News

Tak Transparan Tergusur Dari Peserta Jambore Nasional, Siswi SMPN 1 Tanjung Tiram Kecewa

BATU BARA, PROMEDIA.NEWS – Kekecewaan mendalam dirasakan Aliyah Aznur, siswi SMP Negeri 1 Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, yang diduga gagal diberangkatkan sebagai peserta Jambore Nasional Pramuka setelah namanya disebut-sebut sempat masuk dalam daftar calon peserta yang akan mewakili wilayah Tanjung Tiram.

Pada Rabu (24/6), orang tua Aliyah, Azuar, warga Dusun Bogak, Desa Pahlawan, Kecamatan Tanjung Tiram, mengungkapkan kekecewaannya atas tidak terpilihnya putrinya untuk mengikuti kegiatan nasional tersebut.

Menurut Azuar, Aliyah telah mengikuti seluruh tahapan seleksi yang dilakukan oleh para pembina dan pelatih Pramuka. Bahkan, selama proses seleksi berlangsung, putrinya berupaya memenuhi berbagai kebutuhan secara mandiri dengan memanfaatkan uang jajan dan tabungan pribadinya.

“Anak saya mengikuti semua tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh. Dia sangat berharap bisa mengikuti Jambore Nasional dan membawa nama sekolah serta daerahnya,” ujar Azuar.

Berdasarkan informasi yang diperoleh keluarga dari pihak pembina, kuota peserta Jambore Nasional dari wilayah Tanjung Tiram disebut hanya terdiri dari satu peserta putra dan satu peserta putri.

Dalam proses seleksi yang berlangsung, nama Aliyah disebut-sebut menjadi salah satu calon utama peserta yang akan diberangkatkan.

Namun, belakangan namanya tidak lagi tercantum dalam daftar peserta. Keluarga mengaku memperoleh informasi bahwa salah satu alasan yang muncul terkait kelengkapan administrasi berupa BPJS yang masih dalam proses pengurusan.

Diganti Peserta Lain

Azuar menilai keputusan tersebut menimbulkan tanda tanya karena menurut informasi yang diterimanya, posisi Aliyah kemudian digantikan oleh peserta lain.

“Kami berharap proses seleksi dilakukan secara transparan dan berdasarkan kemampuan peserta. Jika memang ada pergantian, seharusnya disampaikan secara terbuka kepada peserta maupun para pembina,” katanya.

Azuar juga memohon perhatian Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, agar menaruh perhatian terhadap persoalan yang dialami putrinya. Menurutnya, kesempatan bagi anak-anak berprestasi hendaknya diberikan secara adil tanpa memandang latar belakang keluarga maupun kedekatan dengan pihak tertentu.

“Kami memohon perhatian Bapak Bupati Baharuddin Siagian agar persoalan ini dapat ditinjau. Anak-anak yang sudah berjuang mengikuti seleksi seharusnya mendapatkan kesempatan yang sama dan diperlakukan secara adil,” ujarnya.

Selain itu, Azuar menduga terdapat campur tangan oknum tertentu yang berupaya menggagalkan keberangkatan Aliyah sebagai peserta Jambore Nasional. Ia bahkan menduga ada oknum kepala desa di wilayah Tanjung Tiram yang turut memengaruhi proses pergantian peserta. Namun demikian, dugaan tersebut menurutnya perlu ditelusuri dan diklarifikasi oleh pihak-pihak berwenang.

“Kami menduga ada campur tangan oknum yang berusaha menggagalkan keberangkatan anak kami. Karena itu kami berharap ada penjelasan resmi agar persoalan ini menjadi terang,” katanya.

Aliyah sendiri mengaku sedih atas gagalnya mengikuti kegiatan yang telah lama diimpikannya. Siswi yang bercita-cita menjadi anggota Paskibraka dan perwira itu mengatakan telah berusaha semaksimal mungkin selama mengikuti proses seleksi.

“Kalau memang harus digantikan, saya berharap digantikan oleh peserta yang memang lebih layak dan sama-sama mengikuti seleksi,” ujarnya.

Menurut Azuar, putrinya berasal dari keluarga nelayan sederhana dan selama ini sangat bersemangat mengikuti kegiatan kepramukaan. Karena itu, ia berharap kejadian serupa tidak kembali menimpa peserta lain di masa mendatang.

Hingga berita ini ditulis, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batu Bara, pihak sekolah, maupun pihak yang disebut dalam dugaan tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pergantian peserta yang dipersoalkan keluarga Aliyah.

Jambore Nasional (Jamnas) XII Gerakan Pramuka Tahun 2026 merupakan pertemuan akbar Pramuka Penggalang dari seluruh Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 13-20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.

Kegiatan yang digelar lima tahunan tersebut diproyeksikan diikuti sekitar 24.785 peserta yang terdiri dari peserta kontingen daerah, peserta luar negeri, peserta National Scout Organization (NSO), serta panitia.

Laporan : Taufik

redaksi2

Recent Posts

LIPPSU: Kalau Aparat Berani Seperti Emak-Emak di Labura, Para Bandar Narkoba Pasti Hancur Lebur Macam Dihantam Meteor

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

27 Juni 2026

LIPPSU: Di Sana APEKSI 2026 Habiskan Anggaran Miliaran, di Sini Kepling Disuruh Begadang Nunggu Upah Pungut di Sungai Deli

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) mengkritik kebijakan Pemerintah Kota Medan…

27 Juni 2026

Pungli Di Kemenag Kota Medan Seperti Penyakit Kanker, LIPPSU: Kepala  KUA Kota Medan Jadi Sapi Perahan dan Bulan-Bulanan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Pemerhati Pembangunan Propinsi Sumatera Utara Azhari A.M Sinik menilai…

27 Juni 2026

Kabid Penmad Kemenag Sumut Meradang Demam, Buat Laporan dan Somasi Mantan Anak Mainnya

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) Azhari A.M Sinik,…

27 Juni 2026

LIPPSU Desak Wali Kota Medan Perintahkan Pembongkaran Bangunan di Aset Pemko Contempo, Satpol PP Dinilai Tak Tegas

MEDAN – Polemik bangunan yang diduga berdiri di atas aset Pemerintah Kota (Pemko) Medan di…

27 Juni 2026

LIPPSU: Setelah Jadi Saksi, Faisal Hasrimy Sudah Lama Ditunggu Cium Dinding Penjara

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) mendesak aparat penegak hukum mengusut…

27 Juni 2026