Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari AM Sinik
Langkat, 4 Desember 2025.
LANGKAT, PROMEDIA.NEWS | Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) angkat suara terkait lambannya penyaluran bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Langkat. Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari AM Sinik, menyampaikan penyesalan dan kritik tajam terhadap pihak-pihak terkait yang dinilai tidak sigap dalam menangani kondisi darurat tersebut.
Banjir besar yang melanda berbagai kecamatan di Langkat dalam beberapa hari terakhir menyebabkan ratusan rumah terendam, aktivitas warga lumpuh, serta sejumlah wilayah terisolasi. Namun meski situasi semakin mendesak, Azhari menilai respons pemerintah daerah belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Ini bencana yang sudah berlangsung sejak beberapa hari lalu, tetapi penyaluran bantuan masih berjalan lamban. Banyak warga yang mengaku belum menerima bantuan makanan maupun perlengkapan darurat,” ungkap Azhari saat meninjau kawasan yang terdampak bencana di Kecamatan Tanjung Pura, (Rabu 3/12).
Selain soal keterlambatan bantuan, Azhari juga menyoroti lemahnya koordinasi antara pemerintah daerah, badan penanggulangan bencana, hingga perangkat desa. Menurutnya, setiap unsur mestinya dapat bergerak cepat dan terstruktur, mengingat banjir yang terjadi sudah mempengaruhi ribuan penduduk.
“Kita melihat masih ada kendala koordinasi. Seharusnya begitu ada laporan banjir dan warga mengungsi, posko darurat langsung diperkuat. Tapi yang terjadi di Langkat, beberapa titik justru dibiarkan menunggu terlalu lama,” katanya.
Azhari menegaskan bahwa kecepatan penanganan bencana sangat menentukan keselamatan warga, terutama mereka yang berada di wilayah terdampak paling parah, seperti daerah pedalaman yang akses jalannya terputus.
Dengan kondisi lapangan yang semakin memprihatinkan, LIPPSU mendesak Pemkab Langkat dan Pemprov Sumut untuk mengambil langkah lebih konkret. Hal yang paling mendesak, menurut Azhari, adalah memastikan ketersediaan logistik seperti beras, makanan siap saji, air bersih, lampu darurat, perlengkapan bayi, dan obat-obatan.
LIPPSU juga meminta pemerintah membuka lebih banyak posko bantuan, menambah relawan, serta memperkuat pendataan agar distribusi bantuan tidak terhambat. “Jangan sampai ada warga yang bertahan di pengungsian dalam keadaan lapar atau tanpa obat-obatan hanya karena birokrasi yang berbelit,” tegasnya.
Azhari berharap tragedi ini menjadi evaluasi bagi seluruh pihak agar lebih siap menghadapi bencana di kemudian hari. Ia menekankan bahwa Sumatera Utara merupakan wilayah yang rawan banjir, sehingga sistem mitigasi dan respons bencana harus benar-benar matang.
“Bencana seperti ini sudah sering terjadi, seharusnya sudah menjadi perhatian khusus dalan kesiapsiagaan adalah hal utama. Jangan sampai setiap tahun masyarakat menjadi korban karena penanganan lambat,” tutupnya.
Banjir di Langkat hingga kini masih menyisakan banyak pekerjaan rumah, dan warga pun berharap bantuan segera tiba merata ke seluruh wilayah terdampak.
By: Heriyanto Budi.
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, menyoroti…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…
Karya : Ust. Abdul Latif Khan. MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Setiap manusia dilahirkan diatas bumi, tetap…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, Jumat…