Pejabat Tinggi Loyalis Trump Mundur, Sebut Perang Di Iran Tekanan Israel

News198 Dilihat

Washington, 19 Maret 2026.

WASHINGTON, PROMEDIA.NEWS | Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional AS, Joe Kent, telah mengumumkan pengunduran dirinya dengan mengatakan ia tidak dapat mendukung perang pemerintahan Trump di Iran.

“Dengan hati nurani yang bersih, saya tidak dapat mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran,” tulis Kent melalui media sosial X, Selasa (17/3/2026).

Ia menegaskan, Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi AS. “Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi negara kita, dan jelas bahwa kita memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi Amerika yang kuat,” imbuhnya.

BACA JUGA :  "DUGAAN TEBANG PILIH KASUS SMARTBOARD SUMUT: Kejati Tahan Dua Rekanan, Kejari Langkat Tetapkan Satu Rekanan Tersangka "Negara Rugi Besar

Dalam surat yang ditujukan kepada Trump, Kent menyebut bahwa pejabat tinggi Israel dan jurnalis AS yang berpengaruh telah menyebarkan informasi yang salah yang menyebabkan Presiden merusak platform “America First” miliknya.

“Ruang gema ini digunakan untuk menipu Anda agar percaya bahwa Iran merupakan ancaman nyata bagi Amerika Serikat,” tulis Kent. “Ini adalah kebohongan,” tandasnya, seperti dikutip BBC, Rabu.

Merespons pengunduran diri tersebut, di Ruang Oval pada Selasa, Trump mengatakan Kent adalah orang baik, tetapi lemah dalam hal keamanan. Trump juga mengatakan bahwa surat pengunduran diri Kent telah membuatnya menyadari bahwa kepergiannya adalah hal yang baik.

BACA JUGA :  Puluhan Sepeda Motor Tanpa Dokumen Diamankan

Associated Press melaporkan, sebagai veteran tempur pasukan khusus dengan hubungan dengan ekstremis sayap kanan, Kent dianggap sebagai loyalis Trump yang paling setia yang dapat diandalkan untuk menduduki posisi puncak kontraterorisme di pemerintahan.

Sedangkan The New York Times (NYT) menyebut, pengunduran diri Kent, salah satu pejabat tinggi kontra-terorisme AS, merupakan sebuah tanda munculnya perpecahan dalam koalisi Partai Republik.

BACA JUGA :  LIPPSU Soroti Overkapasitas Parah di Rutan Medan, Tegaskan Pentingnya Pemindahan Narapidana Inkracht ke Lapas Medan

“Sifat perang AS-Israel di Iran yang tampaknya tak berujung telah menciptakan perpecahan yang kuat di antara para pendukung Trump,” tulis NYT.

Sejumlah pejabat senior di pemerintahan Trump, tulis BBC, juga telah mengundurkan diri, termasuk direktur penegakan hukum Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), Margaret Ryan, dan kepala Kennedy Center, Richard Grenell.

By: Syafaruddin Sikumbang