT, PROMEDIA.NEWS – Air masih menyisakan jejaknya, lumpur mengering di dinding rumah. Sisa-sisa sampah tersangkut di pagar kayub, dan aroma lembab masih menggantung di udara Tanjung Pura.
Selama hampir sepekan, kota tua yang bersejarah di Kabupaten Langkat itu seolah berubah menjadi hamparan air air-sunyi, terisolasi dan penuh kecemasan.
Namun pada Minggu hari (28/12/2025), di tengah kepiluan pascabanjir, hadir secercah penguatan. Seri Sultan Harimugaya Abdul Djalil Rahmadsyah, Sultan Langkat IV, melalui Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI), menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir. Bantuan itu datang bukan sekadar membawa sembako dan kain sarung, tetapi juga doa, empati, dan pengingat bahwa mereka tidak sendiri.
Ketua Umum PB MABMI Prof. Dr. OK. Saidin, SH, M.Hum, bergelar Datuk Seri Amar Lela Cendikia, hadir langsung mendampingi para tokoh Kesultanan Negeri Langkat, di antaranya Faris Saleh Bashel, Said Hamid Al Atas, Pangeran Mangku Bumi Wan Kevi Noviar, Zulkifli, Sayed Almansyah Assegaf, serta Nella Arya Neva. Mereka menyusuri kawasan terdampak, menyapa warga, dan membagikan paket infaq berupa sembako serta kain sarung dari BHS TEX dan Helwa Faris Bashel.
Di Desa Pantai Cermin dan Desa Bambu Runcing, wajah-wajah lelah menyambut rombongan dengan mata berkaca-kaca. Ada ibu-ibu yang rumahnya terendam hingga pinggang, ada lansia yang harus bertahan di rumah tanpa listrik berhari-hari, dan ada anak-anak yang baru kembali bermain setelah air perlahan surut.
“Tanjung Pura ini sempat seperti kota di atas air,” tutur seorang warga, mengingat hari pertama banjir datang. Semua aktivitas terhenti. Sampan dan perahu kayu menjadi satu-satunya alat transportasi. Nelayan yang biasanya melaut, kini justru membantu warga menyelamatkan diri.
Ironisnya, kota ini sejatinya menyimpan kearifan masa lalu. Pada masa Kesultanan Langkat berjaya, rumah-rumah dibangun bertiang dan bertangga untuk mengantisipasi luapan Sungai Wampu. Namun waktu mengubah kebiasaan. Setelah bendungan dibangun, banyak rumah berdiri di dataran rendah—wilayah yang sebenarnya berada di bawah permukaan air sungai.
Curah hujan ekstrem selama tiga hari tiga malam pada akhir November 2025 menjadi pemicu. Air dari pegunungan turun tanpa ampun. Sungai Wampu meluap, membawa banjir besar yang melanda Langkat, Sumatera Utara, hingga Aceh.
“Ini banjir paling dahsyat yang pernah kami alami,” ungkap Sayed Almansyah Assegaf, zurriyat Kesultanan Langkat. Ia menyebut, dalam catatan sejarah, banjir kali ini jauh melampaui peristiwa serupa pada 1936, 1953, maupun 2003. Bahkan disebut sebagai yang terparah dalam 100 tahun terakhir.
Di hadapan warga, Prof. OK. Saidin mengajak masyarakat untuk tetap meneguhkan hati. Doa dipanjatkan bersama, tangan-tangan saling menguatkan, dan semangat gotong royong kembali ditiupkan
“Kita bersihkan puing-puing ini bersama-sama. Jangan lelah berdoa, karena Allah selalu bersama hamba-Nya yang sabar,” ucapnya.
Sementara itu, Pangeran Mangku Bumi Wan Kevi Noviar mengajak warga memaknai musibah sebagai pengingat akan hubungan manusia dengan alam dan Sang Pencipta.
“Ini takdir Allah yang tak bisa dielakkan. Tetapi di baliknya ada hikmah besar. Alam adalah amanah. Ketika kita menjaga alam, sesungguhnya kita sedang menjaga diri kita sendiri,” tuturnya lirih namun penuh makna.
Di Tanjung Pura, banjir memang telah meruntuhkan banyak hal. Namun di antara lumpur dan sisa genangan, tumbuh kembali nilai yang tak pernah benar-benar hilang: kemanusiaan, kepedulian, dan keyakinan bahwa setiap musibah selalu datang bersama harapan.
By : Syafaruddin Sikumbang
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, menyoroti…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…
Karya : Ust. Abdul Latif Khan. MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Setiap manusia dilahirkan diatas bumi, tetap…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, Jumat…