Pasrah? Pertamina Mengaku Tak Bisa Pastikan Kapan Antrean BBM di Medan Berakhir

News146 Dilihat

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Medan hingga kini masih belum menemukan titik akhir. Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyatakan proses pemulihan distribusi BBM masih berlangsung dan belum dapat memastikan kapan kondisi kembali normal.

Kepastian tersebut disampaikan Sales Area Manager Retail Medan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Tito Rivanto, saat menerima kunjungan Pemerintah Kota Medan di kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Rabu (15/7/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan Pemko Medan untuk meminta penjelasan terkait antrean BBM yang belum terurai. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Medan, Citra Effendi Capah, menyebut sebelumnya Pertamina sempat memperkirakan distribusi kembali normal pada 10 Juli 2026, namun kondisi di lapangan justru belum membaik.

BACA JUGA :  Di Balik Rencana Beban Baru Pelanggan Tirtanadi, Apakah Pungutan Layanan Publik Sudah Memiliki Dasar Hukum?

“Karena itu kami datang untuk meminta kejelasan. Masyarakat membutuhkan kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Apakah kendala yang dihadapi masih sama seperti yang disampaikan sebelumnya atau ada persoalan lain yang menyebabkan distribusi BBM belum kembali normal,” kata Citra.

Pemko Medan juga menyatakan siap membantu Pertamina apabila terdapat kendala yang membutuhkan dukungan pemerintah daerah. Selain itu, personel Dinas Perhubungan dan Satpol PP telah diterjunkan ke sejumlah SPBU untuk membantu mengatur antrean kendaraan.

BACA JUGA :  LIPPSU : KPK Tidak Mampu Ungkap Jaringan Mafia DAK Disdik Sumut Rp176 M, Desak Kejaksaan Agung Tindak Lanjuti Dan Tangkap DPO Kompol Ramli Sembiring dan Abd Haris Lubis

Sementara itu, Tito Rivanto menjelaskan bahwa stok BBM di Medan sebenarnya masih tersedia. Menurutnya, kendala yang terjadi bukan akibat kekurangan pasokan, melainkan persoalan teknis dalam sistem distribusi menggunakan armada mobil tangki.

“Kami terus berupaya agar proses normalisasi bisa berlangsung secepat mungkin,” ujar Tito.

Untuk mempercepat pemulihan distribusi, Pertamina telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari menambah armada mobil tangki, mendatangkan pengemudi tambahan, hingga memperluas jumlah SPBU yang beroperasi selama 24 jam.

BACA JUGA :  SUARA TEHERAN MENGGEGERKAN BENUA – PIDATO AYATULLAH MOJTABA KHAMENEI YANG MERUNTUHKAAN BATAS-BATAS! 

Pertamina berharap langkah tersebut dapat mempercepat pelayanan kepada masyarakat dan mengurangi antrean panjang di SPBU. Namun hingga kini, perusahaan masih belum memberikan kepastian kapan distribusi BBM di Kota Medan akan sepenuhnya kembali normal.

Laporan : Tim