Sumut

Pemprovsu Tak Punya Rasa Kemanusiaan, Anggaran BPBD Sumut Digeser ke PUPR Rp80 Miliar dari Rp100 Miliar dalam R-APBD 2025

MEDAN, PROMEDIA.NEWS — Keputusan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menggeser anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut ke Dinas PUPR senilai Rp80 miliar menuai kritik keras dari berbagai pihak. Salah satu yang paling vokal adalah Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik.

Azhari menilai kebijakan itu tidak memiliki rasa kemanusiaan dan semakin menunjukkan buruknya tata kelola anggaran Pemprovsu di tengah meningkatnya jumlah bencana yang terjadi di Sumut.

> “Ini kebijakan yang mencederai rasa kemanusiaan. BPBD adalah garda terdepan saat rakyat dilanda bencana. Menggeser anggaran mereka sebesar ini sama saja menunjukkan bahwa pemerintah tidak peka terhadap penderitaan masyarakat,” tegas Azhari AM Sinik.

Menurut Azhari, Pemprovsu seharusnya memperkuat anggaran BPBD, bukan malah memindahkannya untuk proyek lain. Ia menilai keputusan tersebut sangat tidak tepat dilakukan, pasalnya Sumut sangat rawan mengalami benacana dan musibah besar seperti banjir dan tanah longsor, terbukti saat ini terjadi di Tapsel, Tapteng, Langkat, Batubara, Deli Serdang, Binjai, Medan, dan sejumlah daerah lainnya.

“Ketika longsor dan banjir sedang melanda di mana-mana dan warga butuh logistik, perahu, tenda, serta dukungan cepat, justru anggaran BPBD sudah hilang dipotong sebelumnya. Ini keputusan yang keliru dan tidak punya empati,” lanjutnya.

Azhari juga mendesak DPRD Sumut untuk memanggil pihak Pemprovsu dan melakukan evaluasi total terhadap kebijakan pengalihan dan perubahan anggaran sampai tujuh kali perubahan. Ia menilai ada indikasi bahwa Pemprovsu lebih mengutamakan proyek fisik daripada keselamatan rakyat.

> “Dana kebencanaan itu soal nyawa. Pemerintah yang memindahkan anggaran seperti ini harus bertanggung jawab. DPRD jangan diam, pura pura bodoh dan senyap,” ujarnya.

Aktivis LIPPSU tersebut menegaskan bahwa bencana tidak pernah menunggu, dan anggaran yang tersendat hanya akan memperburuk keadaan masyarakat di lapangan.

Hingga kini Pemprovsu belum memberikan penjelasan detail mengenai alasan penggeseran anggaran tersebut sebelumnya, akhirnya sekarang timbul bencana dan musibah. (Red)

redaksi2

Recent Posts

FP3 Kota Medan Apresiasi Gerak Cepat SDABMBK Tangani Banjir di Tengah Tingginya Curah Hujan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Forum Pemuda Peduli Pembangunan Kota Medan memberikan apresiasi kepada Dinas Sumber Daya…

16 Juli 2026

Nelayan Diguyur Rp 14,8 M, Awasi Praktik Korupsi Model Tipu Sana, Sogok Sini

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari A.M Sinik,…

16 Juli 2026

Eks Hakim Agung Dwi Cahyo: Jika Dugaan Ijazah Jokowi Terbukti Palsu, Masuk Kategori Kejahatan Luar Biasa

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Mantan Hakim Agung Ad Hoc, Dwi Cahyo, menyampaikan pandangannya terkait polemik dugaan…

16 Juli 2026

Antrean BBM Memanas: Rapat Darurat Digelar Poldasu, Bobby Nasution Nobar Piala Dunia Di Nias

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Deretan antrian kendaraan masih terlihat panjang mengular di sejumlah SPBU Sumatera Utara…

16 Juli 2026

Gubsu Nobar di Nias Sambil Teriak Gol, Rakyat Terus Dibohongin BBM Langka

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari A.M Sinik, melontarkan…

16 Juli 2026

Ketika Ilmu Menundukkan Hati, Bukan Meninggikan Diri

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Tidak semua orang yang banyak bicara tentang agama telah menjadi ulama rabbani.…

16 Juli 2026