News

Siskaeee Geram, Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Belum Ditangkap: “Giliran Bokepku Bisa”

Jakarta, 19 Maret 2026.

JAKARTA, PROMEDIA.NEWS | Kreator konten dewasa Fransiska Candra Novitasari alias Siskaeee menyentil kinerja kepolisian yang belum berhasil menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Melalui akun X (Twitter) pribadinya, @Vvip_siskaeee, dia membandingkan kecepatan polisi saat meringkusnya dalam kasus konten dewasa dengan kasus kekerasan yang menimpa Andrie.

Dalam unggahannya pada Jumat, 13 Maret 2026, Siskaeee me-repost rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik penyerangan tersebut.

Dia merasa heran karena hingga kini pelaku belum tertangkap, padahal menurutnya wajah pelaku dalam video tersebut terlihat cukup jelas.

“Ini jelas banget. Masa gini aja lebih dari 1 x 24 jam enggak ketangkep,” tulis Siskaeee.

“Giliran bokepku pake masker kacamata topi dll bisa tuh nangkep xixixi,” tambahnya yang dibarengi emotikon mengejek.

Komentar menohok perempuan 27 tahun ini merujuk pada kasus hukum yang pernah menjeratnya. Siskaeee sebelumnya sempat mendekam di penjara terkait kasus produksi film dewasa di Jakarta Selatan pada akhir 2023.

Saat itu, dia ditangkap paksa di Yogyakarta setelah dianggap tidak kooperatif, meski dalam video-video yang dipersoalkan dia sering menggunakan penyamaran.

Kontradiksi inilah yang dia gunakan untuk mengkritik lambatnya penanganan kasus Andrie Yunus.

Sebagaimana diketahui, Andrie Yunus yang merupakan Wakil Koordinator KontraS diserang oleh dua orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 12 Maret 2026.

Andrie disiram air keras usai pulang dari kegiatan diskusi di kantor YLBHI. Akibat serangan tersebut, aktivis HAM ini mengalami luka bakar serius sebesar 24 persen di bagian wajah, dada, dan tangan, serta terancam mengalami gangguan penglihatan permanen.

Meski polisi mengklaim telah mengantongi rekaman CCTV dan memeriksa sejumlah saksi, hingga berita ini diturunkan, pengejaran terhadap kedua pelaku masih terus dilakukan.

Pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman berbasis scientific crime investigation untuk memastikan identitas pelaku yang terekam kamera pengawas tersebut.

Sikap kritis Siskaeee ini pun memancing beragam reaksi netizen. Banyak yang sepakat bahwa penegakan hukum dalam kasus kekerasan terhadap aktivis seharusnya bisa secepat penanganan kasus-kasus moralitas atau pornografi.

By: Syafaruddin Sikumbang.

redaksipro

Recent Posts

LIPPSU : Takut Menjawab Komfirmasi, Satpol PP Medan Balas Konfirmasi Melalui ke Call Center, Seperti Jawaban Beli Kosmetik

MEDAN, PROMEDIA. NEWS - Satpol PP Kota Medan akhirnya merespons konfirmasi terkait bangunan mewah yang…

1 Juli 2026

FP3SU Apresiasi Gerak Cepat Plt Kadis SDA Sumut Gibson Panjaitan, Minta Percepatan Program Tetap Transparan dan Tepat Sasaran

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Langkah cepat Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Sumatera Utara,…

1 Juli 2026

LIPPSU: Laga Balak, Dua Kali Tender GEMES, Simsalabim Sama-Sama Rp2,5 Miliar, Tapi Dua-duanya Bau Amis

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari AM Sinik, Selasa (30/6/2026), menilai terdapat sejumlah kesamaan…

1 Juli 2026

“Nagaraja Membara”, Tanah Hantu 2.314 Hektare di Asahan Masih Dikangkangi

ASAHAN, PROMEDIA.NEWS - Tiga tahun pasca kadaluarsa, seluas 2.314 hektare lahan eks HGU PT Bridgestone…

1 Juli 2026

Bhayangkara Sport Day Fun Run 5K Polres Langkat

LANGKAT, PROMEDIA.NEWS - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres…

30 Juni 2026

Rp56 Miliar Lebih Dugaan Korupsi Sekretariat DPRD Tapsel Dibongkar RCW

TABAGSEL, PROMEDIA.NEWS - Dugaan korupsi penggunaan anggaran sebesar Rp56.759.233.839, tahun anggaran 2024 di Sekretariat DPRD…

30 Juni 2026