Hukum

PT Sriwahana Adityakarta ditindak Tegas OJK Karena Melakukan Rekayasa Harga Saham Rp230 Miliar

By : Syafaruddin Sikumbang

Jakarta, 14 Februari 2026.

JAKARTA, PROMEDIA.NEWS | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melanjutkan proses hukum atas dugaan tindak pidana pasar modal terkait manipulasi transaksi saham PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT). Terbaru, OJK menyerahkan satu tersangka berinisial SAS kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali sebagai bagian dari pelimpahan tahap II.

Sebelumnya, pada 13 Januari 2026, OJK juga telah menyerahkan tiga tersangka lainnya beserta barang bukti kepada Kejari Boyolali. Proses pelimpahan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesiapan masing-masing berkas perkara.

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, menjelaskan bahwa kasus ini terjadi pada periode Juni hingga Juli 2018 di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Penyerahan tersangka kepada penuntut umum dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan proses hukum,” ujar Ismail dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

 

Rekayasa Transaksi dan Harga Semu Saham

Dalam perkara ini, para tersangka diduga bersekongkol melakukan manipulasi transaksi saham SWAT dengan menggunakan rekening efek pihak nominee melalui sembilan perusahaan efek.

Skema tersebut diduga menciptakan gambaran semu mengenai aktivitas dan harga saham SWAT, sehingga berpotensi memengaruhi keputusan investasi masyarakat.

Berdasarkan hasil penyidikan, OJK menetapkan empat tersangka, yakni:

  1.  SAS selaku Direktur Utama SWAT.
  2. CKN selaku General Manager PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).
  3. SB selaku pegawai bagian keuangan Sritex.
  4. H selaku wirausaha.

 

Ismail menjelaskan, manipulasi dilakukan dengan merekayasa proses Initial Public Offering (IPO) SWAT melalui penggunaan rekening efek dan rekening bank milik pihak nominee. Nominee tersebut termasuk pegawai hingga perusahaan cangkang yang dikendalikan para tersangka sebagai beneficial owner.

Rekening-rekening itu digunakan untuk memperoleh penjatahan saham saat IPO dan melakukan transaksi di pasar sekunder.

Data penyidikan menunjukkan adanya 60.121 kali pertemuan transaksi atau sekitar 10 persen dari total transaksi, dengan volume mencapai 639.778.200 saham atau 14,7 persen, serta nilai transaksi sebesar Rp230,89 miliar atau 13,3 persen dari keseluruhan transaksi saham SWAT pada periode tersebut.

“Pola transaksi diduga dilakukan melalui dominasi transaksi, pertemuan transaksi, inisiator beli untuk menaikkan harga, serta pola buying market impact pada periode 8 Juni hingga 5 Juli 2018,” jelas Ismail.

Atas dugaan perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 91 dan/atau Pasal 92 juncto Pasal 104 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

OJK menegaskan akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan dan Kepolisian, untuk memastikan proses hukum berjalan profesional, transparan, dan akuntabel.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen OJK dalam menjaga integritas pasar modal Indonesia serta memberikan perlindungan kepada investor dan masyarakat dari praktik manipulasi dan penyalahgunaan transaksi saham.

By: Syafaruddin Sikumbang.

redaksipro

Recent Posts

LIPPSU: Ada “Gatot Kaca” Duduk Di Lapak Judi Tembak Ikan Di Trade Centre Belakang KFC Brayan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) menyoroti dugaan masih beroperasinya arena…

23 Juni 2026

PDI-P Disorot Soal Sikap Politik, Pengamat: Demokrasi Butuh Oposisi yang Jelas dan Pemerintah yang Siap Dikritik

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Polemik mengenai posisi politik PDI-P kembali menjadi perbincangan setelah Bendahara Umum Partai…

23 Juni 2026

Diduga Polres Belawan Terima Upeti Gelap Atas Maraknya Judi Tembak Ikan Berlogo ‘AB’

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Meski sudah berulang kali diberitakan media online terkait maraknya judi tembak ikan…

22 Juni 2026

LIPPSU Soroti Nasib Kepling Medan Jadi ‘Budak Siaga’ Jelang APEKSI, Upah Pungut Rp10 Miliar Terus Ditahan Hingga Akhir Zaman

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) melayangkan kritik keras kepada Pemerintah…

22 Juni 2026

LIPPSU : Rp12,3 Miliar Untuk Benih Jagung

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari A.M Sinik,…

22 Juni 2026

LIPPSU: Ada Suara Nyaring “Lantai 10” Diduga Perintahkan Aksi Dukung MBG di Eks Medan Club. Rasanya Tak Mungkin Aset Bersejarah Diizinkan Jadi Titik Kumpul Unjuk Rasa

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

22 Juni 2026