Hukum

Didakwa Bersalah, Menangis Tersedu-Sedu; Kalau Tak Terbongkar Kasusnya, Irwan Perangin-Angin Tertawa Terbahak Bahak

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Sidang perkara dugaan korupsi penjualan lahan milik PTPN II yang menyeret mantan Direktur PTPN II, Irwan Perangin-angin, kembali menjadi perhatian publik setelah momen emosional terjadi dalam agenda pembacaan nota pembelaan (pledoi) di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (20/5/2026).

Irwan terlihat menangis saat menyampaikan pembelaannya di hadapan majelis hakim dalam perkara kerja sama pengelolaan dan penjualan lahan PTPN II yang melibatkan PT Nusa Dua Propertindo (NDP) dan kerja sama dengan Ciputra Land melalui anak usaha terkait.

Dalam dakwaan jaksa penuntut umum, Irwan Perangin-angin diduga memiliki peran dalam proses pengambilan kebijakan terkait kerja sama pengelolaan dan pengalihan lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PTPN II yang kemudian dikonversi menjadi Hak Guna Bangunan (HGB) melalui skema kerja sama dengan PT Nusa Dua Propertindo (NDP) dan pihak pengembang Ciputra Land.

Proses tersebut disebut menjadi inti perkara yang disidangkan di Pengadilan Tipikor Medan. Jaksa menilai rangkaian kebijakan tersebut tidak sepenuhnya sesuai prosedur yang berlaku dalam pengelolaan aset negara.

Jaksa juga menduga bahwa dalam pelaksanaan kerja sama tersebut terdapat penyimpangan prosedur, terutama terkait kewajiban penyerahan sebagian lahan kepada negara yang semestinya mengikuti ketentuan dalam perubahan status HGU menjadi HGB. Hal ini dinilai berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara sebagaimana konstruksi perkara yang disampaikan di persidangan. Selain itu, Irwan dalam kapasitasnya sebagai pejabat direksi BUMN diduga ikut menandatangani atau menyetujui tahapan administratif kerja sama yang menjadi dasar pelaksanaan proyek.

Namun demikian, pihak terdakwa membantah tuduhan tersebut dan menyatakan seluruh keputusan diambil secara korporasi melalui mekanisme resmi perusahaan serta tidak memberikan keuntungan pribadi kepada yang bersangkutan.

 

Dalam pembelaannya di PN Medan, Irwan menyatakan dirinya hanya menjalankan keputusan korporasi sebagai pejabat BUMN dan tidak pernah mengambil keuntungan pribadi dari kerja sama tersebut.

“Tidak ada saya menerima sesuatu, saya hanya menjalankan keputusan organisasi,” ujarnya sambil terisak di ruang sidang.

Suasana sidang sempat terhenti ketika suara Irwan melemah dan ia menangis di hadapan majelis hakim. Hakim ketua kemudian menenangkan suasana dengan meminta Irwan melanjutkan pembelaan secara perlahan.

“Sudah Pak Irwan, jangan menangis. Kalau tidak kuat berdiri, silakan duduk saja,” ujar hakim dalam persidangan terbuka tersebut.

Setelah itu, Irwan kembali melanjutkan pembacaan pledoi dengan suara terbata-bata. Dalam penutup pembelaannya, ia menegaskan tidak menikmati hasil apa pun dari kerja sama PT NDP dengan Ciputra Land dan meminta majelis hakim memberikan putusan yang adil.

Di sisi lain, Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) menyoroti jalannya proses hukum perkara tersebut dan meminta agar persidangan berlangsung transparan serta seluruh fakta hukum dibuka secara utuh ke publik, mengingat kasus ini berkaitan dengan pengelolaan aset negara dalam skala besar.

Perkara ini kini memasuki tahap akhir sebelum putusan hakim. Majelis hakim dijadwalkan akan melanjutkan agenda sidang dengan mendengarkan tanggapan jaksa terhadap pledoi para terdakwa sebelum menjatuhkan putusan.

Laporan : Suardi, SH

redaksi2

Recent Posts

Ketika Harus Menyaksikan Hembusan Nafas Terakhir dari Orang yang Kau Cintai

Oleh : Ust Abdul Latif Khan MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Setiap manusia yang hidup pasti meninggal…

2 Juni 2026

Kubur Bukan Tempat Kematian, Ia Adalah Gerbang Kehidupan yang Baru

Oleh : Ust Abdul Latif Khan MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Banyak orang memandang kubur sebagai akhir…

2 Juni 2026

“Para Penghuni Neraka”

Oleh : Ust Abdul Latif Khan MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Serial Muhasabah dari Mihrab Maya hari…

2 Juni 2026

Mobil Isuzu Panther Touring Milik Kristina Digelapkan Anak Tiri

DELI TUA, PROMEDIA. NEWS - Kristina (55) warga Kelurahan Delitua Timur melaporkan dua anak tirinya…

2 Juni 2026

Hukum Harus Menjadi Raja, Bukan Alat Kekuasaan

Oleh : Suardi, SH MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Pernyataan mantan Wakapolri, Komjen Pol. (Purn.) Oegroseno, dalam…

2 Juni 2026

Paryono, Mantan Atlet Voli Nasional yang Tak Pernah Berhenti Mengabdi untuk Pembinaan Generasi Muda

MEDAN, PROMEDIA. NEWS - Nama Paryono tentu tidak asing bagi kalanganv pecinta bola voli Indonesia,…

2 Juni 2026