Sumut

Penyertaan Modal 3 Aset Pemprov ke Bank Sumut Ditolak Publik, Bisa Berdampak Negatif

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Penyertaan modal ke Bank Sumut dalam bentuk aset dari Pemprov Sumut mendapatkan penolakan dari publik. Itu nantinya akan berdampak negatif bagi Bank Sumut sendiri akhirnya.

“Rencana penambahan modal dalam bentuk aset, itu tidak musti dan harus dipaksakan. Sebenarnya Itu hanya pencitraan dan gayaan saja,” ungkap Direktur Eksekutif LIPPSU Azhari AM Sinik di Medan, Selasa 18 November 2025.

Menurut Sinik, Gubernur Sumut Bobby Nasution salah besar melakukan penyertaan modal. Yang perlu dilakukan Bobby Nasution terhadap Bank Sumut tersebut perbaikan sistem dan SDM pegawai.

“Yang perlu ditambah dan diperbaiki itu adalah integritas dalam bentuk pelayanan dan SDM serta sistem pengawasan Bank Sumut, bukan modal yang tidak jelas manfaatnya bagi masyarakat Sumut,” ungkapnya.

“Hari ini kita masyarakat Sumatera Utara malu, miliki asset perbankan tapi lari dari misi dan visinya. sekarang sudah jauh dari maksud dan tujuan berdirinya Bank Sumut. Apalagi hari ini kita lihat di rutan sekarang ini banyak staf dan pegawai Bank Sumut nginap,” sambung Sinik.

Sinik pun pesimis dengan rencana pernyertaan modal Pemprov Sumut ke Bank Sumut untuk apa sesungguhnya.

“Apa mungkin 3 aset Pemprov Sumut yang mau dijadikan pernyertaan modal ke Bank Sumut tetap aman? Bank Sumut saja saat ini banyak melelang aset dalam bentuk fisik, apa mungkin 3 aset itu bertahan?” serunya.

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Surya saat rapat paripurna di DPRD Sumut, pada Jumat 14 November 2025, menyapikan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution ingin menambahkan modal kd Bank Sumut.

Rencana penambahan modal tersebut untuk menguatkan posisi kepemilikan saham 51 persen bagi Pemprov Sumut.

Ada tiga aset berupa tanah dan bangunan milik Pemprov Sumut yang rencananya akan diserahkan ke Bank Sumut untuk penambahan modal. Yaitu aset tanah dan bangunan Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Pemprovsu, areal Medan Club, serta areal Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU).

Ketiga aset milik Pemprov Sumut tersebut berada di lokasi startegis dan sangat berpotensi untuk bangunan yang diminati oleh para pemodal swasta.

Kabarnya, lokasi ketiga aset tersebut telah dilirik oleh para pemilik duit besar untuk berinvestasi yang nilainya mecapai ratusa miliar dalam waktu jangka panjang. Sangat mingkun terjadi aset aset tersebut akan dilelang Bank Sumut.

Bank lebih mengutamakan menyimpan uang untuk operasional perbankan dari pada menyimpan aset tanah dan bangunan. Apa lagi Bank Sumut saat ini lagi banyaknya melelang tanah bangunan. (red)

redaksi2

Recent Posts

FP3 Kota Medan Apresiasi Gerak Cepat SDABMBK Tangani Banjir di Tengah Tingginya Curah Hujan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Forum Pemuda Peduli Pembangunan Kota Medan memberikan apresiasi kepada Dinas Sumber Daya…

16 Juli 2026

Nelayan Diguyur Rp 14,8 M, Awasi Praktik Korupsi Model Tipu Sana, Sogok Sini

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari A.M Sinik,…

16 Juli 2026

Eks Hakim Agung Dwi Cahyo: Jika Dugaan Ijazah Jokowi Terbukti Palsu, Masuk Kategori Kejahatan Luar Biasa

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Mantan Hakim Agung Ad Hoc, Dwi Cahyo, menyampaikan pandangannya terkait polemik dugaan…

16 Juli 2026

Antrean BBM Memanas: Rapat Darurat Digelar Poldasu, Bobby Nasution Nobar Piala Dunia Di Nias

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Deretan antrian kendaraan masih terlihat panjang mengular di sejumlah SPBU Sumatera Utara…

16 Juli 2026

Gubsu Nobar di Nias Sambil Teriak Gol, Rakyat Terus Dibohongin BBM Langka

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari A.M Sinik, melontarkan…

16 Juli 2026

Ketika Ilmu Menundukkan Hati, Bukan Meninggikan Diri

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Tidak semua orang yang banyak bicara tentang agama telah menjadi ulama rabbani.…

16 Juli 2026