News

Sekretaris Bapenda Menuding Masyarakat, Menutup Mata dari Tarikan Siluman

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Setelah terungkapnya praktik “tarikan siluman” di meja pajak yang membuat target penerimaan daerah tersandera, publik berharap ada sikap tegas dari pejabat Bapenda.

Pegawai di lapangan menunggu komando, sistem dibersihkan, pungutan liar dipangkas, kepercayaan masyarakat dipulihkan.

Namun yang muncul justru pernyataan mengejutkan dari Sekretaris Bapenda Sumut, Rudi Hadian Siregar, Melalui akun media sosialnya, ia menyebut penyebab utama terancam dan melesetnya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp7,2 triliun tahun 2025 adalah karena masyarakat tidak patuh bayar pajak.

Pernyataan ini sontak membuat geram pegawai Bapenda sendiri.

Bagaimana mungkin masyarakat dijadikan kambing hitam, sementara fakta di lapangan jelas, biaya ADM siluman mencekik, biro jasa lebih mulus dari pada keluarga kandung wajib pajak sendiri, e-tilang dipakai sebagai penghalang, dan razia hanya jadi formalitas, sementara, ratusan berkas menumpuk di meja tidak direalisasikan dan diselesaikan.

Dengan satu kalimat di Facebook, Sekretaris Badan ini mematahkan semangat pegawai yang ingin perubahan. Ia seolah menutup mata dari kenyataan bahwa target pajak tergerus bukan karena rakyat enggan bayar, melainkan karena sistem dikuasai aturan tak masuk akal yang dibiarkan tumbuh liar.

Pegawai Bapenda yang selama ini berjuang melawan stigma justru dipatahkan oleh bosnya sendiri.

Masyarakat bertanya apakah Sekretaris Bapenda benar-benar memahami masalah, tentang perpajakan atau sekadar mencari selamat dengan menyalahkan masyarakat kecil?

Dengan ketidaktahuannya maka mempersalahkan masyarakat.

Diduga Sekretaris Bapenda Sumut terlibat dalam terima upeti dari biro jasa yang teroganisir selama ini, dan menghambat percepatan target penerimaan pajak.

Sementara tarikan siluman terus menggerogoti kas daerah, ucapan asal-asalan seperti itu hanya memperdalam luka kepercayaan masyarakat.

Target Rp7,2 triliun bukan hanya terancam gagal, tapi bisa runtuh sebelum dimulai jika pejabatnya masih sibuk mencari kambing hitam ketimbang membenahi kandang sendiri.(520)

redaksi2

Recent Posts

Hebatnya Jaringan Laba Laba Korupsi Imigrasi Sumut, Pemeriksaan Saksi Ditunda Di Polrestabes Medan, Alasan Laptop Rusak. Kemana Anggaran Pemeliharaannya

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Rahmadsyah menyatakan kekecewaannya karena setelah berjam lamanya dirinya menunggu, pemeriksaan dirinya sebagai…

21 Juni 2026

Proyek RSJ Ildrem Rp 4,3 M Macam Gosokan Maju Mundur

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) kembali melontarkan kritik keras terhadap…

21 Juni 2026

Kontrak Gedung Baru Rawat Inap RSJ Ildrem Rp 4,3 M Diteken Di Kedai Kopi, Hasilnya: Proyek Berceceran Masalah Di Sana Sini

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) mendesak aparat penegak hukum mengaudit…

21 Juni 2026

LIPPSU: Jangan Biarkan 600 Hektare Lebih Lahan PT Socfindo Simpang Gambus Terus Menganga

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) meminta pemerintah pusat, Kementerian ATR/BPN,…

21 Juni 2026

LIPPSU : Rp1,3 Triliun Proyek di SDBMBK Sumut Belum Tender Sudah Ada Pemenangnya

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) menyoroti pengelolaan anggaran infrastruktur di…

21 Juni 2026

LIPPSU: Eks Medan Club Penuh Sesak Massa Pendukung MBG, Siapa Yang Suruh Kumpul Di Sana? Hanya Allah Yang Tahu

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) mempertanyakan penggunaan lahan eks Medan…

21 Juni 2026