Categories: Sumut

LIPPSU; Usut Pelelangan Proyek Revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias Rp88,4 Milyar

MEDAN, PROMEDIA.NEWS | Proses pelelangan proyek Revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias senilai Rp88,4 miliar diminta untuk diusut secara menyeluruh karena diduga berlangsung tidak sehat dan sarat pengondisian.

Sorotan itu disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik, terkait kemenangan PT Razasa Karya dalam tender proyek di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara tersebut.

“Kami meminta proses pelelangan proyek ini diusut. Ada dugaan tender tidak berjalan secara fair dan kompetitif sebagaimana prinsip pengadaan barang dan jasa pemerintah,” ujar Azhari kepada wartawan, Selasa (28/4).

Berdasarkan data tender, proyek Revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias memiliki pagu anggaran sebesar Rp88.448.819.000 dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp88.448.818.937,56. Sementara PT Razasa Karya ditetapkan sebagai pemenang dengan nilai penawaran Rp87.340.621.789,12.

Menurut Azhari, nilai penawaran pemenang yang sangat dekat dengan HPS menimbulkan pertanyaan publik terkait transparansi dan independensi proses pelelangan.

“Penawaran yang sangat mendekati HPS memunculkan dugaan adanya skenario tertentu dalam proses tender. Ini perlu dibuka secara terang kepada publik,” katanya.

Ia juga menyoroti dugaan adanya peserta tertentu yang tetap diloloskan meski dinilai tidak sepenuhnya memenuhi persyaratan administrasi maupun teknis.

Azhari menegaskan, proyek bernilai besar yang bersumber dari APBD harus dilaksanakan secara terbuka, profesional, dan akuntabel karena menyangkut kepentingan pendidikan serta penggunaan uang negara.

“Kalau sejak awal tender sudah bermasalah, publik tentu khawatir terhadap kualitas pembangunan yang akan dikerjakan. Jangan sampai proyek pendidikan dijadikan objek kepentingan kelompok tertentu,” tegasnya.

LIPPSU pun meminta aparat penegak hukum, LKPP, dan lembaga pengawas internal pemerintah untuk melakukan audit dan penelusuran terhadap seluruh tahapan pelelangan proyek tersebut guna memastikan tidak adanya praktik persekongkolan maupun penyalahgunaan kewenangan.

“Jangan sampai proyek pendidikan yang seharusnya meningkatkan kualitas belajar justru dicederai praktik pelelangan yang tidak sehat,” pungkasnya.(SS).

Laporan : Heriyanto Budi.

redaksipro

Recent Posts

PT Bumi Siak Pusako Sarang Korupsi, Anggaran Operasional 2018 – 2020 Tidak Jelas Pertanggungjawaban

RIAU, PROMEDIA.NEWS - PT Bumi Siak Pusako (BSP) BUMD milik Provinsi Riau di duga menjadi…

25 Juni 2026

PT Bumi Laksamana Jaya Tersandung Dugaan Korupsi Miliaran Rupiah Pengelolaan Operasional

RIAU, PROMEDIA.NEWS - Lagi perusahaan plat merahnya Pemerintah Provinsi Riau Yang bergerak mengelola Energi dan…

25 Juni 2026

Pilkades Curang dan Geram Di Sana Sini, Aci Nyaris “Dipermak” Massa

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

25 Juni 2026

Jalan Berkelok-Kelok Tak Bertepi di Proyek Sungai Badera Rp65 Miliar, LIPPSU : APH Tutup Mata dan Telinga Dari Suara Riak Publik

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Proyek Normalisasi Sungai Badera Medan–Deli Serdang Tahun Anggaran 2025–2026 senilai sekitar Rp65…

25 Juni 2026

2 Laporan Polisi di Polrestabes Medan Sudah Hampir Setahun Mengendap, Korban Pelapor Seorang Wartawan Belum Ada Tersangka

MEDAN, PROMEDIA,NEWS - Penanganan dua laporan polisi yang diajukan seorang wartawan asal Kota Medan, Dedi…

25 Juni 2026

Dinas SDABMBK Medan Terima Penghargaan Pajak, FP3SU Apresiasi Kadis Khairul Azmi

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Pemerintah Kota Medan. Dinas Sumber Daya Air, Bina…

25 Juni 2026