News

Aceh Terendam, Langsa Gelap: Negara ke Mana Saat Tiga Tower Tumbang

Listrik padam, tiga menara tumbang, ribuan warga mengungsi

ACEH, PROMEDIA.NEWS – Curah hujan yang tak henti sejak pertengahan November memaksa sembilan kabupaten dan kota di Provinsi Aceh berhadapan dengan banjir terbesar dalam tiga dekade terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat wilayah terdampak meliputi Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara, dan Aceh Selatan.

Di antara daerah itu, Kota Langsa menjadi kawasan yang mengalami kelumpuhan paling parah. Jaringan listrik dan internet padam sejak Rabu siang, 26 November 2025, setelah tiga menara telekomunikasi tumbang dihantam banjir kiriman dari hulu.

“Sampai sekarang, 27/11 saya tak bisa menghubungi keluarga di Langsa Baro dan Langsa Barat,” kata Teuku Zulman, perantau asal Aceh yang tinggal di Jakarta. Komunikasi terakhir dengan keluarganya terputus pukul 14.30 WIB, tepat ketika listrik dipadamkan. “Banyak kawan saya dari Langsa yang juga tidak bisa berkomunikasi dengan siapa pun di rumah.”

BPBA mengonfirmasi kondisi tersebut. “Akses listrik dan internet lumpuh total di lokasi banjir,” ujar Fauzan, petugas Piket Pusdalops BPBA, Kamis, 27/11/2025. BPBA belum dapat memastikan kapan jaringan energi dan telekomunikasi dipulihkan karena kondisi lapangan masih berbahaya dan proses perbaikan menara belum dapat dimulai secara penuh.

Menurut data BPBA, banjir mulai meluas sejak 18 November dan mencapai puncaknya pada 26 November. “Selama periode tersebut, banjir berdampak pada 14.235 kepala keluarga atau 46.893 jiwa,” tulis BPBA. Sebanyak 455 kepala keluarga 1.497 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi-lokasi penampungan darurat.

Di Langsa, banjir disebut sebagai limpahan air dari kawasan perkebunan kelapa sawit milik PTPN I. Setidaknya 110 rumah di Desa Paya Bujok Seulemak terendam dengan ketinggian air bervariasi. Akses kendaraan menuju titik-titik terdampak juga tersendat akibat lumpur dan tiang listrik yang tumbang.

Di tengah minimnya informasi resmi dari pemerintah daerah, warga di luar Aceh hanya bisa menunggu kabar dari jejaring volunteer dan laporan lapangan BPBA. Zulman berharap pemerintah daerah segera memperbarui informasi secara berkala, terutama mengenai kondisi warga yang tak dapat dihubungi. “Dalam situasi seperti ini, informasi adalah penyelamat,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, BPBA masih melakukan pendataan lanjutan dan memantau kondisi cuaca yang diperkirakan masih berpotensi hujan dalam beberapa hari ke depan.(520)

redaksi2

Recent Posts

Disorot Proyek Revitalisasi SDN 037 Karya Indah Rp2,651 Miliar Pakai Kayu Bekas, Publik Desak Kejaksaan Bertindak Usut Kepsek Terindikasi Korupsi

PEKANBARU, PROMEDIA.NEWS - Proyek revitalisasi SDN 037 Karya Indah senilai Rp2,651 miliar menuai sorotan tajam.…

25 Juli 2026

Pers Sebagai Pilar Pengawasan Di Tengah Krisis Kepercayaan

Oleh : Suardi, SH MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers merupakan…

24 Juli 2026

Tiga Kali Jadi Kadis, Yuliani Siregar Mengaku Tak Paham Alibaba.com, LIPPSU : Tahu Anggaran Rp182 Juta, Tapi Tak Tahu Programnya

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara, Yuliani Siregar, mengaku belum…

24 Juli 2026

Ditekan Kahiyang, Anggaran MFF 2024 Diaduk-Aduk Kayak Sambal Lado, Miliaran Uang Negara Berceceran Di Panggung Acara Medan Fashion Festival

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) menilai fakta-fakta yang terungkap dalam…

24 Juli 2026

Berulangkali Cakap Berselemak, Hotman Kini Baru Tahu Rasa “Dirame-ramekan” Wartawan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

24 Juli 2026

LIPPSU: Bapenda Medan Razia Pajak Sampe ke Lubang Tikus Target Rp800 M, Kepling Disuruh Makan Buah Mengkudu Di Rumah. “Upah Pungut Lenyap”

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) menyoroti kebijakan Pemerintah Kota (Pemko)…

24 Juli 2026