Teheran, 25 Maret 2026.
TEHERAN, PROMEDIA.NEWS | ๐ง๐ฎ๐ต๐๐ธ๐ฎ๐ต ๐ธ๐ฎ๐น๐ถ๐ฎ๐ป ๐ฏ๐ฎ๐ต๐๐ฎ ๐๐ฟ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐บ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ธ๐ฎ ๐ฆ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ธ๐ฎ๐ ๐ฑ๐๐น๐๐ป๐๐ฎ ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐๐ฒ๐ธ๐๐๐ ๐ฑ๐ฒ๐ธ๐ฎ๐? ๐๐ฎ๐ต๐ธ๐ฎ๐ป ๐น๐ฒ๐ฏ๐ถ๐ต ๐ฑ๐ฒ๐ธ๐ฎ๐ ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ป๐ฒ๐ด๐ฎ๐ฟ๐ฎ-๐ป๐ฒ๐ด๐ฎ๐ฟ๐ฎ ๐๐ฟ๐ฎ๐ฏ ๐น๐ฎ๐ถ๐ป๐ป๐๐ฎ. ๐๐ฎ๐น๐ ๐ฏ๐ฎ๐ด๐ฎ๐ถ๐บ๐ฎ๐ป๐ฎ ๐ฏ๐ถ๐๐ฎ ๐ธ๐ฒ๐ฑ๐๐ฎ๐ป๐๐ฎ ๐ธ๐ถ๐ป๐ถ ๐๐ฒ๐ฟ๐น๐ถ๐ฏ๐ฎ๐ ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐ธ๐ผ๐ป๐ณ๐น๐ถ๐ธ ๐๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐๐ธ๐ฎ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ด๐ฒ๐๐ฎ๐ฟ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐๐ป๐ถ๐ฎ?
Untuk memahami permusuhan abadi ini, kita harus mundur ke masa setelah Perang Dunia II, ketika Iran masih di bawah kekuasaan dinasti Pahlavi dan hubungan dengan Barat berada di puncak kehangatan.
1951: Mimpi Nasionalisasi Minyak dan Kemarahan Barat
Selepas Perang Dunia II, Iran memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Namun sebagian besar kekayaan ini dikuasai oleh perusahaan minyak Inggris, ๐๐ป๐ด๐น๐ผ-๐๐ฟ๐ฎ๐ป๐ถ๐ฎ๐ป ๐ข๐ถ๐น ๐๐ผ๐บ๐ฝ๐ฎ๐ป๐ (๐๐๐ข๐). Rakyat Iran hanya mendapat sedikit keuntungan, sementara Inggris menikmati kekayaan berlimpah.
Pada April 1951, datanglah ๐ ๐ผ๐ต๐ฎ๐บ๐บ๐ฎ๐ฑ ๐ ๐ผ๐๐๐ฎ๐ฑ๐ฒ๐ด๐ต, seorang nasionalis karismatik yang diangkat sebagai Perdana Menteri. Ia berhasil mendapat dukungan parlemen untuk menasionalisasi industri minyak Iranโmengambil alih perusahaan Inggris itu dan mengembalikan kekayaannya kepada rakyat Iran.
Langkah ini disambut meriah oleh rakyat Iran. Namun di London dan Washington, keputusan Mossadegh membuat khawatir. Inggris memberlakukan embargo minyak, dan produksi minyak Iran ambruk dari 660.000 barel per hari menjadi nyaris nol pada 1952. Ekonomi Iran hancur, dan kelaparan mengancam.
Washington khawatir keruntuhan ekonomi Iran akan membuka peluang bagi Uni Soviet untuk memperluas pengaruhnya di kawasan. Nasionalisasi Mossadegh juga dinilai sebagai preseden berbahaya bagi kepentingan perusahaan minyak Amerika yang beroperasi di Timur Tengah.
1953: Operasi Ajax – Kudeta yang Mengubah Sejarah
Maka pada 1953, ๐๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ป๐๐ฒ๐น๐ถ๐ท๐ฒ๐ป ๐๐ฆ (๐๐๐) ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ป๐๐ฒ๐น๐ถ๐ท๐ฒ๐ป ๐๐ป๐ด๐ด๐ฟ๐ถ๐ (๐ ๐๐ฒ) melancarkan ๐ข๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐๐ถ ๐๐ท๐ฎ๐ . Rencananya menggulingkan Mossadegh dan mengembalikan kekuasaan kepada ๐ฆ๐ต๐ฎ๐ต ๐ ๐ผ๐ต๐ฎ๐บ๐บ๐ฎ๐ฑ ๐ฅ๐ฒ๐๐ฎ ๐ฃ๐ฎ๐ต๐น๐ฎ๐๐ถ, sosok yang lebih pro-Barat.
CIA menyebarkan propaganda anti-Mossadegh, menyuap anggota parlemen dan perwira militer, serta mengorganisir demonstrasi jalanan. Upaya pertama kudeta pada 15 Agustus gagal dan Mossadegh sempat selamat. Namun pada 19 Agustus, dengan tekanan yang semakin besar, situasi memuncak. Mossadegh akhirnya ditangkap dan dipaksa mundur. Shah kembali memimpin dengan dukungan penuh Amerika Serikat.
Sebagai imbalan, Shah mengizinkan konsorsium perusahaan minyak internasionalโtermasuk lima perusahaan Amerikaโuntuk kembali mengelola kekayaan minyak Iran.
Bagi banyak rakyat Iran, kudeta ini menjadi simbol pengkhianatan dan campur tangan asing yang merusak kedaulatan mereka. Luka ini tak pernah benar-benar sembuh.
Era Shah: Kemakmuran di Atas Represi
Di bawah kepemimpinan Shah, Iran mengalami modernisasi pesat yang dikenal sebagai “Revolusi Putih”. Pembangunan jalan raya, jalur kereta api, bendungan, dan industrialisasi digencarkan dengan bantuan Amerika. Ekonomi Iran pada 1970-an tumbuh secepat Korea Selatan dan Taiwan.
Namun di balik kemakmuran itu, Shah memerintah dengan tangan besi. ๐ฆ๐๐ฉ๐๐โpolisi rahasia Iranโmenjadi simbol kekejaman. Kebebasan dibungkam. Oposisi ditangkap, disiksa, dan dibunuh. Kebijakan westernisasi yang memicu kemarahan para ulama dan rakyat yang memegang teguh nilai-nilai Islam.
1979: Revolusi Islam yang Mencengangkan Duniaย
Pada 7 Januari 1978, demonstrasi besar pertama meletus. Gelombang protes terus membesar. Shah, yang semakin kehilangan dukungan, akhirnya meninggalkan Iran pada 16 Januari 1979 menuju pengasingan.
Pada 1 Februari 1979, pemimpin revolusi, ๐๐๐ฎ๐๐๐น๐น๐ฎ๐ต ๐ฅ๐๐ต๐ผ๐น๐น๐ฎ๐ต ๐๐ต๐ผ๐บ๐ฒ๐ถ๐ป๐ถ, kembali ke Teheran setelah 14 tahun diasingkan. Beliau disambut jutaan rakyat Iran yang meluap di jalanan. Pada 11 Februari, angkatan bersenjata menyatakan netral, dan kekuasaan Shah pun runtuh.
Pada 1 April 1979, Iran secara resmi menjadi ๐ฅ๐ฒ๐ฝ๐๐ฏ๐น๐ถ๐ธ ๐๐๐น๐ฎ๐บ melalui referendum. Khomeini menjadi Pemimpin Tertinggi, menggantikan sistem monarki yang telah berusia ribuan tahun dengan sistem teokrasi yang unik.
Krisis Sandera 444 Hari: Titik Buntu yang Tak Kembali
Tidak lama setelah revolusi, pada ๐ฐ ๐ก๐ผ๐๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฒ๐ฟ ๐ญ๐ต๐ณ๐ต, sekelompok mahasiswa revolusioner menyerbu Kedutaan Besar Amerika Serikat di Teheran. Mereka menuntut AS mengekstradisi Shah yang sedang dirawat di Amerika.
Sebanyak ๐ฑ๐ฎ ๐ฑ๐ถ๐ฝ๐น๐ผ๐บ๐ฎ๐ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ฟ๐ด๐ฎ ๐๐บ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ธ๐ฎ disandera selama ๐ฐ๐ฐ๐ฐ ๐ต๐ฎ๐ฟ๐ถ. Krisis ini mengguncang dunia dan menjadi titik balik dramatis hubungan kedua negara. Misi penyelamatan militer AS (Operasi Eagle Claw) pada April 1980 gagal totalโdelapan tentara Amerika tewas dan hubungan diplomatik resmi diputus.
Kepercayaan yang tersisa pun runtuh total. Sejak saat itu, Iran dan Amerika memasuki era permusuhan terbuka yang belum pernah berakhir hingga hari ini. Serangan rudal, sanksi ekonomi, perang proksi di Yaman, Suriah, dan Lebanon, serta saling tuduh terorisme dan pelanggaran HAM, silih berganti mewarnai lebih dari empat dekade konflik.
Dari Sekutu Dekat Menjadi Lawan Abadiย
Kisah Iran dan Amerika adalah kisah tentang pengkhianatan, ambisi, dan kesalahpahaman yang berlarut-larut. Dari sekutu dekat yang saling membantu, mereka berubah menjadi musuh bebuyutan yang tak pernah benar-benar berdamai.
Bagi Iran, kudeta 1953 adalah luka awal yang tak terlupakan. Bagi Amerika, krisis sandera 1979 adalah penghinaan yang tak termaafkan. Keduanya terus membawa beban sejarah yang sama-sama berat.
Kini, ketika perang terbuka kembali berkobar pada 2026, kita menyaksikan episode terbaru dari rivalitas yang telah berlangsung lebih dari tujuh puluh tahunโsebuah perseteruan yang mungkin belum akan berakhir dalam waktu dekat.
Penulis: Pancaa Prawira. https://www.facebook.com/share/1Tb1g24vYf/
By: Syafaruddin Sikumbang.






